
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 12 dan 13 Kurikulum Merdeka
Pada halaman 12 dan 13 buku teks Bahasa Indonesia kelas 12 berdasarkan Kurikulum Merdeka, siswa diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan artikel berjudul "Bagaimana H.B. Jassin Merawat Sastra Indonesia?" Berikut adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut yang dapat digunakan sebagai referensi.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa hubungan H.B. Jassin dan Chairil Anwar?
Jawaban: H.B. Jassin dan Chairil Anwar memiliki hubungan persahabatan yang baik.
2. Siapa yang mengungkapkan perihal minat Jassin terhadap dokumentasi?
Jawaban: Menurut informasi yang diberikan oleh Pamusuk Eneste, ia mengungkapkan bahwa minat H.B. Jassin terhadap dokumentasi sudah muncul sejak tahun 1920-an, ketika usia Jassin masih 10 tahun.
3. Kapan Jassin datang ke Jakarta untuk bekerja?
Jawaban: H.B. Jassin tiba di Jakarta untuk bekerja pada tanggal 1 Februari 1940.
4. Di mana Jassin bekerja saat di Jakarta?
Jawaban: Saat berada di Jakarta, H.B. Jassin bekerja di Balai Pustaka.
5. Bagaimana Jassin menyusun dokumentasi di Pusat Dokumentasi Sastra?
Jawaban: H.B. Jassin menyusun dokumen-dokumen sastra di Pusat Dokumentasi Sastra dengan cara mengumpulkan dan mengelompokkannya dalam map-map yang diurutkan secara alfabetis. Map jenis pertama berisi dokumen-dokumen tentang individu pengarang, sedangkan map jenis kedua berisi masalah atau topik tertentu.
6. Mengapa Jassin bersusah payah mengumpulkan dokumentasi sastra?
Jawaban: H.B. Jassin melakukan ini karena ia sangat menyukai aktivitas dokumentasi. Selain itu, ia berharap dokumentasi yang dibuatnya bisa menjadi bahan penyelidikan yang nantinya diterbitkan dalam bentuk buku, koran, atau majalah.
Tanggapan Setelah Membaca Artikel Tentang H.B. Jassin
Setelah membaca artikel tersebut, siswa diminta untuk mendiskusikan informasi tambahan tentang H.B. Jassin bersama kelompoknya. Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat dijadikan bahan diskusi:
- Riwayat Pendidikan:
- HIS Balikpapan (1927–1929)
- HBS Medan (1932–1939)
-
Universitas Indonesia
-
Riwayat Pekerjaan:
- Bekerja sebagai pegawai di Kantor Asisten Residen Gorontalo.
-
Bekerja di Balai Pustaka, Jakarta.
-
Minat terhadap Dokumentasi Sastra:
- Minat Jassin terhadap dokumentasi telah terlihat sejak usia 10 tahun.
- Ia menyimpan bukunya secara rapi dan teratur.
-
Ia juga merawat buku-buku dan karyanya dengan baik selama masa sekolah hingga kuliah.
-
Hal yang Dilakukan dalam Pendokumentasian Sastra:
- Jassin mengelola dokumentasi sastra secara sistematis di Balai Pustaka.
-
Ia menyusun karya sastra dalam map-map yang diurutkan secara alfabetis untuk memudahkan akses para pengunjung.
-
Jasa dalam Dokumentasi Sastra:
- Jassin berhasil menyusun dokumentasi sastra Indonesia secara terstruktur.
- Hasil kerjanya menjadi warisan berharga bagi kesusastraan Indonesia.
Informasi Tambahan tentang Tokoh Lain
Selain H.B. Jassin, artikel ini juga menyebutkan tiga tokoh lain, yaitu Chairil Anwar, Pamusuk Eneste, dan Sutan Takdir Alisjahbana. Berikut adalah informasi singkat tentang mereka:
1. Chairil Anwar
Chairil Anwar adalah salah satu pelopor Angkatan 45 dalam sastra Indonesia. Ia lahir pada 22 Juli 1922 di Medan, Sumatra Utara. Pengalamannya menulis dimulai sejak tahun 1942 dengan menciptakan sajak berjudul "Nisan" hingga akhir hayatnya pada tahun 1949. Ia juga menulis 71 sajak asli, dua sajak saduran, sepuluh sajak terjemahan, enam prosa asli, dan empat prosa terjemahan selama enam setengah tahun.
2. Sutan Takdir Alisjahbana
Sutan Takdir Alisjahbana adalah seorang pengarang Indonesia yang lahir pada 11 Februari 1908 di Natal, Tapanuli, Sumatra Utara. Salah satu karyanya menjadi pemicu polemik pada tahun 1936. Ia meninggal pada 31 Juli 1993 dan dimakamkan di sebuah bukit di Bogor.
3. Pamusuk Eneste
Pamusuk Eneste adalah seorang pengajar, editor, dan sastrawan Indonesia yang lahir pada 19 September 1951. Karya-karyanya berupa cerita pendek yang kemudian dikumpulkan dalam bentuk buku. Ia juga menulis kajian-kajian tentang karya sastra Indonesia.
0 Komentar