
Peninggian Rel Kereta Api di Kawasan Kaligawe Mulai Dilakukan
Pemerintah bersama PT KAI Daop 4 Semarang akan melakukan peninggian rel kereta api di kawasan Kaligawe setinggi 30 sentimeter mulai Senin malam (3/11/2025) besok. Masyarakat diminta untuk siap-siap menghindari penutupan jalan di kawasan tersebut dan mencari jalur alternatif lainnya.
Proses peninggian rel ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi banjir tahunan yang sering mengganggu operasional kereta api dan aktivitas warga di jalur utama Pantura Semarang. Selama proses peninggian rel, arus lalu lintas di sekitar perlintasan KA Kaligawe akan dialihkan. Kendaraan dari arah pusat kota menuju Genuk atau sebaliknya akan diarahkan melewati Jalan Wolter Monginsidi, kemudian Jalan Soekarno-Hatta, dan selanjutnya ke Jalan Arteri Yos Sudarso.
Langkah pengalihan arus ini diambil untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan pengguna jalan selama proyek berlangsung. Warga diminta memahami perubahan ini dan mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak kemacetan.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa peninggian jalur dilakukan dengan cara menambah batu kricak di bawah bantalan rel, kemudian dipadatkan dan dilapisi aspal kembali. Pekerjaan ini akan dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu arus kendaraan di jam padat.
Dalam beberapa pekan terakhir, genangan air di jalur antara Stasiun Tawang–Stasiun Alastua sempat mengganggu operasional kereta api. Meskipun ketinggian air kini mulai menurun, kecepatan kereta masih dibatasi demi keselamatan. Dengan adanya peninggian rel ini, PT KAI berharap risiko gangguan perjalanan akibat banjir dapat ditekan dan kecepatan KA kembali normal, sehingga waktu tempuh dan ketepatan jadwal bisa ditingkatkan.
Setelah ditinggikan, diharapkan operasional perjalanan KA tetap lancar tanpa gangguan genangan. Pihak PT KAI dan Dinas Perhubungan Kota Semarang mengimbau masyarakat menghindari kawasan Kaligawe selama masa pekerjaan berlangsung. Pengendara diharapkan mematuhi rambu pengalihan yang telah dipasang di sejumlah titik menuju Kaligawe.
Warga di sekitar lokasi juga diingatkan agar berhati-hati dan tidak melintas terlalu dekat dengan area pengerjaan yang melibatkan alat berat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, agar perjalanan kereta api tetap lancar tanpa hambatan akibat genangan air.
Sebelumnya, berdasarkan pantauan di lokasi, ketinggian air di Jalan Raya Kaligawe tercatat mulai dari 20 sentimeter (cm) dan mencapai titik tertinggi hingga 50 cm di area strategis seperti depan RSI Sultan Agung hingga Kampus Unissula. Angka ini menunjukkan kabar baik karena terjadi penurunan debit sekitar 15 cm dari laporan sebelumnya. Penurunan ini cukup untuk membuat sepeda motor dan mobil pribadi mulai berani melintas.
Namun, penurunan ini memunculkan kekhawatiran baru. Meskipun banjir tampak tidak lagi "lumpuh total," genangan air dengan ketinggian 20-50 cm, terutama di jalan yang dilintasi kendaraan berat, sangat rentan menciptakan gelombang dan berpotensi merusak mesin kendaraan roda dua maupun roda empat berkapasitas kecil. Praktis, sebagian warga tetap memilih menumpang truk atau kendaraan berat untuk berangkat kerja, guna menghindari risiko kerusakan mesin kendaraan.
0 Komentar