Riau Catat Investasi Rp12,67 Triliun, Tiga Sektor Dongkrak Ekonomi

Riau Catat Investasi Rp12,67 Triliun, Tiga Sektor Dongkrak Ekonomi

Pencapaian Investasi Riau pada Triwulan II-2025

Provinsi Riau mencatatkan pencapaian yang membanggakan pada Triwulan II tahun 2025. Realisasi investasi di wilayah ini mencapai sebesar Rp12,67 triliun, menempatkan Riau pada peringkat ke-11 secara nasional dan ke-2 di Pulau Sumatera. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu daerah yang diminati oleh para investor di Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan adanya kepercayaan besar dari para penanam modal terhadap potensi ekonomi Riau. Pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama tercatat sebesar 4,59 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini menjadi indikasi bahwa aktivitas investasi memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah.

Peningkatan investasi tersebut juga terlihat dari pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencapai 2,47 persen secara tahunan. PMTB yang merepresentasikan aktivitas investasi fisik mengalami lonjakan karena meningkatnya pengadaan semen, impor pupuk dari luar negeri, serta perbaikan indeks nilai konstruksi. Hal ini menunjukkan bahwa modal yang masuk benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan kapasitas produksi.

Pertumbuhan Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan sebesar 4,38 persen pada triwulan ini. Pertumbuhan ini didukung oleh berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meningkatnya pasokan pupuk yang berdampak pada produksi padi, hasil peternakan, dan perikanan. Dengan lahan yang luas dan sumber daya alam yang melimpah, sektor ini tidak hanya menjamin ketahanan pangan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ekspor.

Pertumbuhan Sektor Industri Pengolahan

Di sisi lain, sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 2,36 persen, terutama berkat meningkatnya produksi kelapa sawit, minyak mentah kelapa sawit (CPO), dan produk turunannya. Asep menilai potensi hilirisasi di sektor ini sangat besar, mulai dari pengembangan industri oleokimia, biodiesel, hingga produk makanan dan minuman berbasis bahan baku lokal. Investasi di sektor ini mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Pertumbuhan Sektor Konstruksi

Sektor konstruksi juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 4,55 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pengadaan semen dan material bangunan, serta realisasi proyek-proyek strategis seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan kawasan industri. Pembangunan infrastruktur yang masif menjadi salah satu alasan investor semakin melirik Riau sebagai basis produksi dan distribusi. Ketersediaan infrastruktur yang memadai akan mempermudah arus barang dan jasa, sehingga menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif.

Tantangan yang Harus Diatasi

Meskipun demikian, Asep mengakui bahwa masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami kontraksi sebesar 7,41 persen pada triwulan ini, sementara sektor pertambangan tertekan dengan penurunan produksi minyak mentah dan batubara sebesar 0,10 persen. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa diversifikasi ekonomi mutlak diperlukan agar Riau tidak terlalu bergantung pada komoditas tertentu.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah daerah perlu mempercepat proses perizinan, memberikan insentif bagi pelaku usaha, dan memastikan realisasi proyek strategis berjalan sesuai rencana. Momentum ini harus dijaga. Jika pemerintah, pelaku usaha, dan investor bisa bersinergi, pertumbuhan ekonomi Riau akan semakin merata dan berkelanjutan di masa depan.

Dengan posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan internasional, kekayaan sumber daya alam yang melimpah, serta pembangunan infrastruktur yang terus berkembang, Riau diproyeksikan tetap menjadi salah satu destinasi investasi paling menjanjikan di Indonesia untuk beberapa tahun mendatang.

0 Komentar