Flu atau Radang? Dokter Rekomendasikan Vitamin C di Atas 100 mg

Featured Image

Pentingnya Konsumsi Vitamin C yang Tepat

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh. Namun, tidak semua orang memahami secara benar kebutuhan konsumsinya, terutama saat sedang mengalami penyakit seperti flu atau radang saluran napas. Dokter Spesialis Gizi Klinis dr. Nurul Ratna Mutu Manikam M.Gizi, Sp.GK menjelaskan bahwa kebutuhan vitamin C harian bagi orang dewasa berkisar antara 60 hingga 90 mg. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti saat sedang sakit, asupan vitamin C perlu ditingkatkan.

Peningkatan Konsumsi Vitamin C Saat Sakit

Saat seseorang sedang menderita flu atau radang saluran napas, kebutuhan vitamin C bisa meningkat di atas 100 mg per hari. Hal ini dilakukan untuk membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat proses pemulihan. Namun, setelah kondisi kesehatan membaik, dosis vitamin C harus dikembalikan ke kadar normal yaitu 60-90 mg per hari. Ini bertujuan agar tubuh tidak mengalami kelebihan vitamin yang tidak diperlukan.

Sumber Alami Vitamin C

Salah satu cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan vitamin C adalah dengan mengonsumsi makanan alami. Berbagai buah dan sayur dapat menjadi sumber vitamin C yang baik. Buah-buahan dengan berbagai warna umumnya mengandung vitamin C dalam jumlah yang bervariasi. Salah satu sumber terbaik adalah jambu biji merah, meskipun jeruk lebih populer sebagai sumber vitamin C.

Menurut studi yang dilakukan oleh Siti Khairiyah, Siti Morin Sinaga, dan Efendy De Putra, kandungan vitamin C dalam jambu biji merah mencapai 87 mg per 100 gram. Selain itu, kiwi juga menjadi buah kedua yang kaya akan vitamin C dengan kandungan sebesar 74,7 mg per 100 gram. Berikut beberapa contoh buah lain yang kaya akan vitamin C:

  • Stroberi: 58,8 mg per 100 gram
  • Mangga: 58,8 mg per 100 gram
  • Jeruk sunkist: 59,1 mg per 100 gram
  • Jeruk Florida: 45 mg per 100 gram
  • Jeruk keprok (tangerine): 26,7 mg per 100 gram
  • Lemon: 38,7 mg per 100 gram

Selain buah-buahan, beberapa jenis sayuran juga bisa menjadi sumber vitamin C. Contohnya adalah wortel dengan kandungan 5,9 mg per 100 gram dan selada dengan kandungan 2,8 mg per 100 gram.

Peringatan Mengenai Konsumsi Vitamin C Berlebihan

Meski vitamin C sangat bermanfaat, tidak disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah besar tanpa indikasi medis. Menurut dr. Nurul, usus manusia hanya mampu menyerap sekitar 50 persen dari dosis yang dikonsumsi. Sisanya akan dibuang melalui urine. Oleh karena itu, mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi tidak efektif dan bisa menyebabkan pemborosan.

Konsumsi vitamin C berlebihan juga dapat memberatkan fungsi ginjal. Jika tidak diimbangi dengan kebutuhan yang sesuai, hal ini bisa berisiko menyebabkan terbentuknya batu ginjal atau gangguan pada saluran kemih. Jika memang diperlukan, penggunaan suplemen vitamin C dosis tinggi harus dilakukan sesuai rekomendasi dan tidak dilakukan dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Vitamin C memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, konsumsinya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh. Mengonsumsi sumber alami seperti buah dan sayur adalah pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan vitamin C. Selain itu, penting untuk tidak mengonsumsi vitamin C dalam jumlah besar tanpa indikasi medis agar tidak menimbulkan risiko kesehatan yang tidak diinginkan.

0 Komentar