
Kehidupan Mar'ie Muhammad yang Sederhana dan Penuh Integritas
Pada suatu hari di bulan Agustus 1992, sebuah momen kecil terjadi di depan gerbang utama Istana Negara, Jakarta. Antrean panjang kendaraan menunggu giliran masuk. Di tengah situasi itu, mobil Toyota Kijang tahun 1980-an berada di antara antrian. Anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) menghentikan mobil tersebut dan meminta agar menepi. Mereka memberi jalan bagi mobil-mobil lain yang lebih mewah.
Pengemudi mobil itu turun dan bertanya mengapa mobilnya diminta untuk menepi. Anggota Paspampres menjelaskan bahwa hari itu sedang ada acara penganugerahan Bintang Mahaputra. Hanya para penerima penghargaan dan keluarganya yang diperbolehkan masuk. Pengemudi kemudian menyampaikan bahwa dalam mobilnya ada seorang penerima Bintang Mahaputra. Namun, penjelasannya belum cukup meyakinkan karena tampilan mobil yang tidak terlihat mewah membuat anggota Paspampres ragu.
Saat percakapan berlangsung, jendela mobil terbuka dan seseorang keluar. Ia berkata, "Saya Mar'ie Muhammad yang akan menerima penghargaan dari Presiden." Kalimat itu langsung membuat anggota Paspampres membungkukkan tubuhnya dan mempersilakan mobil tersebut masuk. Dari kisah ini, kita bisa melihat bagaimana kesederhanaan Mar'ie Muhammad menjadi ciri khas hidupnya.
Mar'ie Muhammad adalah mantan Menteri Keuangan dan Direktur Jenderal Pajak yang dikenal dengan integritasnya. Saat peristiwa tersebut terjadi, ia masih menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak. Jabatan ini seharusnya membuatnya terlibat dalam lingkaran yang rentan korupsi. Meski begitu, ia memilih untuk hidup sederhana dan hanya mengandalkan pendapatan resmi dari negara.
Selama menjabat sebagai direktur persero dan badan usaha, ia sering berhadapan dengan celah-celah yang bisa membuat dirinya memiliki barang-barang mewah. Namun, ia tetap menolak hal-hal yang tidak sah. Bahkan ketika menjadi menteri keuangan, ia tidak pernah goyah menghadapi godaan. Ia tetap menjaga gaya hidup sederhana dan menjauhi barang-barang mahal yang tidak wajar.
Keputusan ini terus dipertahankannya hingga akhir masa jabatannya. Setelah pensiun pada 1998, ia terus berkontribusi dalam dunia kemanusiaan dan anti-korupsi hingga akhir hayatnya pada 11 Desember 2016. Prestasinya diakui oleh majalah Asiamoney, yang menobatkannya sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia pada 1995.
Kisah hidup Mar'ie Muhammad bukan hanya tentang prestasi, tapi juga tentang nilai-nilai moral yang tinggi. Dua buku yang baru saja saya baca, yaitu “Erro Djarot Apa Kata Sahabat” dan “Mr. Clean Mar'ie Muhammad Sang Pejuang Antikorupsi dan Aktivis Kemanusiaan”, memberikan inspirasi besar. Buku-buku ini lebih dari sekadar biografi; mereka adalah sumber motivasi untuk bertindak nyata.
Dalam buku-buku tersebut, kita dapat menemukan spirit keteguhan, keberanian, dan ketulusan yang sangat relevan dalam membangun Indonesia yang bersih dan berkeadilan. Bagi siapa pun yang ingin belajar dari sosok yang tidak pernah lupa pada prinsip dan etika, kisah Mar'ie Muhammad adalah contoh yang luar biasa.
0 Komentar