Abdurrohman Sediakan 500 Kg Daging Segar di Pasar Manggar

Abdurrohman Sediakan 500 Kg Daging Segar di Pasar Manggar

Aroma Daging Sapi Segar di Pasar Manggar

Di tengah hiruk-pikuk pasar pagi, aroma khas daging sapi yang baru dipotong menyebar di antara lorong Pasar Manggar Kabupaten Belitung Timur. Suara tawar-menawar mulai terdengar dari sejumlah lapak yang didatangi pembeli sejak pagi hari.

Di salah satu sudut pasar, Abdurrohman (30) berdiri di balik meja beton tempat ia menjajakan daging sapi segar. Potongan daging berwarna merah cerah yang tergantung di hadapannya menandakan daging tersebut baru saja dipotong. Tidak tampak kotak pendingin atau tumpukan es di lapaknya. Abdurrohman memang memilih tidak menjual daging beku.

“Daging segar ada. Kita memang fokusnya di daging sapi segar,” ujarnya. Menurut Abdurrohman, distribusi daging beku di Belitung Timur belakangan semakin ramai. Bahkan, kata dia, jumlah peminatnya kini hampir seimbang dengan pembeli daging segar di pasar.

Meski demikian, ia tetap mempertahankan usahanya menjual daging sapi segar yang didatangkan dari pemasok ternak. “Kalau sapi hidupnya kita tunggu dari supplier, ada dari Tanjung. Itu yang kita potong dan jual segar di sini,” katanya.

Ia tidak menampik bahwa keberadaan daging beku turut memengaruhi penjualan daging segar di pasar. Namun menurutnya kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari pilihan ekonomi masyarakat.

Saat ini Abdurrohman menjual daging sapi segar dengan harga sekitar Rp165 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram. Harga tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan daging beku yang dijual sekitar Rp120 ribu per kilogram.

“Kalau disebut berdampak, ya berdampak terutama untuk pembeli kelas menengah ke bawah. Karena daging beku itu bisa menekan harga, jadi ada pilihan yang lebih ekonomis,” ujarnya.

Meski begitu, ia yakin daging segar tetap memiliki pasar tersendiri. “Orang itu ada selera masing-masing. Ada yang suka kopi, ada yang suka teh. Yang pengin barang bagus, yang segar, ya pilih yang ini meskipun harganya memang mahal,” katanya.

Menjelang Idulfitri, Abdurrohman menyiapkan stok sekitar 500 kilogram daging sapi segar. Jumlah tersebut tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan biasanya habis terjual menjelang hari raya. “Stok paling sekitar setengah ton, 500 kilo. Sama saja dengan tahun kemarin, dan biasanya habis,” ujarnya.

Di sela kesibukannya melayani pembeli, Abdurrohman menyimpan harapan sederhana bagi perkembangan peternakan lokal. “Semoga sapi cepat banyak di Belitung, biar enggak perlu kirim daging beku lagi. Jadi semuanya kembali ke daging segar,” ucapnya.

Di tengah hiruk pikuk pasar pagi itu, Abdurrohman kembali mengasah pisaunya, bersiap melayani pembeli berikutnya yang datang mencari daging untuk kebutuhan lebaran.

Pengawasan Pemerintah Terhadap Daging Beku

Pemerintah daerah memastikan pengawasan terhadap peredaran daging beku menjelang Idulfitri. Kepala Bidang Pengendalian Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Kurniadi, mengatakan pihaknya akan memantau distribusi di sejumlah ritel.

“Daging beku itu ada di ritel-ritel, nanti kami akan melakukan pengawasan melekatlah ke teman-teman Hypermart serta yang menjual daging beku,” kata Edi. Berdasarkan data Disperindag, stok daging beku di wilayah tersebut sekitar 1.004 kilogram dengan harga berkisar Rp151 ribu per kilogram. Pemerintah juga akan memeriksa kualitas produk yang beredar di pasaran.

Meski begitu, Edi menyebut masyarakat masih cenderung memilih daging sapi segar untuk kebutuhan lebaran. “Sebenarnya, daging yang paling dibutuhkan itu daging segar. Memang kalau secara harga ada kenaikan sedikit dari Rp135 ribu sampai Rp140 ribu per kilogram,” ujarnya.

Ia memastikan ketersediaan sapi potong di Bangka Belitung masih mencukupi, dengan stok sekitar 1.600 ekor. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. “Belanja seperlunya, tidak perlu panik dengan stok daging sapi segar karena sudah sangat cukup. Kami juga tetap kontrol harga di pasar,” kata Edi.

Tips Memilih Daging Beku yang Baik

Dokter hewan, Correy Wahyu Adi mengatakan masyarakat perlu mengetahui dan tips dalam memilih daging beku yang baik untuk dikonsumsi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

“Pilih yang dijual di tempat berpendingin dengan suhu di bawah 0 derajat celcius. Lalu periksa juga label masa berlakunya,” kata Wahyu Adi. Meskipun beku, kata Wahyu Adi, warnanya tidak sampai kehitaman kecuali bagian organ dalam atau jeroan.

Menurutnya, perputaran stok daging beku di toko frozen food yang relatif cepat habis karena harganya lebih murah dibandingkan daging segar. Penjual daging beku biasanya sudah memahami proses penyimpanan. Mereka tidak mau mengambil risiko menjual di lapak yang tidak berpendingin, karena daging akan cepat rusak, berbau, dan mengundang lalat.

Terdapat perbedaan dalam proses memasak antara daging segar dan daging beku, meskipun perbedaan nutrisi di antara keduanya tidak terlalu signifikan. “Untuk daging beku butuh waktu untuk proses thawing atau pencairan sebelum dimasak, sedangkan daging segar bisa langsung diolah,” kata Wahyu Adi.

Untuk kandungan protein dan nutrisi daging beku mungkin sedikit berkurang sekitar 10 persen hingga 20 persen karena proses penyimpanan yang lama, terutama jika berasal dari luar daerah seperti Jakarta atau Jawa Barat yang menempuh perjalanan jauh ke Bangka.

“Masyarakat agar tidak hanya tergiur harga murah ketika membeli daging beku. Untuk daging beku, pastikan kondisinya tetap dingin saat dibeli,” kata Wahyu Adi.

0 Komentar