
Pengalaman Pasangan Pengantin dan Vendor yang Ditipu oleh Wedding Organizer
Pengalaman buruk dialami oleh pasangan pengantin Ridho (26) dan Rerey (24) dari Surabaya, Jawa Timur. Nasib mereka harus menghadapi kepanikan luar biasa setelah wedding organizer (WO) yang mereka gunakan membatalkan tugasnya dua hari sebelum acara pernikahan digelar. Padahal, keduanya sudah melunasi pembayaran kepada pihak WO tersebut.
Kondisi ini memicu kekacauan besar karena undangan untuk pernikahan telah disebar dan waktu semakin mepet. Akhirnya, Ridho dan Rerey terpaksa mencari WO lain dalam kondisi darurat. Sayangnya, uang yang telah dibayarkan tidak kembali hingga kini, membuat mereka merasa ditipu.
Rerey menjelaskan bahwa pemilik WO yang diduga melakukan penipuan adalah seorang Makeup Artist (MUA) berinisial A. Menurutnya, A menawarkan layanan vendor untuk acara pernikahan. "Normalnya orang dua hari sebelum nikah semua sudah siap, tapi kami justru seperti tidak ada persiapan," katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa semua vendor seperti MUA, dekor, dan lainnya tiba-tiba tidak bisa datang. Dalam keadaan terdesak, mereka harus mencari alternatif baru. "Dalam keadaan ngejar, nangis akhirnya cari-cari lagi persewaan dekor dan semuanya ke tempat lain," ujarnya.
Kerugian Besar yang Dialami Banyak Pasangan Pengantin
Ridho dan Rerey bukanlah satu-satunya korban. Menurut Rerey, ada sekitar 45 pasangan lain yang juga diduga ditipu oleh A dengan kerugian mencapai Rp10 juta per pasangan. Total dana yang hilang mencapai sekitar Rp500 juta.
Salah satu pasangan lain yang menjadi korban adalah Andika dan Riva. Mereka seharusnya menggelar pernikahan pada 8 Agustus 2025 mendatang. Mereka juga menggunakan jasa A untuk menyewa dekorasi, tata rias, dokumentasi, hingga sound system. Bahkan, mereka sudah menyiapkan kebutuhan pesta sejak Mei 2025 dan membayar sebagian dari total kesepakatan senilai Rp14 juta.
Namun, tiba-tiba A sulit dihubungi. Andika mengaku pernah datang ke rumah A di Tenggilis Mejoyo, tetapi kosong dan tidak ada orang. Informasi dari RT menyebutkan bahwa A sudah pamit ke Palembang untuk menjual rumah. Ia juga menemukan bahwa banyak korban lain yang mengalami hal serupa, bahkan membentuk paguyuban.
Komentar Suami A dan Permasalahan Vendor Dokumentasi
Suami A, Masruri, mengklaim bahwa ia tidak kabur dan berniat melunasi semua tanggungan sesuai nominal. "Kami di Palembang tidak kabur, kami ingin melunasi semua tanggungan sesuai nominal. Di sini masih ikhtiar berjuang. Semua keluarga A adalah petani kopi, jadi nunggu hasil panen terjual," ujarnya.
Selain pasangan pengantin, ternyata vendor dokumentasi juga menjadi korban. Pemilik WBP Present Photo Video, Wahyu, mengungkapkan bahwa beberapa pekerjaan yang datang dari A belum dibayar. Ia mengalami kerugian sekitar Rp27 juta.
Menurut Wahyu, awalnya hubungan antara dirinya dan A berjalan lancar. Namun, masalah mulai terjadi pada Juni 2025. Ada sembilan job yang belum dibayar. Meskipun ia mencoba menagih, jawaban yang diterima selalu tidak jelas. "Tiap nagih alasannya belum dapat pembayaran dari kliennya. Padahal saya cek job di bulan Juni sudah lunas," ujarnya.
Wahyu kini mengaku siap menjadi saksi bagi para pasangan pengantin yang melaporkan A ke polisi. Ia berharap kasus ini bisa segera diselesaikan agar keadilan bisa ditegakkan.
0 Komentar