Bahasa Indonesia Jadi Fondasi Kedaulatan, Menteri Tandatangani Prasasti Trigatra untuk Penguatan Bahasa

Featured Image

Momentum Bersejarah dalam Penandatanganan Prasasti Trigatra Bangun Bahasa

Di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, terjadi sebuah momen penting yang akan dikenang sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran bahasa Indonesia. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., hadir dalam acara yang bertajuk “Ruang Bahasa dan Cerita Bersama Menteri”. Dalam kesempatan tersebut, ia menandatangani Prasasti Trigatra Bangun Bahasa yang berisi pesan singkat namun penuh makna: “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing.” Pesan ini menjadi dasar dari komitmen pemerintah untuk membangun generasi muda yang tangguh dalam berbagai aspek kebahasaan.

Bahasa Indonesia Sebagai Alat Kedaulatan dan Diplomasi

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menekankan bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya didukung oleh ekonomi dan pertahanan, tetapi juga oleh kekuatan bahasa. Ia menyatakan bahwa bahasa Indonesia kini telah mencapai tingkat pengakuan internasional, salah satunya melalui partisipasi dalam rapat-rapat UNESCO. “Kita sedang memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai salah satu program utama di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ujarnya.

Mu’ti juga mengumumkan bahwa dirinya akan mewakili Indonesia dalam forum assembly UNESCO di Uzbekistan. Dalam kesempatan itu, ia berencana menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatanya, yang akan menjadi sejarah baru dalam penggunaan bahasa nasional di forum internasional.

Bahasa Indonesia sebagai Cermin Identitas dan Daya Saing Bangsa

Menurut Menteri Abdul Mu’ti, bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan nasional. Ia menjelaskan bahwa semakin dikenalnya bahasa Indonesia di dunia, semakin kuat posisi Indonesia di mata global. Selain itu, ia menyoroti peran bahasa dalam dunia bisnis dan ekonomi kreatif. “Semakin populer bahasa Indonesia, semakin besar dampaknya terhadap promosi produk-produk Indonesia baik di dalam maupun luar negeri,” tambahnya.

Melalui tiga prinsip utama (Bangga, Mahir, dan Maju dengan Bahasa Indonesia), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam berbahasa, tetapi juga mencintai bahasa ibu mereka sendiri.

Pelestarian Bahasa Daerah sebagai Pilar Menuju Indonesia Emas 2045

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari pembangunan manusia Indonesia. Ia mengapresiasi dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga keragaman bahasa. “Kedaulatan bangsa Indonesia harus dibarengi dengan pelestarian bahasa daerah. Inilah salah satu pilar menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Hafidz.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas literasi, dan lembaga pendidikan menjadi kunci agar bahasa daerah tidak hanya diajarkan, tetapi juga hidup kembali dalam kehidupan sehari-hari.

Ruang Bahasa: Dialog, Inspirasi, dan Semangat Literasi

Acara “Ruang Bahasa dan Cerita Bersama Menteri” menciptakan suasana yang hangat dan bermakna. Drs. Imam Budi Utomo, M.Hum., selaku Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, menyebut kegiatan ini sebagai forum dialog santai yang menghubungkan guru, siswa, dan pegiat literasi untuk berbagi pandangan tentang peran bahasa dan sastra dalam pendidikan.

“Kami ingin forum ini menjadi wadah aspirasi, inspirasi, dan semangat perubahan dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia,” ujar Imam. Acara ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri atas kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, guru bahasa Indonesia, Jawa, dan Inggris, kepala sekolah, komunitas literasi, media massa, serta para siswa.

Selain berdiskusi langsung dengan Mendikdasmen, peserta juga memperoleh wawasan tentang pemartabatan bahasa Indonesia di ruang publik serta berbagai program dan layanan dari Balai Bahasa Jawa Tengah.

Bahasa Indonesia, Bahasa Kita Semua

Penandatanganan Prasasti Trigatra Bangun Bahasa menjadi simbol bahwa bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi bagian dari jati diri bangsa. Ia mengikat perbedaan, menyatukan budaya, dan membuka jalan bagi diplomasi yang lebih luas.

Melalui acara ini, Balai Bahasa Jawa Tengah dan Kemendikdasmen tidak hanya mengajak masyarakat untuk mencintai bahasa Indonesia, tetapi juga merawat bahasa daerah dan menguasai bahasa asing sebagai bentuk kesiapan menghadapi dunia global. Seperti pesan yang tertulis di prasasti itu: “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing.” Bahasa adalah kekuatan yang membangun bangsa.

0 Komentar