Di Bawah Kepemimpinan Bupati Kang DS, Ekonomi Kabupaten Bandung Tumbuh 5,04 Persen

Featured Image

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bandung yang Signifikan

Di bawah kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang DS, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2024, angka tersebut mencapai 5,04 persen, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4,97 persen. Penjelasan ini disampaikan oleh Bupati Kang DS dalam sebuah acara yang diadakan secara nasional.

Perkembangan Ekonomi dari Tahun ke Tahun

Bupati Kang DS menjelaskan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini didukung oleh stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang merata. Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan hingga -1,80 persen. Namun, setelah itu terjadi peningkatan secara bertahap, yaitu 3,56 persen pada tahun 2021, 5,35 persen pada tahun 2022, 4,97 persen pada tahun 2023, dan akhirnya mencapai 5,04 persen pada tahun 2024.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Beberapa faktor berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung. Salah satunya adalah peningkatan kunjungan wisatawan. Pada tahun 2020, jumlah pengunjung mencapai 2 juta orang, baik domestik maupun internasional. Pada tahun 2024, jumlah tersebut meningkat menjadi 7 juta pengunjung. Akses yang memadai seperti KCIC Tegalluar dan Padalarang juga turut berperan dalam menarik wisatawan.

Selain itu, Kabupaten Bandung memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa, khususnya di sektor pertanian. Investasi yang masuk ke daerah ini juga menjadi salah satu pendorong utama. Kondisi yang kondusif, aman, dan nyaman membuat para investor tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Bandung.

Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan

Pertumbuhan ekonomi yang signifikan lebih terasa di sektor pertanian. Terdapat sekitar 77 ribu petani yang melakukan kegiatan usaha pertanian. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, Kabupaten Bandung memiliki seluas 28 ribu hektare lahan sawah abadi. Desa-desa yang telah membuat Peraturan Desa tentang Lahan Sawah Abadi atau Lahan Sawah Dilindungi mendapatkan pembebasan pajak.

Program ini bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan dan swasembada pangan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo. Selain itu, perbedaan pendapatan antara petani padi dan cabai sangat jomplang. Oleh karena itu, pembebasan pajak diberikan kepada pemilik lahan sawah abadi yang telah membuat Perdes terkait.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kabupaten Bandung telah mencanangkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan 361 titik dapur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,26 juta jiwa atau sekitar 30 persen warga Kabupaten Bandung akan menerima makanan bergizi gratis. Program ini dilengkapi dengan pembentukan Kantor Satgas Bersama untuk mempercepat pelaksanaannya.

Saat ini, 35 dapur sudah berjalan dan hampir 200 dapur lainnya telah diverifikasi. Targetnya, pada bulan September 2025, sekitar 260 dapur akan berjalan, dan pada bulan Desember 2025, semua 361 titik dapur akan beroperasi. Anggaran sebesar Rp 4,3 triliun per tahun akan beredar di masing-masing desa, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Koperasi Merah Putih dan Investasi

Koperasi Merah Putih juga menjadi bagian penting dari program MBG. Pembentukan koperasi ini telah selesai 100 persen di Kabupaten Bandung. Kang DS ingin agar koperasi ini dapat merekrut para petani yang selama ini menggunakan modal dari tengkulak dan bank emok. Dengan adanya koperasi ini, petani dapat diberdayakan sebagai anggota koperasi.

Kang DS menargetkan investasi di Kabupaten Bandung pada tahun 2025 mencapai Rp 10 triliun. Untuk mendukung hal ini, ia mengusulkan pembangunan kereta gantung dan jalan tol Pangalengan, Rancabali hingga Cidaun Cianjur. Selain itu, ia mendorong tempat-tempat kegiatan usaha pariwisata yang belum berizin untuk segera memproses perizinannya agar dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Pengurangan Angka Pengangguran

Untuk mengurangi angka pengangguran, Pemkab Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan melaksanakan kegiatan Job Fair dengan melibatkan para pengusaha. Pelaksanaan Job Fair ini bertujuan menciptakan 50 ribu wirausaha muda dan lapangan kerja setiap tahunnya. Saat ini, ribuan wirausaha muda dan lapangan kerja sudah terealisasi.

Selain itu, Pemkab Bandung bekerja sama dengan Jepang dan Korea untuk mengirimkan pekerja migran Indonesia. Proses pelatihan dibiayai dari APBD, dan ada 157 pengusaha lokal yang siap menampung ribuan pekerja. Pelatihan ini mencakup bahasa, komputer, dan lainnya. Selain itu, ada program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan serta pelatihan entrepreneur atau jadi pengusaha.

Visi dan Misi Kabupaten Bandung 2025-2030

Visi Kabupaten Bandung untuk periode 2025-2030 adalah "Terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera (BEDAS), maju, berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045." Lima misi utama yang dicanangkan adalah:

  1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia berakhlak dan berkarakter.
  2. Meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
  3. Mengoptimalkan tata kelola pemerintahan yang baik.
  4. Meningkatkan kualitas infrastruktur yang terintegrasi.
  5. Menjaga stabilitas ketentraman dan ketertiban umum.

0 Komentar