3 Tips Berangkat Umrah Mandiri, Lakukan Riset Cermat

Featured Image

Pengalaman Umrah Mandiri dan Tips yang Perlu Diperhatikan

Umrah mandiri kini semakin diminati oleh banyak orang, terutama karena memberikan kebebasan dalam mengatur perjalanan ibadah sendiri. Setelah pemerintah resmi mengizinkan umrah mandiri, banyak orang mulai mempertimbangkan opsi ini sebagai alternatif. Namun, di balik fleksibilitasnya, umrah mandiri juga menuntut persiapan yang lebih matang.

Nabilla Tashandra, seorang perempuan asal Jakarta yang telah menjalani umrah mandiri pada November 2024, berbagi pengalamannya serta beberapa tips penting bagi siapa pun yang ingin mencoba hal serupa. Menurutnya, umrah mandiri tidak cocok untuk semua orang. Oleh karena itu, riset dan persiapan harus dilakukan dengan matang sebelum berangkat.

Tips Penting untuk Umrah Mandiri

Berikut tiga tips yang menurut Tasha sangat penting untuk diperhatikan saat melakukan umrah mandiri:

1. Lakukan Riset Secara Mendalam

Riset menjadi langkah utama sebelum memutuskan untuk melakukan umrah mandiri. Tasha menyarankan untuk mencari informasi dari berbagai sumber, termasuk teman atau kenalan yang pernah melakukan perjalanan serupa.

"Riset adalah hal yang paling penting. Baik sebelum berangkat, selama perjalanan, maupun setelah sampai di sana," ujarnya.

Menurut Tasha, banyak warga Indonesia yang bekerja atau tinggal di Arab Saudi. Hal ini bisa menjadi keuntungan, karena bisa mencari kenalan lokal atau sesama warga Indonesia yang bisa dibantu ketika diperlukan.

"Cari kenalan orang lokal atau sesama warga Indonesia yang tinggal di sana. Jadi, jika ada kebutuhan, ada yang bisa bantu," tambahnya.

2. Buat Daftar Barang Bawaan Secara Rinci

Tips kedua berkaitan dengan barang bawaan. Karena perjalanan dilakukan mandiri, tidak ada pihak yang membantu mengecek kelengkapan jamaah seperti halnya ketika berangkat melalui travel.

"Pastikan membuat daftar barang bawaan secara rinci, karena kita mungkin fokus pada rukun umrah, tapi jangan sampai lupa membawa dokumen penting seperti paspor atau perlengkapan diri," jelas Tasha.

Menurutnya, membuat daftar sejak awal akan membantu memastikan tidak ada barang penting yang tertinggal. "Banyak hal yang perlu dipersiapkan, jadi pastikan semua yang dibutuhkan sudah lengkap," ujarnya.

3. Siapkan Alat Bantu Digital Selama Berada di Sana

Tips terakhir berkaitan dengan penggunaan teknologi selama berada di Tanah Suci. Tasha menyebutkan bahwa alat seperti Google Translate dan Google Maps menjadi penyelamat selama ia berada di Arab Saudi.

"Jangan lupa bawa Google Translate, karena banyak orang Arab yang tidak bisa berbahasa Inggris, dan sebagian besar kita juga tidak bisa berbahasa Arab," ujarnya.

Tasha bercerita tentang pengalamannya menggunakan fitur Google Voice Translate saat berbicara dengan sopir Uber. "Kami tidak saling memahami bahasa lawan bicara, jadi kami berkomunikasi lewat Google Voice. Itu sangat membantu," katanya sambil tertawa.

Selain itu, Google Maps juga membantunya saat tersasar di area Masjidil Haram yang luas. "Meski sempat bingung, akhirnya bisa menemukan jalan kembali karena melihat peta," tambahnya.

Pengalaman yang Berharga

Meskipun penuh tantangan, perjalanan umrah mandiri menjadi pengalaman berharga bagi Tasha. Ia belajar banyak tentang kemandirian dan makna dari perjalanan spiritual itu sendiri.

"Pengalaman melihat Ka'bah pertama kali, serta menunggu waktu salat hingga adzan selesai, benar-benar membuat saya merasakan makna dari ibadah ini. Karena dilakukan mandiri, saya bisa mencoba segala hal tanpa ada yang mengurusin," pungkasnya.

0 Komentar