Cah Kangkung Asam Pedas, Masakan Sederhana yang Menggugah Selera

Featured Image

Menu Harian yang Penuh Makna

Setiap malam, saya selalu menanyakan kepada anak tentang menu makanan yang diinginkannya. Ini adalah kebiasaan yang sudah terjalin sejak lama. Dengan begitu, saya bisa mempersiapkan bahan-bahan dengan lebih awal agar tidak terburu-buru di pagi hari.

Pagi hari biasanya sibuk dengan persiapan bekal sekolah. Hal ini wajar karena sekolah tempat anak belajar belum memiliki program makan bergizi gratis. Selain itu, memasak di pagi hari bukan hanya untuk anak, tetapi juga untuk sarapan kita sendiri sebelum memulai aktivitas harian.

Setelah menyiapkan bekal dan mengantar anak hingga lepas pintu pagar, saya kembali ke dapur untuk memasak lagi. Meski telah memasak ayam woku, rasanya masih ada yang kurang, yaitu sayuran. Bagi saya, sayuran harus tersedia setiap kali makan, meskipun lauk-lauknya cukup beragam.

Mengapa demikian? Karena tubuh kita membutuhkan serat, dan salah satu sumber serat pangan bisa diperoleh dari sayuran. Manfaatnya antara lain melancarkan pencernaan serta metabolisme tubuh. Oleh karena itu, saya tidak pernah melewatkan sayuran dalam setiap hidangan rumah.

Sayur favorit saya adalah kangkung. Meskipun sederhana dan murah, kangkung memiliki banyak nutrisi dan manfaat. Namun, kali ini saya tidak akan membahas kangkung secara mendalam. Hehe...

Kenangan Masa Kecil dengan Kangkung

Bicara tentang kangkung mengingatkan saya pada masa kecil. Saat itu, keluarga kami hidup dalam kondisi yang sangat sederhana. Ayah pergi merantau, sedangkan ibu mengurus saya dan tiga adik yang masih kecil. Dalam keterbatasan ekonomi, nenek (Simbah) membantu meringankan beban dengan berjualan gorengan atau menjual hasil kebun di pasar.

Pasar berjarak 5 kilometer dari rumah kami, dan nenek menempuhnya dengan berjalan kaki. Pulang pergi dilakukan setiap hari, namun beliau tetap senang. Lebih-lebih jika di perjalanan bisa bersama dua teman yang menjual ikan dan kangkung.

Persahabatan Simbah dengan kedua nenek sangat kuat. Keluarga kami sering diberi ikan goreng yang tidak terjual dan beberapa ikat kangkung Rowo Jombor yang jaraknya sekitar 10 kilometer dari rumah kami. Kami sangat bersyukur bisa menyantap olahan kangkung dan ikan goreng meskipun hanya sekali atau dua kali dalam seminggu.

Semua jerih payah Simbah tak akan pernah terlupakan, meskipun beliau telah berpulang ke rahmatullah 3 dekade lalu. Dan teman-teman nenek juga sudah tidak ada lagi. Al-fatihah untuk beliau-beliau... aamiin. Mengenang masa silam memang membuat hati tenang.

Masakan Kangkung yang Nikmat

Kangkung paling enak dimasak apa? Biasanya kangkung kerap dijadikan oseng-oseng atau tumisan. Kehidupan di kampung jauh dari hingar bingar kuliner kota, jadi masakan seperti itu menjadi pilihan utama.

Namun, saat ini, kangkung bisa diolah dengan berbagai cara, seperti cah kangkung, kangkung kuah asam, gudangan, plencing, dan lain sebagainya. Kini, saya ingin mencoba resep yang sedikit berbeda.

Ingin tahu?

Mari kita masak bareng! Yuk, bikin cah kangkung asam pedas, olahan sederhana yang lezat dan menggoda.

Bahan Utama:

  • 1 ikat kangkung ukuran kecil
  • 1/4 buah tomat merah
  • 1 buah cabai merah keriting iris serong
  • 1 buah cabai rawit iris tipis
  • 2 cm bawang bombay, iris searah
  • 2 sdm minyak goreng untuk menumis
  • Secukupnya air untuk mencuci bahan dan menumis

Bahan Bumbu Pelengkap:

  • 2 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 1/2 sdt lada bulir (kebetulan kehabisan stok merica bubuk)
  • Secukupnya kaldu jamur
  • Sepucuk sendok garam dapur
  • 200 ml air
  • Secukupnya air untuk mencuci bahan dan menumis

Cara Memasak:

  1. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bawang putih hingga layu, kemudian tambahkan bawang merah, tumis kembali hingga harum.
  2. Masukkan kangkung perlahan agar potongan daun tidak loncat dari wajan. Tambahkan irisan cabai, bawang Bombay, dan taburkan bumbu kaldu, tumis hingga kangkung sedikit layu.
  3. Tuang air, aduk kembali. Tes rasanya, jika sudah terasa enak tambahkan irisan tomat. Tumis sesaat atau sampai tomat layu, kuah sedikit menyusut. Matikan kompor.

Setelah selesai, siapkan piring saji, tuang cah kangkung dan sandingkan dengan sepiring nasi hangat. Hidangan pun siap dinikmati.

Tampilan cah kangkung asam pedas yang menggugah selera ini membuat tangan ngawe-awe alias melambai-lambai ingin segera menyendok. Ketika nasi hangat bertopping cah kangkung mendarat dengan santai, lalu saling beradu di mulut, rasanya begitu hmmm.. uenak. Tekstur kangkung bertambah renyah berkat kehadiran batangnya. Rasa asam pedas cabai berbaur lada terasa sangat istimewa. Begitu menggoda lidah ingin nambah. Tak terasa warna merah merona menghiasi bibir yang menyantapnya. Wis, uenak tenan pokok-e.

Tidak terlalu pedas, dan rasanya cenderung gurih bikin nagih. Oh iya, mohon maaf jika tahapan-demi tahapan gambar ketika memasak tidak komplit karena berburu waktu. Insyaa Allah kelak jika mengolah kembali akan saya lengkapi. Sekian dari saya, terima kasih sudah singgah. Salam kuliner.

0 Komentar