Program Donasi Pegawai PLN Nyalakan 33 Ribu Sambungan Listrik Gratis untuk Keluarga Kurang Mampu

Featured Image

Program Light Up The Dream (LUTD) PLN Bantu Masyarakat Kurang Mampu Dapat Akses Listrik Gratis

PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan akses energi yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat, termasuk di daerah pelosok. Salah satu bentuk kontribusi nyata dari perusahaan ini adalah melalui program Light Up The Dream (LUTD), yang bertujuan memberikan bantuan pemasangan listrik secara gratis kepada keluarga pra-sejahtera di berbagai wilayah Indonesia.

Program LUTD dilaksanakan dengan melibatkan para pegawai PLN yang bergotong-royong menyisihkan rezekinya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Hal ini mencerminkan semangat kepedulian dan solidaritas yang menjadi inti dari program ini. Sejauh ini, banyak keluarga telah merasakan manfaat dari bantuan tersebut, baik dalam hal kenyamanan hidup maupun kemudahan dalam beraktivitas sehari-hari.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Enik, seorang ibu rumah tangga lansia yang tinggal di Kampung Daraham, Desa Jambe, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. Selama ini, ia hanya mengandalkan sambungan listrik dari tetangganya. Namun, setelah mendapatkan bantuan dari LUTD pada Juni 2025, rumahnya kini memiliki sambungan listrik sendiri.

Enik mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menyebutkan bahwa kini keluarganya tidak lagi perlu menyalurkan listrik ke tetangga, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah. Anak-anaknya juga dapat belajar dengan nyaman, dan suasana rumah jadi lebih hangat.

Tidak hanya di Jawa Barat, program ini juga dirasakan oleh Nenek Lagiyem, warga Kelurahan Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Selama bertahun-tahun, ia dan anaknya hanya bisa mengandalkan sambungan listrik dari tetangga yang tidak stabil. Setelah mendapatkan bantuan dari LUTD, kini rumahnya sudah memiliki listrik sendiri, sehingga hatinya menjadi lega.

“Alhamdulillah, sekarang rumah saya sudah punya listrik sendiri. Dulu cuma numpang dari tetangga, kadang mati, kadang takut juga kalau korslet. Sekarang rumah jadi terang, hati saya juga lega,” ujar Lagiyem dengan suara penuh rasa syukur.

Di kawasan timur Indonesia, Evredy Hully, warga Maluku, juga merasakan manfaat dari program LUTD. Ia hidup tanpa akses listrik yang memadai sebelumnya, dan kini listrik menyala di rumahnya, membuka harapan baru terutama bagi masa depan anak-anaknya.

Evredy mengungkapkan rasa terima kasih yang besar kepada PLN. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti, terutama untuk anaknya yang kini bisa belajar dengan nyaman di malam hari.

Respons positif terhadap program LUTD juga datang dari Pemerintah Daerah Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Ia memberikan apresiasi terhadap langkah nyata PLN yang menjangkau masyarakat kurang mampu di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), khususnya di wilayah Maluku.

“Program LUTD adalah bentuk nyata dari pemerataan pembangunan yang inklusif. Saya mengapresiasi kerja nyata PLN yang menyentuh masyarakat kurang mampu. Pemerintah Provinsi Maluku akan terus mendukung upaya-upaya yang mendorong terciptanya keadilan energi di daerah ini,” kata Hendrik.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi landasan utama program ini. Menurutnya, listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat, dan PLN sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional memiliki tanggung jawab untuk memastikan akses tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan.

“LUTD bukan sekadar program bantuan, tapi cerminan kepedulian dan solidaritas seluruh insan PLN. Kita ingin setiap keluarga di Indonesia, tanpa terkecuali, dapat merasakan manfaat listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Darmawan.

Sejak pertama kali digulirkan pada 2020, program LUTD telah memberikan manfaat kepada 34.059 kepala keluarga di seluruh Indonesia. Hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 417 pelanggan tambahan telah mendapat sambungan listrik gratis melalui program ini.

PLN memastikan program LUTD akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan, terutama di wilayah 3T, sebagai bagian dari misi besar PLN mewujudkan keadilan energi untuk semua.

“Kami percaya bahwa akses terhadap listrik adalah pintu pembuka menuju kemajuan. Dengan hadirnya listrik, anak-anak bisa belajar, keluarga bisa lebih produktif, dan perekonomian meningkat sehingga kualitas hidup masyarakat akan meningkat secara menyeluruh,” pungkas Darmawan.

0 Komentar