IHSG Sesi I Melemah Tipis Didorong BREN, TLKM, dan BBCA

Featured Image

IHSG Melemah di Sesi Pertama Perdagangan Jumat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada sesi pertama perdagangan hari Jumat (15/8/2025). Pada pukul 12.00 WIB, indeks komposit berada di level 7.926 atau turun 0,06% dibandingkan sebelumnya. Sementara itu, Indeks LQ45 dan IDX30 masing-masing melemah sebesar 0,5% ke posisi 822 dan 425.

Beberapa saham menjadi penggerak utama dalam pergerakan pasar. PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) mencatat kenaikan sebesar 8% atau setara 29,2 poin, dengan harga saham mencapai Rp363.600 per saham. Selanjutnya, PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) naik 12,4% ke harga Rp75.000. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga menguat sebesar 1,7% ke Rp93.575, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,5% ke Rp4.080.

Di sisi lain, beberapa saham memberikan tekanan terhadap IHSG. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menjadi penekan terbesar dengan penurunan sebesar 3,8% ke Rp8.875. Penurunan BREN turut memengaruhi sektor energi yang turun 0,5% pada sesi pertama. Selain itu, saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 2,1% ke Rp3.350, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 0,9%, dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) terkoreksi 1,7%.

Dari sisi sektoral, indeks teknologi (IDXTECH) memimpin penguatan dengan lonjakan sebesar 3,7%. Disusul oleh indeks barang siklikal (IDXCYC) yang naik 0,2%, serta indeks kesehatan (IDXHLTH) yang meningkat tipis sebesar 0,1%. Sebaliknya, sektor infrastruktur (IDXINFRA) menjadi yang paling tertekan dengan penurunan sebesar 1,8%. Sektor industri (IDXINDUS) turun 0,8%, sedangkan sektor bahan baku (IDXBASIC) melemah 0,7%.

Pergerakan Pasar Global dan Komoditas

Di pasar global, bursa Asia bergerak variatif. Indeks Nikkei menguat sebesar 1,4% ke 43.257, sementara Shanghai naik 0,5%. Namun, indeks Hang Seng terkoreksi sebesar 1,2%. Dalam hal komoditas, harga emas dunia naik 0,3% ke US$3.344 per troy ounce, sedangkan harga minyak Brent turun 0,2% ke US$67 per barel.

Analisis Fundamental dan Investor

Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menyoroti rapuhnya fundamental IHSG yang tercermin dari hasil laporan keuangan emiten pada kuartal II/2025. Menurutnya, laju IHSG ke level psikologis 8.000 lebih didorong oleh saham-saham yang bersifat liquidity driven ketimbang dipengaruhi oleh faktor fundamental.

Samuel Sekuritas mencatat bahwa laba bersih inti pada kuartal II/2025 turun sebesar 5,9% secara tahunan. Dari 40 perusahaan yang melaporkan, 45% sesuai ekspektasi, 40% di bawah perkiraan, dan 15% melampaui ekspektasi.

Harry menilai ada risiko koreksi dan aksi ambil untung dalam waktu dekat yang cukup tinggi karena kenaikan tidak diikuti oleh perbaikan fundamental. Meskipun asing melakukan aksi beli (net buy) dalam tiga hari terakhir, reli indeks komposit sejak bulan lalu justru lebih banyak digerakkan oleh lonjakan partisipasi investor ritel.

Kepemilikan institusi asing justru menurun, yang menunjukkan aliran dana asing belum cukup kuat untuk menopang reli secara berkelanjutan. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

0 Komentar