Kafe Hijau yang Minimalis

Featured Image

Pengalaman Menikmati Kafe Hijau di Dalam Rumah Sakit

Kemarin sore (15/8), saya menemani istri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kehamilan di salah satu rumah sakit di Depok. Kami memilih rumah sakit ini karena lokasinya dekat dengan rumah dan telah menjadi rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama. Selain itu, rumah sakit ini sudah tidak asing lagi bagi kami. Dua tahun lalu, anak kami yang kedua lahir di sana. Dari pengalaman sebelumnya, proses administrasi dan layanan kesehatannya cukup baik.

Selain itu, rumah sakit ini memiliki ciri khas yaitu nuansa hijau. Bangunan rumah sakit berwarna hijau dan di sekitar kawasan juga banyak terdapat pohon-pohon dan bunga-bunga. Hal ini memberikan kesan segar dan tenang.

Kafe yang Menyatu dengan Alam

Salah satu hal yang tidak pernah terlupakan dari rumah sakit ini adalah keberadaan kafenya. Di dalam rumah sakit terdapat kafe bernama "The Green Caf" yang memiliki konsep hijau dan sederhana. Dua tahun lalu, saya sering menghabiskan waktu di sini sambil menunggu proses administrasi atau jadwal layanan kesehatan dari dokter. Kafe ini memberikan kesan yang menyenangkan, sehingga setelah pemeriksaan kesehatan kemarin, saya langsung mengajak istri nongkrong di sana.

Menurut saya, membuat istri bahagia merupakan kewajiban dan kehormatan sebagai seorang suami. Siapa pun pasti senang diajak ke kafe, apalagi jika ditraktir. Kafe ini memang hijau sesuai dengan namanya, dikelilingi oleh pohon dan bunga-bunga hijau yang menawarkan daya tarik bagi pengunjung. Saat memasuki kafe, pengunjung akan disambut oleh pohon dan bunga-bunga yang menyehatkan mata. Ada juga kolam ikan di bagian depan kafe.

Meskipun berada di dalam rumah sakit yang strategis di Kota Depok, kafe ini bisa dikatakan sederhana. Struktur bangunan hampir seluruhnya terbuat dari kayu, seperti tiang, lantai, kursi, dan meja. Ruangan yang terbuka tanpa musik, menu yang sederhana, dan harga yang terjangkau juga menjadi ciri khas kafe ini. Bagi saya, kesederhanaan inilah yang membuat kafe ini lebih menarik.

Duduk lama di kafe ini tidak membosankan meskipun tidak ada musik seperti biasa di kafe lain. Menikmati kopi atau menu lain sambil melihat pohon dan bunga-bunga menciptakan suasana damai dan sejuk. Pohon dan bunga-bunga di sekitar kafe membuat pengunjung betah berlama-lama. Meski tidak ada AC, kafe ini tetap nyaman berkat kipas angin yang tersedia di langit-langit ruangan.

Menu yang Segar dan Harga Terjangkau

Menu di kafe ini memang sederhana, tetapi segar dan rasanya enak. Beberapa kali berkunjung ke kafe ini, saya tidak pernah merasa kecewa dengan kualitas makanan dan minuman yang saya pesan. Kemarin sore, saya ingin menambah makanan yang sudah saya konsumsi, tapi sayangnya semua sudah habis terjual.

Harganya terjangkau, bahkan bisa dikatakan relatif murah untuk lokasi yang strategis dan dengan kenyamanan yang ditawarkan. Mungkin karena di seberang rumah sakit terdapat banyak tempat makan dengan harga murah. Bagi saya yang bukan perokok, kafe ini sangat cocok karena lingkungan bebas rokok. Aturan ini memberikan kenyamanan bagi pengunjung, terutama yang tidak merokok.

Namun, larangan merokok di kawasan rumah sakit membuat kafe ini tidak terlalu ramai. Kursi-kursi yang tersedia jarang dipenuhi pengunjung. Dari pengamatan beberapa kali, kebanyakan pengunjung kafe adalah perempuan. Bagi perokok, biasanya lebih memilih tempat di luar rumah sakit.

Bagi pengunjung seperti saya, suasana yang sepi justru lebih baik. Ada kesempatan untuk merenung sambil melihat bunga-bunga. Suasana yang sepi juga menciptakan rasa nyaman, aman, dan damai. Namun, bagi pengusaha yang mengandalkan pembeli, semakin banyak pengunjung berarti peluang untung semakin besar.

Tempat yang Cocok untuk Berbagai Aktivitas

Kafe yang memiliki tiga pintu (depan, samping kiri, dan kanan) ini tidak diperuntukkan sebagai tempat nongkrong sekaligus bekerja. Namun, pengunjung bisa memanfaatkannya sebagai tempat kerja sambil menunggu. Di kafe ini, seseorang bisa berkomunikasi, membaca, mengetik, menulis, dan sebagainya. Bahkan, dari kafe ini bisa menghasilkan tulisan singkat seperti puisi sambil menyeruput kopi dan memandang dedaunan hijau.

Beberapa kali ketika melewati rumah sakit tersebut, saya ingin singgah ke kafe hijau yang ada di dalamnya. Suasana kafe yang tenang, sejuk, hijau, bebas asap rokok, dan menu sederhana dengan harga murah menjadi daya tarik yang tak pernah terlupa. Namun, nongkrong di kafe di dalam rumah sakit tanpa keperluan layanan kesehatan terasa aneh. Entah mengapa, kafe ini sangat menggoda.

Dulu, saya sering nongkrong sendirian di kafe hingga akhir April 2025, sebelum kontrol gula darah di sebuah puskesmas. Sejak Mei, saya benar-benar menghindari gula yang biasa saya konsumsi di kafe. Secara otomatis, belakangan ini saya sudah jarang ke kafe.

Pekerjaan yang fleksibel memungkinkan saya bekerja dari mana saja, sehingga kafe dulunya menjadi tempat untuk bekerja. Banyak kafe telah saya kunjungi di beberapa kota dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada yang unggul dalam menu, suasana, musik, lokasi strategis, fasilitas, dan pelayanan yang diberikan.

Namun, dalam banyak hal, kafe hijau yang sederhana di rumah sakit di Depok memiliki kelebihan dibandingkan kafe-kafe yang pernah saya kunjungi. Kafe ini memberikan kesempatan bagi pengunjung seperti saya untuk menunggu, merenung, dan memupuk harapan.

0 Komentar