Pramono Tekankan Normalisasi Kali Ciliwung, Masih Berlanjut?

Featured Image

Proyek Normalisasi Kali Ciliwung Terus Berjalan Meski Ada Tantangan

Di wilayah Cawang, Jakarta Timur, proyek normalisasi Kali Ciliwung masih berlangsung sebagai bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam mengatasi banjir. Pantauan di lokasi pada Sabtu (1/11/2025) pukul 11.00 WIB menunjukkan dua unit ekskavator, baik besar maupun kecil, sedang tidak beroperasi. Namun, warga setempat menyatakan bahwa biasanya alat-alat ini selalu bekerja untuk proses normalisasi.

Di sepanjang pinggiran sungai, terdapat dua gundukan tanah dan sampah yang merupakan hasil pengerukan dari Kali Ciliwung. Sejumlah warga tampak sedang memancing di tepi sungai, bahkan berhasil menangkap ikan lele sepanjang 15 cm. Di Gang Ciliwung II, Kramat Jati, akses jalan yang sempit dan dalam kondisi buruk dengan banyak lubang menjadi kendala bagi masyarakat sekitar.

Di sisi lain, di Jalan Inspeksi Ciliwung, Pancoran, Jakarta Selatan, beberapa bagian pinggiran sungai telah dinormalisasi. Warga bernama Tohir (55) menjelaskan bahwa ekskavator besar sudah lama beroperasi di kawasan tersebut, sementara ekskavator kecil baru saja hadir sekitar dua pekan terakhir.

Tohir berharap agar proyek normalisasi dapat dipercepat dengan menambah alat berat. "Ekskavator besar sendirian aja naikin. Kapan kelar? Coba kalau armadanya dibanyakin," ujarnya. Menurutnya, selain sebagai upaya penanganan banjir, daerah pinggir Kali juga bisa dimanfaatkan oleh warga untuk berolahraga.

Menurut dia, jika semua wilayah seperti Cawang hingga Kalibata mengalami normalisasi, Jakarta akan lebih siap menghadapi banjir. "Kalau Jakarta ibaratnya kali sudah begini semua nih, dari sini sampai Kalibata, udah," katanya.

Gubernur DKI Pastikan Proyek Normalisasi Dilanjutkan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa proyek normalisasi Sungai Ciliwung dan Kali Krukut akan terus dilanjutkan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam mengatasi banjir yang sering melanda wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya.

Pemerintah daerah telah menyelesaikan penetapan lokasi (penlok) untuk kelanjutan proyek normalisasi di sejumlah titik yang sebelumnya tertunda. "Untuk ke depan, kami tetap akan melanjutkan normalisasi sungai. Penlok-nya sudah saya tandatangani, jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2025).

Tahap lanjutan normalisasi akan difokuskan pada sisi hilir Sungai Ciliwung dan sepanjang aliran Kali Krukut, termasuk beberapa titik rawan banjir seperti Kemang, Pela Mampang, dan Bangka. Banjir besar yang melanda wilayah Kemang Raya pada Kamis (30/10/2025) menjadi pengingat penting bahwa infrastruktur pengendali air perlu segera dibenahi.

Menurut Pramono, penyebab utama banjir tersebut adalah retakan pada tanggul di area Kemang Village yang membuat air Kali Krukut meluap ke jalan utama dan permukiman warga. "Ini jadi peringatan bagi kita semua. Kalau tanggul tidak diperbaiki dan aliran sungai tidak dinormalisasi, banjir di daerah itu akan berulang terus setiap musim hujan," tegasnya.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan sejak Kamis sore menyebabkan banjir di 54 RT, di mana 53 di antaranya berada di wilayah Jakarta Selatan. Genangan parah terjadi di Kemang, Cipete, dan Cilandak, dengan ketinggian air mencapai 160 sentimeter di beberapa titik. Jalan Raya Fatmawati juga terendam hingga menutup sebagian badan jalan di sekitar ITC Fatmawati.

Sementara itu, lampu merah di perempatan TB Simatupang–Fatmawati sempat mati akibat gangguan listrik. "Banjir malam itu disebabkan curah hujan tinggi dan meluapnya aliran Kali Krukut serta Kali Mampang," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.

0 Komentar