Ayah di Aceh Tamiang Selamatkan Keluarga Saat Banjir

Featured Image

Kehidupan yang Hancur dan Perjuangan Hendra Pasca Banjir Bandang

Di tengah keterpurukan akibat banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang, Muhammad Hendra Vramenia mengalami kehilangan besar. Saat ini, ia hanya memiliki keluarga yang selamat sebagai satu-satunya sisa dari kehidupannya sebelum bencana. Rumahnya di Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru, hancur total dan tidak bisa ditempati lagi.

Pengalaman Keluarga Hendra Saat Mengungsi

Hendra dan keluarganya berhasil selamat setelah mengungsi ke lantai dua masjid Desa Kampung Dalam. Mereka bertahan selama tiga hari dalam kondisi kekurangan logistik. Awalnya, air mulai memasuki rumah mereka setelah shalat subuh pada Rabu (26/11/2025). Pada saat itu, air belum terlalu tinggi, sehingga Hendra dan keluarganya langsung berusaha menyelamatkan barang-barang dan dokumen penting.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Hendra membawa kedua anaknya dan istrinya ke rumah orangtuanya di Desa Kampung Dalam. Setelah mengevakuasi keluarganya, ia kembali ke rumah untuk menyelamatkan sisa barang. Namun, air di Desa Kampung Dalam juga meningkat, sehingga malam itu juga mereka harus mengungsi ke dalam masjid.

Kondisi yang Menyedihkan

Pada hari ketiga, kondisi di dalam masjid semakin mencekam karena logistik sudah habis. Hendra memberanikan diri untuk berenang melewati banjir mencari jalan keluar. Ia berhasil menemukan tebu dan kelapa untuk dimakan oleh anak-anak. Keesokan harinya, ia kembali berenang melewati banjir dan berhasil mendapatkan mi instan serta roti dari toko yang masih beroperasi.

Kesedihan Akhir

Kesedihan Hendra terjadi ketika anak pertamanya, Assiddiq Rafael Vramenia, tiba di depan mata setelah berjalan kaki selama dua hari dari Sekolah IT Darfaqih Qurani Aceh Timur. Saat itu, Hendra sedang membersihkan rumah ibunya di Desa Kampung Dalam. Ia langsung memberikan makanan kepada anaknya, yang tampak lemah dan lapar.

Keputusan untuk Mengungsi

Perjuangan Hendra belum berakhir. Pada Senin (3/12/2025), ia dan keluarganya memutuskan untuk pergi meninggalkan Aceh Tamiang menuju Pangkalan Susu di Kabupaten Langkat. Keputusan ini diambil karena dua anaknya yang masih kecil mulai sakit. Selain itu, kondisi Aceh Tamiang tidak kondusif dengan tidak adanya sembako dan air bersih.

Perjalanan Menuju Pangkalan Susu

Untuk menuju ke Pangkalan Susu, mereka sempat berjalan kaki selama dua jam. Akhirnya, mereka mendapat pertolongan warga yang memberikan tumpangan mobil. Hendra mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bang Fauzi, yang menolong mereka sampai ke tujuan.

Kembali ke Aceh Tamiang

Kini, kondisi fisik Hendra dan keluarganya telah pulih. Hendra bahkan memutuskan kembali ke Aceh Tamiang pada Minggu (7/12/2025) untuk membantu saudara-saudaranya yang masih bertahan di sana. Ia merasa khawatir karena banyak saudara-saudaranya yang belum mendapatkan makanan.

Hendra menjelaskan bahwa meskipun ia selamat di Pangkalan Susu, hatinya tetap memikirkan saudara-saudaranya yang masih berada di Aceh Tamiang. Ia berharap dapat membantu mereka dalam masa sulit ini.

0 Komentar