Peningkatan Arus Mudik di Pelabuhan Ferry Gorontalo
Arus mudik penumpang di Pelabuhan Ferry Gorontalo mengalami peningkatan menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Pelabuhan yang terletak di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menjadi jalur transportasi utama bagi masyarakat yang ingin menyeberang ke wilayah Sulawesi Tengah.
Kapal yang melayani rute ini adalah KMP Moinit yang berangkat dari Gorontalo menuju Pelabuhan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Sejak Kamis sore hingga malam, calon penumpang terlihat datang silih berganti untuk menunggu keberangkatan kapal menuju berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
Meski hujan mengguyur Kota Gorontalo, para penumpang tetap berdatangan. Beberapa di antaranya bahkan sudah menunggu buka puasa di pelabuhan tersebut. Amatan Tribun Gorontalo pada malam hari menunjukkan sejumlah penumpang duduk di ruang tunggu sambil membawa tas dan barang bawaan. Sementara itu, sebagian lainnya berdiri di sekitar loket tiket untuk memastikan jadwal keberangkatan kapal.
Meski belum terlalu padat, aktivitas di pelabuhan mulai menunjukkan tanda-tanda meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Salah satu penumpang yang mudik ke Sulawesi Tengah adalah kakak beradik Eka Widya Wahyuni (22) dan Aulia Faradina Usman (19), yang berencana mudik ke Toili.
Kedua mahasiswa Gorontalo ini datang ke pelabuhan setelah waktu magrib untuk menunggu keberangkatan kapal menuju Pagimana. “Kami datang setelah magrib. Biasanya memang mudik lewat sini setiap tahun,” kata Eka. Ia mengatakan perjalanan menggunakan kapal laut sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka. Menurutnya, pelayanan di pelabuhan cukup baik sehingga perjalanan terasa nyaman. “Kami sudah biasa dengan ombak, jadi tidak mabuk laut,” ujarnya.

Persiapan ASDP Indonesia untuk Angkutan Lebaran
Kepala Wasatpel Pelabuhan Ferry Gorontalo, Deni Abdul, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan lebaran. Menurutnya, posko angkutan Lebaran akan mulai dibuka secara serentak pada Jumat 13 Maret 2026 hingga 30 Maret 2026.
“Untuk persiapan angkutan Lebaran, kami sudah menerima surat dari pusat bahwa pembukaan posko dimulai 13 Maret dan berakhir pada 30 Maret 2026,” ujar Deni saat ditemui wartawan di Pelabuhan Ferry Gorontalo.
Ia mengatakan, saat ini peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat meski belum signifikan. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi sekitar tiga hari menjelang Lebaran. “Kami perkirakan mungkin di H-3 akan menjadi puncak arus mudik,” katanya.
Pihak PT ASDP Indonesia Ferry akan memberlakukan sistem double trip mulai 15 Maret 2026. Double trip merupakan sistem penambahan frekuensi perjalanan kapal dalam satu hari, di mana kapal yang biasanya hanya melakukan satu kali perjalanan pulang pergi akan melakukan dua kali perjalanan dalam sehari.

Melalui sistem tersebut, kapal akan melakukan perjalanan pulang pergi setiap hari untuk menambah kapasitas angkut penumpang. “Mulai 15 sampai 20 pihak ASDP akan melakukan double trip. Jadi kapal berangkat malam dari Gorontalo, tiba pagi, kemudian hanya melakukan embarkasi sekitar satu sampai dua jam lalu berangkat lagi,” jelasnya. Setelah tiba di Gorontalo pada malam hari, kapal akan kembali melanjutkan perjalanan dengan pola yang sama hingga masa posko angkutan Lebaran berakhir.
Menurut Deni, kebijakan ini diambil berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya ketika jumlah penumpang meningkat tajam saat musim mudik. Ia menjelaskan bahwa kapasitas penumpang kapal tetap mengikuti ketentuan Surat Keputusan Keselamatan Pelayaran Kapal (SKKP). “Misalnya KMP Moinit sesuai SKKP kapasitasnya 420 orang. Tahun-tahun sebelumnya pada momen tertentu bisa ditambah sampai 525 penumpang. Tahun ini tidak ada lagi penambahan, tetap sesuai SKKP yaitu 420 penumpang,” ungkapnya.
Kebijakan Pembelian Tiket dan Pengamanan
Penambahan frekuensi perjalanan kapal melalui sistem double trip diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan penumpang. “Kami khawatir jangan sampai ada pemudik yang tertinggal. Dengan double trip ini mudah-mudahan semua penumpang bisa terlayani,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan untuk memprioritaskan pemudik selama masa angkutan Lebaran. Kendaraan logistik tertentu akan dibatasi, namun kendaraan yang membawa kebutuhan pokok tetap diperbolehkan menyeberang. “Memang ada edaran dari Kementerian Perhubungan untuk mengutamakan pemudik. Kendaraan logistik tertentu dibatasi, tetapi kendaraan yang membawa sembako tetap diperbolehkan karena masyarakat di daerah tujuan juga membutuhkan pasokan,” jelasnya.
Deni Abdul mengungkap adanya perubahan kebijakan dalam pembelian tiket kapal. Jika sebelumnya satu orang dapat membeli banyak tiket. Kini jumlah pembelian tiket dibatasi untuk menghindari penumpukan atau praktik percaloan. “Sekarang satu orang hanya bisa membeli empat tiket saja. Untuk VIP juga hanya empat tiket per orang,” katanya.
Langkah ini diambil sebagai upaya mengantisipasi keluhan masyarakat yang sebelumnya sempat viral terkait sulitnya mendapatkan tiket. Selain itu, pihak ASDP juga berencana menambah kapasitas kelas VIP di kapal. Jika sebelumnya hanya tersedia sekitar 40 kelas, ke depan jumlahnya akan ditingkatkan hingga lebih dari 100 kelas. “Ini menjadi kabar baik bagi penumpang yang sering berebut kelas VIP. Insya Allah ke depan akan ditambah,” ujarnya.
Deni juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan penjualan tiket kapal yang marak terjadi melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa pembelian tiket secara daring hanya berlaku untuk kelas ekonomi. Sementara tiket kelas bisnis dan VIP harus dibeli langsung di loket resmi pelabuhan. “Sering ada penipuan yang mengatasnamakan penjualan tiket, misalnya lewat Facebook menawarkan tiket VIP secara online. Itu tidak benar,” tegasnya. Ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh tawaran tiket dari pihak yang tidak resmi. “Untuk tiket online hanya kelas ekonomi. Sementara bisnis dan VIP wajib dibeli langsung di loket,” pungkasnya.
0 Komentar