Inovasi We Are Fines dan USAT: Solusi Masalah Kepasiran, Hemat Miliaran di PEP Rantau Field

Featured Image

Kehidupan Harian di Sumur Minyak Pertamina P-420

Di kawasan sumur minyak Pertamina P-420 yang berada di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, kabut tipis masih menggantung di atas permukaan. Saat hari mulai terang, Edi Setiawan (38), seorang Supervisor Produksi PT Pertamina EP (PEP) Rantau Field, memulai aktivitasnya. Dengan menggunakan pakaian APD dan helm bertuliskan ‘Pertamina’, ia berjalan menyusuri deretan pipa baja yang masih basah. Bau minyak mentah tercium samar-samar, sementara suara pompa minyak terdengar jelas.

Edi mendekati hidrolic pumping unit (pompa unit). Ia menunduk sedikit, lalu memeriksa panel kontrol di sisi pompa. Setelah memastikan jarum menunjukkan tekanan stabil, tangan kanannya berpindah ke keran. Ia memutar keran ke arah kiri, sehingga aliran fluida mengalir cukup deras ke bak penampungan. Setelah itu, ia memutar keran ke arah kanan untuk menghentikan aliran.

“Jika panel kontrol menunjukkan tekanan stabil dan fluida mengalir saat keran dibuka, artinya pompa tidak dalam kondisi off dan masih beroperasi dengan baik,” ujar Edi. Sebagai seorang Supervisor Produksi, ia bertanggung jawab untuk memastikan pompa minyak di sumur beroperasi dengan baik setiap hari. Selain itu, ia juga memastikan fluida dari sumur mengalir lancar melalui pipa ke stasiun pengumpul (SP) terdekat.

Inovasi Teknologi untuk Mengatasi Masalah Kepasiran

Sumur P-420 merupakan salah satu dari 87 sumur minyak dalam pengelolaan PEP Rantau Field. Pada Desember 2023, pompa ini sempat mengalami gangguan tiga kali, sehingga harus menjalani RIG job (pekerjaan perbaikan pompa). Kini, penerapan Ultimate Sand Trap (USAT) telah membuat pompa di sumur P-420 kembali beroperasi dengan baik.

Di dekat sumur P-420, Abdul Jabar (38), seorang Supervisor Produksi lainnya, melakukan pemantauan terhadap pompa yang sedang menjalani perawatan rutin. Pemantauan dilakukan dengan memeriksa data sumur secara detail. Berbeda dengan sumur P-420, di sumur P-395 ini, proses PES akan menyertakan metode We Are Fines untuk meminimalkan kerusakan reservoir.

Metode We Are Fines dan USAT: Solusi Efektif dan Terjangkau

Petroleum Engineering PEP Rantau Field, Andi Surianto Sinurat, menjelaskan bahwa We Are Fines dan USAT merupakan hasil dari inovasi internal PEP Rantau Field. Kedua inovasi ini mulai diterapkan di sumur Pertamina di bawah pengelolaan PEP Rantau hanya berselang satu tahun. We Are Fines diterapkan pada tahun 2023, sedangkan USAT tahun 2024.

We Are Fines bekerja dengan memanfaatkan data history penggunaan killing fluid maupun data lab tahun 2020-2023 yang dikombinasikan dengan knowledge reservoir management. Data ini kemudian dikombinasikan dengan hasil studi Lemigas yang menyebutkan bahwa penggunaan Potassium Klorida (KCl) memberikan efek positif pada reservoir. KCl adalah garam yang bersifat hipertonis, artinya memiliki konsentrasi garam yang lebih tinggi dari air formasi.

Sementara itu, USAT hadir sebagai teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan lifetime (masa operasi) pompa yang memiliki masalah kepasiran dengan menambahkan aksesoris pada pompa ESP. Aksesoris USAT ini akan menahan pasir di dalam sumur yang mengalami fallback, sehingga pasir tidak akan jatuh atau masuk ke pompa.

Penghematan Biaya dan Manfaat Ekonomi

Andi menjelaskan bahwa keberhasilan metode We Are Fines untuk mengatasi masalah kepasiran telah dibuktikan di sumur P-455. Sebelum implementasi diterapkan pada 21 Januari 2024, run life masa produksi sekitar 90 hari dengan temuan adanya pasir setinggi 126 meter di dalam lubang sumur. Setelah menggunakan metode We Are Fines melalui injeksi KCl dengan konsentrasi 7 persen, run life sumur P-455 menjadi lebih lama yaitu 222 hari.

Sementara itu, keberhasilan teknologi USAT dapat dilihat di sumur P-420. Sebelum implementasi pada akhir 2023, lifetime pompa hanya enam hari, 15 hari, dan 29 hari. Namun, setelah implementasi teknologi USAT dimulai tanggal 18 Januari 2024, lifetime pompa naik drastis menjadi 462 hari.

Dukungan dari Mitra dan Strategi Jangka Panjang

Kehadiran teknologi USAT ini mendapat sambutan positif dari mitra Pertamina, PT. Western Electric Submersible Pump Indonesia. Manajer Operasi PT. Western Electric Submersible Pump Indonesia, Budi Lubis, mengatakan bahwa pemasangan aksesoris USAT telah menunjukkan peningkatan signifikan terhadap performa pompa ESP.

Biaya produksi dari inovasi We Are Fines dan USAT tergolong murah. Khusus USAT, biaya produksi setiap aksesoris hanya Rp 2.784.000 dengan estimasi runlife selama satu tahun. Sedangkan metode We Are Fines tidak membutuhkan biaya produksi sama sekali.

Masa Depan Inovasi dan Strategi Energi Nasional

Andi menegaskan bahwa inovasi We Are Fines dan USAT tak hanya memberikan manfaat dari aspek penghematan biaya RIG dan PES serta penambahan pendapatan. Lebih dari itu, kedua inovasi ini terbukti mampu mengatasi masalah kepasiran di sumur-sumur minyak Pertamina yang dikelola PEP Rantau Field.

Pengamatan ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan, Rintan Saragih, mengatakan bahwa inovasi We Are Fines dan USAT menjadi bukti bahwa solusi berkelanjutan dalam bidang energi tidak selalu harus berbiaya mahal. Justru dari kreativitas potensi lokal di PEP Rantau Field, hadir inovasi kreatif yang dapat memperpanjang umur produksi sumur, memperpanjang umur operasional pompa minyak, dan mendukung pencapaian target energi nasional.

0 Komentar