Antisipasi Banjir Musim Hujan, Babinsa dan Warga Kendit Kompak Bersihkan Parit Sawah

 

SITUBONDO, GUBUKINSPIRASI.id – Menjelang puncak musim penghujan, Babinsa Koramil 0823/06 Kendit, Sertu Suherman, bersama warga Desa Kendit menggelar kerja bakti pembersihan parit di Dusun Krajan Utara RT 2 RW 2, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini digencarkan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah banjir yang kerap mengancam kawasan tersebut setiap tahun.

Sejak pagi, puluhan warga terlihat turun langsung membersihkan saluran air yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan akibat tumpukan lumpur, sampah, serta rerumputan liar. Kondisi parit yang menyempit membuat aliran air tidak lagi lancar, sehingga meningkatkan risiko luapan air saat hujan deras. Melalui kegiatan gotong royong ini, warga berharap kapasitas parit dapat kembali optimal dalam menampung debit air.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Kendit, Rudianto, yang turut hadir di lokasi. Ia menilai kerja bakti seperti ini sangat penting untuk mengurangi dampak bencana, mengingat intensitas hujan di Situbondo kerap meningkat signifikan pada akhir tahun. Menurutnya, upaya mitigasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Di sela kegiatan, Babinsa Koramil 0823/06 Kendit, Sertu Suherman, menegaskan bahwa pendampingan kepada masyarakat adalah bagian dari tugas TNI dalam menjaga keselamatan warga di wilayah binaan. Ia menilai gotong royong merupakan budaya yang harus terus hidup, terutama dalam konteks kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

“Sebagai Babinsa, kami selalu siap mendampingi dan mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Gotong royong adalah tradisi positif yang harus terus dilestarikan demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” ujarnya.

Menurut Suherman, kerja bakti ini tidak hanya memberi manfaat jangka pendek dalam memperlancar aliran air, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial antarwarga. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan banjir dimulai dari hal sederhana, yakni menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Dukungan juga datang dari perangkat desa yang melihat kegiatan ini sebagai bentuk komitmen bersama antara warga, pemerintah desa, dan Babinsa. Mereka menilai sinergi lintas unsur sangat dibutuhkan untuk meningkatkan ketahanan lingkungan. Beberapa warga bahkan mengaku siap menjadwalkan kegiatan serupa secara rutin agar kondisi parit, drainase, dan area persawahan tetap terjaga sepanjang tahun.

Selain meminimalisir banjir, kerja bakti tersebut turut berdampak pada penataan lingkungan di kawasan pemukiman. Warga memanfaatkan momentum ini untuk memangkas rumput liar, membersihkan sampah yang menumpuk, hingga memperbaiki bagian saluran air yang rusak. Upaya kecil ini diyakini dapat menekan potensi genangan air, sarang nyamuk, hingga kerusakan lahan persawahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Rudianto, Kepala Desa Kendit, menyampaikan apresiasinya kepada warga dan Babinsa yang telah berinisiatif melakukan langkah konkret menghadapi musim hujan. Ia menilai kegiatan ini sebagai contoh nyata bagaimana kerja sama antara TNI dan masyarakat dapat berdampak luas bagi keamanan dan kesehatan lingkungan. Rudianto berharap budaya gotong royong terus terjaga dan menjadi bagian dari kebiasaan warga Kendit.

Dengan terlaksananya kerja bakti ini, masyarakat berharap saluran air di wilayah mereka kembali berfungsi secara maksimal dan mampu menahan debit air tinggi saat hujan deras. Upaya preventif semacam ini dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan bencana yang muncul mendadak.

Kerja bakti di Dusun Krajan Utara menjadi bukti nyata sinergi TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus tumbuh dan mengakar kuat di Kendit sebagai bagian dari upaya menciptakan wilayah yang aman, bersih, dan tangguh menghadapi musim hujan. (*)

0 Komentar