Mengenal Jurusan Dirasat Islamiyah UIN Jakarta dan Peluang Karier

Featured Image

Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta: Pilihan Unik untuk Pendidikan Islam Tradisional

Di tengah beragam program studi Islam yang tersedia di perguruan tinggi dalam negeri, Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menawarkan pendidikan yang berbeda. FDI menjadi satu-satunya program studi di Indonesia yang menerapkan kurikulum dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, melalui kerja sama resmi dengan lembaga tersebut.

Sejak berdirinya pada tahun 2001 sebagai transformasi dari “Program Khusus Al-Azhar”, FDI telah menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memperoleh pendidikan Islam tradisional dengan standar Timur Tengah, tetapi tetap dalam konteks Indonesia. Program ini menawarkan konsentrasi pada ilmu-ilmu keislaman klasik dan kontemporer, seperti tafsir, hadis, fikih, Ushuluddin, Bahasa dan Sastra Arab, serta komitmen pada hafalan Al-Qur’an.

Program Studi S1 dan S2

FDI menyediakan program jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2). Seluruh mata kuliah diajarkan dalam bahasa Arab, dengan bahan ajar berupa literatur klasik Islam yang harus dipahami langsung dari teks aslinya. Hal ini menjadikan proses belajar sangat intensif dan membutuhkan disiplin serta konsistensi dari mahasiswa.

Kurikulum Dirasat Islamiyah disusun berdasarkan silabus Al-Azhar, dengan penyesuaian kontekstual di Indonesia. Artinya, mahasiswa tidak hanya belajar tentang tradisi keilmuan Timur Tengah, tetapi juga memiliki perspektif Islami yang relevan dengan kondisi lokal.

Keunikan Jurusan dan Pengalaman Mahasiswa

Julukan “Al-Azhar cabang Ciputat” muncul dari mahasiswa dan kalangan pendidik karena kedekatan kurikulum FDI dengan kampus tujuan ribuan pelajar Indonesia di Mesir. Salah seorang mahasiswa, Una, mengaku awalnya mengenal jurusan ini melalui pencarian mandiri. Ia tertarik setelah membaca informasi resmi kampus dan bertanya kepada gurunya.

“Awalnya aku lihat website dan kaget ada jurusan Dirasat Islamiyah. Waktu baca kurikulumnya ternyata pakai standar Al-Azhar. Pas tanya guru, ternyata beliau juga lulusan jurusan ini. Di situ aku mulai yakin daftar,” katanya.

Bagi Una, jurusan ini menawarkan hal yang tidak ia temukan di jurusan lain, yaitu kedalaman ilmu. “Yang bikin unik itu karena semua ilmu Islam benar-benar dipelajari. Tafsir, hadis, bahasa Arab, ilmu alat, fiqh, semua lengkap. Jadi bukan cuma satu bidang saja, tapi menyeluruh.”

Tantangan Akademik dan Perkembangan Karier

Meski menawarkan ilmu mendalam, mahasiswa harus berhadapan dengan tantangan akademik yang cukup berat. Hampir semua mata kuliah diajarkan dalam bahasa Arab, dengan bahan ajar berupa literatur klasik Islam yang harus dipahami langsung dari teks aslinya. Menurut Una, metode pembelajaran ini membuat mahasiswa harus disiplin dan konsisten sejak awal semester.

“Materinya banyak banget. Satu mata kuliah cuma dua SKS, tapi isinya padat dan dalam. Belajarnya nggak bisa sistem kebut semalam, harus dicicil,” ujarnya.

Peminatan dan prospek karier juga menjadi salah satu faktor penting. Pada semester tujuh, mahasiswa dapat memilih salah satu dari tiga peminatan yang tersedia, yaitu Syariah, Ushuluddin, dan Bahasa Arab. Lulusan FDI bekerja di berbagai bidang, mulai dari dosen dan peneliti studi Islam, konsultan syariah, pegiat filantropi Islam, tenaga profesional lembaga pendidikan, pengajar bahasa Arab, penyuluh agama, atau penceramah.

Una menyebut peluang kariernya cukup terbuka, bahkan ia sudah memiliki rencana akademik ke depan. “Aku ingin lanjut S2 ke Mesir. Kalau nggak ke sana, aku daftar LPDP jurusan studi Islam. Target akhirnya pengen jadi dosen.”

Kesimpulan

Menurut Una, FDI di UIN Jakarta merupakan kampus ideal baginya. “Menurut aku kampus yang worth itu bukan cuma fasilitasnya, tapi dosennya. Kalau dosennya kompeten, disiplin, dan ngajar dengan baik, kita pasti berkembang.”

Saat ditanya apakah ia merasa Dirasat Islamiyah UIN Jakarta memenuhi harapannya, ia menjawab, “Iya. Menurut aku worth it. Kurikulumnya bagus, dosennya ahli di bidangnya, dan aku merasa ilmu yang dipelajari bermanfaat.”

0 Komentar