
Peningkatan Trafik Kendaraan di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Jelang Mudik Lebaran 2026
Kendaraan yang melintasi ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar mulai menunjukkan peningkatan volume lalu lintas menjelang periode mudik Lebaran 2026. Hal ini menjadi indikasi awal bahwa masyarakat mulai memanfaatkan jalan tol sebagai jalur utama perjalanan.
Plt Operation Manager PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, Andri Dewantoro, menyampaikan bahwa berdasarkan data volume lalu lintas (VLL), jumlah kendaraan yang masuk ke ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar pada 11–12 Maret 2026 mencapai 70.948 kendaraan. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 33 persen dibandingkan dengan volume lalu lintas pada hari normal.
Menurut Andri, peningkatan trafik ini menjadi tanda awal pergerakan masyarakat yang mulai memanfaatkan jalan tol sebagai jalur utama perjalanan menjelang momentum arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. PT Bakauheni-Terbanggi Besar Toll terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan volume kendaraan di ruas tol tersebut guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Selain itu, pihak pengelola juga menyiapkan berbagai langkah operasional guna mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan selama periode mudik Lebaran 2026. Sebelumnya, pengelola ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar menyatakan kesiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Berbagai langkah disiapkan untuk memastikan kelancaran lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan selama periode angkutan Lebaran.
Direktur PT Bakauheni-Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia, mengatakan hingga H-11 Lebaran kesiapan operasional ruas tol tersebut telah mencapai 99,9 persen. "Seluruh pekerjaan perbaikan mayor sudah diselesaikan sehingga ruas tol siap melayani pemudik," ujarnya saat konfrensi pers di kantor HKAAston, Gerbang Tol Kota Baru, Kamis (12/3/2026).
Berdasarkan data nasional yang disampaikan Polri, pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,9 juta orang. Angka ini diperkirakan turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut juga diperkirakan berdampak pada volume kendaraan di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar.
Sebagai gambaran, pada periode angkutan Lebaran 2025 tercatat sebanyak 1.005.654 kendaraan melintas di ruas tol tersebut, atau turun sekitar 0,06 persen dibandingkan tahun 2024. Adapun periode arus mudik diprediksi berlangsung pada 14–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Untuk menjaga kondisi jalan tetap aman selama mudik, pengelola menyiagakan tim pothole, stok material coldmix, serta tim taskforce penanganan genangan dan aquaplaning di sejumlah titik rawan. Di sisi pelayanan transaksi, pengelola juga menambah personel di Gerbang Tol Bakauheni untuk membantu kelancaran transaksi. Mobile reader turut disiapkan untuk mempercepat transaksi jika terjadi peningkatan volume kendaraan.
Selain itu, disediakan lajur khusus bagi kendaraan dengan saldo uang elektronik tidak mencukupi agar tidak menghambat kendaraan lain. Selama periode mudik, pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas juga akan diberlakukan mulai 13 hingga 29 Maret 2026 berdasarkan surat keputusan bersama (SKB). Kendaraan sumbu tiga yang tidak mengangkut kebutuhan pokok, logistik, sandang pangan, maupun bantuan bencana akan diputarbalikkan.
Sejak 7 Maret 2026, pengelola tol bersama Polres Lampung Selatan juga telah melakukan penertiban kendaraan sumbu tiga di area parkir Rest Area Km 49, Km 33, dan Km 20. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kapasitas parkir tetap tersedia bagi kendaraan pemudik.
Selain itu, pengelola juga meningkatkan pelayanan di rest area dengan menambah petugas kebersihan, mengoperasikan toilet semi permanen, serta menyediakan posko keamanan kepolisian, posko kesehatan, dan posko ASDP. Fasilitas bengkel resmi juga tersedia di Rest Area Km 49 A bagi pengguna jalan yang mengalami kendala kendaraan.
Pengelola juga menambah dua SPBU baru di Rest Area Km 49 B dan Rest Area Km 20 A yang kini telah beroperasi. Selama periode mudik dan balik Lebaran, pengelola tol juga akan melaksanakan Operasi Simpatik Microsleep di sejumlah rest area untuk mengimbau pengguna jalan beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk.
Informasi kondisi lalu lintas juga dapat diakses melalui aplikasi ASTOLL yang terhubung dengan CCTV di sepanjang ruas tol. Untuk layanan darurat, pengelola menyediakan dua unit kendaraan towing dan sembilan unit kendaraan derek berkapasitas 5 hingga 25 ton yang dapat digunakan secara gratis oleh pengguna jalan.
Selain itu, pada periode angkutan Lebaran tahun ini juga diberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen. Diskon berlaku pada arus mudik tanggal 15–16 Maret 2026 untuk perjalanan satu arah dari Gerbang Tol Bakauheni Selatan menuju Gerbang Tol Kayu Agung. Sedangkan pada arus balik berlaku pada 26–27 Maret 2026 untuk perjalanan satu arah dari Gerbang Tol Kayu Agung menuju Gerbang Tol Bakauheni Selatan.
Sebagai langkah mitigasi kemacetan menuju Pelabuhan Bakauheni, sejumlah rest area juga disiapkan sebagai lokasi delay system kendaraan. Rest area yang disiapkan antara lain Rest Area Km 87, Km 49, Km 33, dan Km 20. Pengaturan ini bertujuan untuk mengendalikan arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni selama periode mudik Lebaran.
0 Komentar