Tasha Berhasil Umrah Sendiri, Bukan Hanya Nekat dan Hemat

Featured Image

Pengalaman Umrah Mandiri yang Menantang dan Berharga

Umrah sering kali dianggap sebagai perjalanan spiritual yang membutuhkan bantuan dari biro travel. Namun, tidak semua orang mengikuti cara tersebut. Tasha, seorang perempuan berusia 32 tahun, memilih untuk melakukan umrah mandiri tanpa bantuan agen perjalanan. Ia mengatur segala keperluan sendiri mulai dari tiket hingga itinerary (rencana perjalanan), meskipun awalnya merasa khawatir.

Tasha memutuskan untuk melakukan perjalanan umrah mandiri pada November 2024 bersama dua temannya. Ide ini muncul di awal tahun 2024 ketika ia mulai mencari informasi melalui Google tentang bagaimana caranya melakukan perjalanan umrah sendiri. Setelah berdiskusi dengan salah satu temannya, mereka akhirnya sepakat untuk berangkat bersama.

Persiapan yang Matang Sebelum Berangkat

Menurut Tasha, riset adalah kunci utama dalam melakukan perjalanan umrah mandiri. Ia menekankan agar calon jemaah tidak terburu-buru dan benar-benar memahami kebutuhan serta kesiapan diri. "Umrah mandiri bukan untuk semua orang. Jadi lakukan riset dulu apakah kita sanggup mengurus semuanya sendiri," ujarnya.

Untuk urusan visa, Tasha dibantu oleh seorang warga lokal di Arab Saudi yang biasa membantu WNI menjalani umrah. Warga tersebut ditemukan oleh salah satu temannya yang ikut berangkat bersamanya. Selain itu, Tasha juga mempersiapkan dokumen dan tiket pesawat secara mandiri. Mereka juga membuat rencana perjalanan yang sangat rinci sebelum berangkat.

Biaya yang Lebih Hemat, Tapi Bukan Hanya Soal Murah

Salah satu keunggulan umrah mandiri adalah biaya yang bisa lebih hemat. Tasha mengatakan bahwa total biayanya kurang dari Rp 20 juta, termasuk biaya untuk jalan-jalan ke negara lain. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan sekadar mencari harga murah.

"Jangan hanya fokus pada biaya yang lebih murah. Banyak hal yang harus disiapkan," katanya. Ia menyarankan agar persiapan dilakukan sedikit demi sedikit dari jauh hari agar tidak terburu-buru dan tidak ada yang terlewat.

Tantangan dan Cerita Lucu Saat Perjalanan

Meskipun perjalanan berjalan lancar, Tasha juga menghadapi beberapa tantangan dan cerita lucu. Salah satunya adalah kehilangan air zam-zam di bandara setelah penerbangan panjang. "Kami sudah capek banget waktu itu, habis terbang berjam-jam dan sempat mampir ke gurun di Doha. Pas sampai Soetta ternyata air zam-zam kami enggak ketemu. Akhirnya baru bisa diambil besoknya," ujarnya.

Selain itu, Tasha juga pernah tersesat di area Masjidil Haram karena banyaknya pintu masuk. "Nyasar di dalam Masjidil Haram, karena pintunya kan banyak banget. Tapi enggak sampai nyasar jauh, masih aman," katanya.

Ia menyarankan penggunaan teknologi seperti Google Maps atau Google Translate untuk menghindari kesalahan. "Banyak orang Arab yang enggak bisa bahasa Inggris, dan banyak dari kita juga enggak bisa bahasa Arab. Jadi Google Translate itu penting banget," ujarnya.

Kesimpulan: Pengalaman yang Berharga

Bagi Tasha, pengalaman umrah mandiri bukan hanya tentang perjalanan spiritual, tapi juga tentang kemandirian dan rasa percaya diri. Ia menyampaikan bahwa umrah mandiri bisa dilakukan oleh siapa saja yang ingin mencoba, asalkan persiapan dilakukan dengan matang dan tidak hanya fokus pada biaya murah.

Pengalaman ini memberinya pelajaran berharga tentang bagaimana mengatur diri sendiri dan menghadapi tantangan selama perjalanan. Bagi yang ingin mencoba, Tasha menyarankan untuk mempersiapkan segalanya dengan baik dan tidak terburu-buru.

0 Komentar