TMMD ke-127 Situbondo Dukung Ketahanan Pangan, Satgas Turun ke Sawah Tanam Padi Inpari di Lahan 1 Hektare

SITUBONDO – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digelar Kodim 0823/Situbondo. Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur desa, Satgas TMMD kali ini menyasar sektor pertanian dengan melakukan penanaman padi jenis Inpari di lahan milik H. Tapuk seluas kurang lebih satu hektare, Sabtu (14/02/2027).

Sejak pagi hari, anggota Satgas TMMD bersama warga setempat turun langsung ke area persawahan. Dengan mengenakan pakaian lapangan, para prajurit TNI tanpa ragu ikut menginjak lumpur, menanam bibit padi satu per satu secara gotong royong bersama petani. Kebersamaan yang terjalin di tengah hamparan sawah tersebut menjadi gambaran nyata sinergi TNI dan rakyat dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Penanaman padi Inpari ini menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD ke-127 Kodim 0823/Situbondo yang bertujuan memperkuat pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Program TMMD tidak hanya membangun jalan, jembatan, atau fasilitas umum lainnya, tetapi juga hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di wilayah pedesaan.

Jenis padi Inpari dipilih karena dikenal memiliki produktivitas yang baik serta relatif tahan terhadap beberapa kondisi lingkungan tertentu. Dengan penanaman di lahan seluas satu hektare tersebut, diharapkan hasil panen mendatang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi beras di wilayah Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo.

Pemilik lahan, H. Tapuk, mengaku bersyukur dan mengapresiasi keterlibatan Satgas TMMD dalam membantu proses tanam padi di sawahnya. Ia menilai kehadiran anggota TNI memberikan semangat baru bagi para petani sekaligus mempercepat proses tanam yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Dengan adanya bantuan tenaga dan pendampingan dari Satgas TMMD, pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat selesai. Semoga hasil panennya nanti juga melimpah dan membawa berkah bagi kami,” ujar H. Tapuk.

Sementara itu, Serda Taufik dari Armed 8 Udadhata Yudha yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-127 membenarkan bahwa seluruh personel satgas turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan langsung di sawah merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami bersama masyarakat turun langsung ke sawah meskipun harus berjibaku dengan lumpur. Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Kami ingin petani semakin termotivasi dalam mengelola lahan pertanian mereka,” ungkap Serda Taufik.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Interaksi langsung di lapangan menciptakan komunikasi yang lebih dekat dan membangun rasa saling percaya antara prajurit dan warga.

Program TMMD ke-127 Kodim 0823/Situbondo memang dirancang sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam mendorong percepatan pembangunan desa. Selain sasaran fisik seperti pembangunan infrastruktur, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan, pendampingan, dan dukungan sektor pertanian menjadi bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Di tengah tantangan global terkait ketersediaan pangan, dukungan terhadap petani lokal menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas produksi beras. Kegiatan penanaman padi Inpari di lahan H. Tapuk ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menjadi contoh semangat kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Situbondo.

Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, Satgas TMMD ke-127 berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Kehadiran TNI di sawah bersama petani menjadi simbol bahwa pembangunan desa membutuhkan kerja sama semua pihak. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan ketahanan pangan di Situbondo semakin kuat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat luas. (*)

0 Komentar