Mahasiswa Untan Kembangkan Desa Lambau Jadi Sentra Melon dan Bandeng

Mahasiswa Untan Kembangkan Desa Lambau Jadi Sentra Melon dan Bandeng

Potensi Budidaya Ikan Bandeng di Desa Lambau

Desa Lambau terletak di daerah pesisir pantai utara Kecamatan Jawai Sambas, Kalimantan Barat. Selain sebagai desa penghasil kelapa, desa ini memiliki potensi besar lain yang bisa dikembangkan. Salah satunya adalah budidaya ikan bandeng. Sejak setahun lalu, masyarakat mencoba melakukan budidaya bandeng. Jika berhasil, Desa Lambau bisa menjadi sentra penghasil bandeng.

Muhamad Yani Melik, Kepala Desa Lambau Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas, menjelaskan berbagai tantangan dan potensi yang ada di desa pesisir pantai utara ini. Mulai dari minimnya akses air bersih hingga potensi yang menurutnya bisa dikembangkan. Menurutnya, kondisi geografis Desa Lambau berada di tepian garis pantai dengan sumber air payau dari pantai. Hal ini cocok untuk mengembangkan tanaman sektor pertanian dan budidaya perikanan.

Pada tahun lalu, Yani dan warga desa melakukan pengembangan budidaya melon dan pemeliharaan ikan bandeng dan nila. Semua berjalan sesuai rencana. Ikan bandeng dan nila hidup di ekosistemnya. Begitu pula dengan melon. Buahnya tumbuh subur. Namun ketika bulan 12 menyapa, sebagian daerah Desa Lambau terendam banjir rob. Tanaman melon yang hampir masuk masa panen terpaksa mati. Sebagian buah besar namun belum siap panen, terpaksa dipetik. Terlebih ikan bandeng dan nila di kolam, berhamburan keluar dari kolam.

Padahal sedikit lagi masa panen. “Tantangannya memang alam, setiap bulan 12 (desember) di Desa ini banjir besar,” kenang Yani. Di tahun ini, dia akan mencoba melakukannya lagi. Buah melon yang berbuah rasanya manis. Padahal tumbuh di tanah dengan kondisi air payau yang terinterupsi air laut. Untuk ikan bandeng, menurutnya Desa Lambau memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Hanya saja, tantangannya memang masalah alam. Tetapi ini bisa dicarikan solusi. Caranya, sebelum bulan Desember tiba, ikan bandeng di dalam kolam terlebih dulu di panen.

Bantuan enam ribu bibit ikan bandeng dan nila dari program PPM Fisip Untan ini betul-betul membantu. Teman-teman mahasiswa bisa membaca kebutuhan desa. Selain itu, terdapat dua program lagi dari PPM ini. Dimana mahasiswa PPM berkolaborasi dengan PKK Lambau untuk pengembangan tanaman toga. Total ratusan bibit dari berbagai jenis diberikan. Mulai dari jahe, bawang dayak, jerangau dan lainnya.

“Yang terakhir, bersama mahasiswa membuat plang penanda RT. Total ada 15 plang,” ungkapnya. Di tempat sama Dosen Pembimbing PPM magister Fisipol Untan, Prof Dr Fatmawati mengatakan terdapat tiga program kolaborasi mahasiswa PPM dengan masyarakat Desa Lambau. Pertama bantuan enam ribu bibit ikan nila dan bandeng, lalu kolaborasi mahasiswa bersama PKK untuk tanaman toga dan bantuan pembuatan 15 plang penanda RT di sana.

Menurutnya, program ini tepat sasaran. Sebab sebelum mahasiswa datang terlebih dulu mahasiswa berkoordinasi dengan kepala desa. Tujuannya untuk mendengar apa saja kebutuhan warga desa di sini. Tujuan PPM sendiri, untuk mengimplementasikan ilmu serta bagaimana mahasiswa bisa berkontribusi baik melalui pemikiran dan ide untuk kegiatan bermanfaat dan kemajuan buat desa ke depan.

Wira salah satu mahasiswa PPM di Desa Lambau justru mendorong Desa Lambau untuk pengembangan ikan bandeng. Menurutnya kondisi geografisnya cocok untuk budidaya ikan bandeng. Tantangan pemeliharaan bandeng hanya satu. Yaitu alam. Dimana setiap bulan Desember air laut pasang. Jika pengembangan budidaya bandeng berhasil, ke depan Lambau bisa menjadi sentra penghasil bandeng. Tidak hanya bisa menjual bandeng segar. Bandeng presto juga bisa diproduksi di sini.

Untuk mewujudkan itu perlu dilakukan kolaborasi melibatkan lintas sektor. Pelatihan cara membuat bandeng presto ke depan mesti menjadi target. “Kalau Lambau ada bandeng presto, ini juga bisa menambah pemasukan BUMDes. Jika pasarnya bisa besar, artinya ke depan Kalbar juga memiliki satu lagi oleh-oleh khas yang bisa dibawa wisatawan. Yaitu bandeng presto asal Desa Lambau,” tutupnya.

Program Kolaborasi Mahasiswa PPM dengan Masyarakat Desa Lambau

Berikut beberapa program yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa PPM bersama masyarakat Desa Lambau:

  • Bantuan bibit ikan: Mahasiswa PPM memberikan bantuan enam ribu bibit ikan bandeng dan nila.
  • Pengembangan tanaman toga: Mahasiswa PPM bekerja sama dengan PKK Lambau untuk pengembangan tanaman toga. Total ratusan bibit dari berbagai jenis diberikan. Mulai dari jahe, bawang dayak, jerangau dan lainnya.
  • Pembuatan plang penanda RT: Mahasiswa PPM bersama masyarakat membuat 15 plang penanda RT di Desa Lambau.

Program-program ini merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa PPM dengan masyarakat Desa Lambau. Tujuannya adalah untuk mengimplementasikan ilmu serta memberikan kontribusi melalui pemikiran dan ide untuk kegiatan bermanfaat dan kemajuan desa ke depan.

Tantangan dan Solusi dalam Budidaya Ikan Bandeng

Meskipun Desa Lambau memiliki potensi besar dalam budidaya ikan bandeng, tantangan utamanya adalah masalah alam. Setiap bulan Desember, air laut pasang sehingga menyebabkan banjir rob. Ini dapat merusak hasil budidaya ikan bandeng dan melon. Namun, solusi telah ditemukan. Salah satunya adalah memanen ikan bandeng sebelum bulan Desember tiba.

Selain itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pengembangan ikan bandeng. Pelatihan cara membuat bandeng presto juga menjadi target ke depan. Jika hal ini berhasil, Desa Lambau dapat menjadi sentra penghasil bandeng dan bandeng presto. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemasukan BUMDes, tetapi juga memberikan oleh-oleh khas Kalimantan Barat yang dapat dibawa wisatawan.


0 Komentar