
Menteri Koordinator Perekonomian Hadiri ABAC Dialogue dengan APEC Economic Leaders di KTT APEC 2025
Dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 yang berlangsung di Gyeongju, Korea Selatan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, hadir dalam acara "ABAC Dialogue with APEC Economic Leaders". Acara ini menjadi bagian penting dari pertemuan antara para pemimpin pemerintahan dan bisnis di kawasan Asia Pasifik untuk membahas arah kebijakan ekonomi regional.
Pertemuan tersebut menyajikan kesempatan bagi para peserta untuk berdiskusi mengenai isu-isu utama yang berkaitan dengan integrasi kawasan, keberlanjutan, inovasi digital, serta sektor kesehatan. Tahun ini, tema ABAC adalah “Bridge, Business, Beyond”, yang mencerminkan semangat konektivitas dan kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah dalam mewujudkan kemakmuran jangka panjang.
Fokus Utama Indonesia dalam Diskusi
Dalam sesi diskusi, Airlangga Hartarto menyampaikan tiga pesan penting terkait prioritas Indonesia dalam kerangka pembangunan ekonomi dan teknologi:
-
Digitalisasi Berbasis Manusia
Indonesia berkomitmen membangun ekosistem digital yang inklusif dan tangguh. Teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), harus tetap berfokus pada manusia. Negara ini siap bekerja sama dengan sektor usaha, termasuk anggota ABAC, dalam meningkatkan kapasitas digital, solusi keamanan siber, serta platform yang memperluas partisipasi dalam ekonomi digital. -
Pertumbuhan Berkelanjutan dan Rendah Karbon
Pemerintah Indonesia sedang membangun fondasi ekosistem kendaraan listrik dan baterai yang terintegrasi. Tujuannya adalah menciptakan industri bernilai tambah dan mendukung transisi menuju energi bersih. Indonesia juga mengundang dunia usaha untuk bermitra dalam memperluas penggunaan energi terbarukan, transportasi hijau, dan manufaktur berkelanjutan. -
Investasi Berkualitas dan Transfer Teknologi
Investasi tidak hanya sekadar aliran modal, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan transfer teknologi. Indonesia berharap dapat bekerja sama dengan ABAC dalam memastikan investasi yang berkualitas tinggi dan memberikan nilai jangka panjang bagi kawasan Asia Pasifik.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Negara
Dalam diskusi yang dipandu oleh Anindya Bakrie (ABAC Indonesia) dan Jason Chen (ABAC Chinese Taipei), Airlangga berada dalam satu kelompok bersama H.E. Lin Hsin-i, perwakilan pemimpin Chinese Taipei, Managing Director IMF Kristalina Georgieva, serta delegasi lainnya. Pertemuan ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai negara anggota APEC untuk memperkuat kerja sama lintas sektor.
Salah satu topik yang dibahas adalah sistem pelayanan kesehatan cerdas melalui kemitraan antara sektor publik dan swasta. Pengalaman dari Chinese Taipei memberikan wawasan tentang peran AI dalam membangun tahap pertumbuhan dan kolaborasi berikutnya.
Hasil dan Kesimpulan
Diskusi yang berlangsung dinamis dan produktif mencerminkan komitmen para pemimpin ekonomi anggota APEC dan ABAC untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan yang saling menguntungkan dan berorientasi masa depan. Airlangga menyampaikan apresiasi terhadap peran ABAC dalam menjembatani komunikasi antara dunia usaha dan pemerintah.
Melalui dialog ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi aktif dalam forum internasional dan memperkuat kerja sama dengan mitra strategis di kawasan Asia Pasifik.
0 Komentar