
Penemuan Jasad di Indekos: Kondisi Mencurigakan dan Proses Penyelidikan
Penemuan jasad seorang pria yang terbungkus plastik di dalam kamar indekos di Jalan Untung Suropati, Bandar Lampung, memicu kegundahan masyarakat. Menurut informasi yang diperoleh, korban diduga mengalami masalah keuangan dan sempat mengaku menjadi korban pencopetan. Hal ini disampaikan oleh salah satu penghuni indekos yang juga menjadi saksi mata, Anas (23).
Anas menjelaskan bahwa korban masuk ke kamar indekos pada hari Kamis siang dan seharusnya keluar pada hari Jumat. Namun, ketika pintu diketuk, tidak ada respons dari dalam. Kecurigaan mulai muncul saat ia melihat dari ventilasi dan menemukan sepatu di dalam kamar. Saat pintu dibuka dengan kunci cadangan, ternyata tidak bisa dibuka.
Karena merasa curiga, Anas kemudian menggunakan kamera ponsel untuk melihat melalui celah ventilasi. Ia melihat kaki korban berada di atas tempat tidur, sementara lampu kamar dalam keadaan mati. Akhirnya, kamar didobrak dan korban ditemukan sudah tidak bernyawa.
Pemilik bengkel motor di dekat indekos, Agus Sutiyono, menduga korban meninggal akibat pembunuhan. Menurutnya, kondisi kamar terlihat berantakan dan tangan korban tampak terikat di belakang tubuhnya. Selain itu, korban ditutup plastik di bagian wajah dan tempat tidur dalam keadaan acak-acakan.
Agus menyebutkan bahwa indekos tersebut menyewakan delapan kamar dengan sistem harian hingga tahunan. Sebelumnya, sering terlihat orang tak dikenal yang keluar-masuk indekos tersebut.
Gatot, ketua RT setempat, membenarkan penemuan jasad pria di indekos dalam kondisi kepala tertutup plastik. Ia mengaku mendapat informasi dari warga dan segera mendatangi lokasi kejadian. “Saya intruksikan kepada mereka agar tidak mendekat dan tidak memegang barang apa pun di sana sampai polisi datang,” ujarnya.
Menurut Gatot, korban belum lama menghuni indekos tersebut. Dari informasi yang diperoleh, korban bekerja sebagai pengemudi ojek online. Informasi dari ibu kos menyebutkan bahwa korban baru masuk ke kamar tersebut hari Kamis (5/2). Namun, asal usul korban masih belum diketahui secara pasti.
Polisi Masih Selidiki
Polresta Bandar Lampung masih melakukan penyelidikan terkait penemuan jasad pria dengan kepala terbungkus plastik di sebuah indekos. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban belum diketahui. Peristiwa menggegerkan terjadi di sebuah indekos Jalan Untung Suropati, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Warga dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad di dalam kamarnya. Yang lebih mengagetkan lagi, jasad pria tersebut ditemukan dalam kondisi kepala terbungkus plastik yang direkatkan dengan lakban. Belum diketahui apakah pria itu sengaja mengakhiri hidup atau menjadi korban pembunuhan.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan, korban bernama Hindrajaja (61), warga Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten. Menurut Gigih, ditemukan luka lebam di wajah korban. Luka lebam tersebut masih didalami untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Ditemukan luka lebam di bagian wajah. Namun, apakah korban meninggal akibat penganiayaan atau sebab lain, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” kata Gigih kepada Tribun Lampung, Minggu (8/2/2026).
Gigih menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI) serta memperdalam keterangan para saksi. “Korban berada di kamar sendirian. Kami mengimbau agar tidak ada asumsi liar, karena proses penyelidikan masih berjalan,” tegasnya seraya menyatakan Polresta Bandar Lampung masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Pasca penemuan jasad di indekos, tim inafis Polresta Bandar Lampung melakukan olah TKP. Dalam olah TKP yang berlangsung selama sekitar empat jam itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Dari pantauan di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti dan dimasukkan ke dalam plastik. Beberapa di antaranya berupa kotak sampah di dalam kamar korban, tas, serta beberapa bungkus sisa makanan.
Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung untuk menjalani visum luar. “Sementara jenazah kami bawa ke RSUD Abdul Moeloek untuk dilakukan visum luar guna mengetahui apakah korban merupakan korban pembunuhan atau bukan,” tambah Gigih.
0 Komentar