
Kondisi Sekolah di Kabupaten Bandung Barat yang Memprihatinkan
Sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Bandung Barat terus menjadi perhatian masyarakat, khususnya karena kondisi bangunan yang rusak dan tidak layak digunakan. Salah satu sekolah yang mengalami kerusakan parah adalah SDN Cikalapa, yang berada di Kampung Cikalapa, RT 2 RW 7, Desa Rajamandalakulon, Kecamatan Cipatat.
Di sekolah ini, empat ruangan kelas mengalami kerusakan serius, sehingga sejumlah siswa harus belajar di tempat lain seperti perpustakaan dan musala. Dua ruangan kelas utama, yaitu Kelas VIB dan IVB, bahkan tidak memiliki langit-langit atau atap sama sekali. Hal ini membuat kegiatan belajar mengajar di ruangan tersebut tidak bisa dilakukan secara normal.
Kondisi ruangan Kelas VIB sangat memprihatinkan. Kayu-kayu penyangga bangunan sudah dimakan rayap, sehingga keamanan ruangan sangat rentan. Sementara itu, dinding di Kelas IVB sudah rapuh dan tidak bisa dipaku. Saat "PR" mengunjungi ruangan tersebut pada Jumat 1 Agustus 2025, papan tulis hanya disandarkan dengan ditopang kursi, karena tidak bisa dipasang dengan cara biasa.
Destara (29), guru kelas di sana, mengungkapkan bahwa sebagian langit-langit ruangan pernah ambruk. Beruntung, kejadian tersebut terjadi pada malam hari, sehingga tidak ada siswa yang terluka. Untuk mencegah kemungkinan reruntuhan, langit-langit kelas IVB dan VIB diturunkan. Destara juga merasa khawatir saat mengajar dalam cuaca hujan, karena takut ruangan runtuh.
Para siswa juga dilarang mendorong teman atau memukul dinding agar tidak terjadi kerusakan tambahan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kestabilan struktur bangunan.
Selain itu, siswa kelas IIIA terpaksa belajar di perpustakaan karena keterbatasan ruangan. Mereka belajar berdempetan dengan rak-rak buku, sehingga konsentrasi mereka terganggu. Sementara itu, siswa kelas IIIB harus belajar di musala, yang seharusnya digunakan untuk aktivitas keagamaan. Ruangan tersebut diubah menjadi kelas dengan menambahkan bangku dan kursi.
Neni Sumartini (52), guru kelas IIA dan IIB, menyebutkan bahwa kerusakan bangunan sekolah sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Meski beberapa kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, hingga kini belum ada tindakan nyata. Laporan kerusakan juga telah masuk melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), tetapi tidak ada respon yang signifikan.
Kondisi ini berdampak pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang tidak kondusif. Total jumlah siswa di SDN Cikalapa mencapai 298 orang, sehingga setiap kelas memiliki dua rombongan belajar (rombel). Sekolah ini menjadi pilihan utama bagi para orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka, karena lokasinya yang strategis dan akses yang mudah.
Beberapa sekolah lain di wilayah Cipatat juga mengalami kondisi serupa. Di antaranya adalah SDN 3 Rajamandalakulon, SDN Margalaksana, SDN Parakankopo, SDN Sindangsari, dan SDN Cimerang. Semua sekolah ini memiliki bangunan yang rusak dan membutuhkan perbaikan segera.
Sebelumnya, Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail menyatakan akan fokus mengatasi tiga masalah utama di wilayahnya, termasuk kerusakan bangunan sekolah. Ia mengakui masih banyak fasilitas pendidikan yang rusak, namun hingga saat ini belum ada solusi yang jelas. Kondisi ini semakin memperparah ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah setempat.
0 Komentar