
Penolakan terhadap Pandangan yang Menganggap Bendera One Piece sebagai Tindakan Makar
Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menolak keras pandangan yang menyebut pengibaran bendera bajak laut dari serial anime dan manga One Piece sebagai tindakan makar menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, fenomena ini seharusnya dilihat sebagai bentuk ekspresi dan kritik simbolik masyarakat terhadap kondisi sosial-politik yang ada.
Andreas mengkritik pernyataan sebelumnya dari anggota DPR Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, yang menganggap pengibaran bendera Monkey D. Luffy sebagai tindakan subversif yang berbahaya. Ia menilai bahwa pemerintah sebaiknya lebih bijak dalam melihat fenomena ini sebagai bahan introspeksi, bukan ancaman.
"Terlalu berlebih-lebihan kalau menganggap fenomena bendera One Piece sebagai tindakan makar," ujarnya kepada Tribunnews.com, Minggu (3/8/2025).
Fenomena Pengibaran Bendera Bajak Laut
Fenomena pengibaran bendera bergambar tengkorak dengan topi jerami khas karakter Monkey D. Luffy belakangan marak dilakukan, terutama oleh sopir truk dan komunitas penggemar. Mereka mengibarkannya di sejumlah titik sebagai bagian dari ekspresi menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Andreas menilai, alih-alih ditanggapi secara represif, pemerintah semestinya melihat fenomena ini sebagai bentuk kritik simbolik dari masyarakat. "Ini lebih pada bentuk ekspresi sebagian publik yang mengenal komik One Piece untuk menunjukkan adanya hal yang kurang beres dalam sistem kekuasaan," ujarnya.
Oleh karena itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI ini mengingatkan pemerintah untuk lebih bijak menyikapi fenomena tersebut. "Pemerintah yang bijak tentu akan melihat ini sebagai wahana introspeksi," ungkap Andreas.
Pendapat dari Anggota DPR Partai Golkar
Sebelumnya, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menilai bahwa pengibaran bendera bajak laut tersebut bisa mengarah pada tindakan subversif yang berbahaya. Ia berpendapat bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kemerosotan pemahaman terhadap ideologi negara sekaligus provokasi menjelang peringatan kemerdekaan.
"Fenomena ini bisa jadi bagian dari makar. Nah, ini enggak boleh. Ini harus ditindak tegas," kata Firman di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Asal Usul Bendera Jolly Roger
Dalam anime dan manga One Piece, Jolly Roger memang merupakan simbol perlawanan terhadap kekuasaan absolut dan penindasan. Namun di Indonesia, bendera ini kini menjadi ikon yang diasosiasikan sebagian masyarakat dengan kritik terhadap kondisi pemerintahan.
Bendera Jolly Roger adalah nama tradisional yang diberikan untuk bendera yang dikibarkan oleh kapal bajak laut untuk mengidentifikasi diri mereka. Desain paling ikonik dari Jolly Roger adalah tengkorak dengan sepasang tulang bersilang di bawahnya, biasanya dengan latar belakang hitam.
Simbol tengkorak dan tulang bersilang pada bendera hitam dikenal luas digunakan sekitar tahun 1710 oleh sejumlah kapten bajak laut terkenal, termasuk Black Sam Bellamy, Edward England, dan John Taylor. Ini kemudian menjadi bendera bajak laut yang paling umum digunakan pada tahun 1720-an.
Arti Bendera One Piece
Secara historis, Jolly Roger memiliki arti utama sebagai simbol peringatan dan intimidasi. Tengkorak dan tulang bersilang secara universal melambangkan kematian. Bajak laut mengibarkan bendera ini untuk memberi tahu kapal lain bahwa mereka adalah perompak yang serius dan siap menggunakan kekerasan.
Perlawanan terhadap Otoritas Tirani: Khususnya bendera Bajak Laut Topi Jerami milik Monkey D. Luffy, tengkorak dengan topi jerami bukan hanya sekadar tanda bajak laut. Ia adalah simbol kebebasan dari segala bentuk penindasan dan perlawanan terhadap Pemerintah Dunia yang sering digambarkan sebagai otoritas korup dan absolut.
0 Komentar