Dorong Ekspor Jasa, Mendag Bantu Sekolah Djarum Foundation Ikut Bisnis Matching


Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi sekolah vokasi Djarum Foundation di Kudus, Jawa Tengah, dalam mengikuti kegiatan business matching. Tujuannya adalah untuk mendorong ekspor jasa dari Indonesia.

Budi menjelaskan bahwa hingga saat ini, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mencatat pertumbuhan ekspor barang yang terus meningkat. Namun, ia mengakui bahwa kontribusi sektor jasa masih belum signifikan terhadap kinerja ekspor nasional. Ia menunjukkan bahwa kontribusi nilai jasa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hanya sebesar 43,8%. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa masih ada peluang besar untuk meningkatkan peran sektor jasa dalam PDB nasional.

Kunjungan Budi dilakukan setelah ia mengunjungi tiga sekolah menengah kejuruan (SMK) binaan Djarum Foundation yang memiliki spesialisasi berbeda-beda. Di antaranya, SMK Raden Umar Said yang fokus pada animasi, SMK NU Banat yang bergerak di bidang tata busana, serta SMK Wisudha Karya yang berkecimpung dalam jasa keahlian.

Sekolah-sekolah tersebut menerapkan pembelajaran berbasis teaching factory. Hal ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat langsung dalam pekerjaan dengan standar industri. Budi menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah mencari pasar agar jasa para generasi muda di Kudus dapat bersaing secara global.

Sebagai langkah selanjutnya, Kemendag akan memfasilitasi presentasi daring antara sekolah vokasi dan 46 perwakilan perdagangan (Perwadag) RI. Tujuannya adalah membantu pemasaran ke luar negeri. Perwadag akan mencari pembeli dan kemudian mempertemukan secara daring melalui business matching.

Langkah pitching dengan Perwadag RI ditargetkan bisa membuka peluang ekspor jasa, terutama jasa bisnis seperti gim, animasi, e-commerce, MICE, hingga desain.

Djarum Foundation Berperan dalam Pengembangan Ekonomi di Kudus

Melalui program transformasi sekolah vokasi, hingga 2025, Djarum Foundation telah memperkuat sekitar 63.000 lulusan dengan keterampilan praktis, termasuk di bidang animasi dan desain fesyen. Program Manager Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah memperkuat pasokan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan industri, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat di Kudus dan sekitarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi upaya utama selama 15 tahun terakhir. Upaya ini diiringi dengan pelatihan untuk pengajar serta dukungan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Hasilnya, para lulusan SMK binaan Djarum Foundation merasakan dampak ekonomi setelah bekerja. Hingga saat ini, mereka mendapatkan pekerjaan yang layak baik di dalam maupun luar negeri. Jika bekerja di dalam negeri, Djarum Foundation memastikan para lulusan ditempatkan di perusahaan yang bonafide dengan fasilitas yang baik.

Didikan selama bersekolah juga berhasil membuka banyak peluang bagi siswa untuk bekerja di luar negeri. Tahun depan saja, Djarum Foundation akan memberangkatkan sekitar 600 lulusan untuk bekerja di Jepang. Targetnya, penghasilan mereka mencapai dua kali lipat dari upah minimum regional (UMR) setempat atau setidaknya lebih tinggi dari sarjana.

Meskipun begitu, Galuh menyebut bahwa langkah ini tidak luput dari tantangan. Ia bercerita, beberapa lulusan setelah bekerja mengalami perubahan perilaku konsumsi, seperti membeli smartphone seri terbaru atau barang lain yang belum mendesak. Sebelum bekerja, Galuh mengestimasi mereka hanya memiliki uang sekitar Rp 300.000-Rp 500.000 per bulan dari orang tua.

Untuk mengatasi hal ini, Djarum Foundation turut memfasilitasi pelajaran literasi finansial (financial literacy) bagi siswa sebelum lulus dan mulai bekerja. Dengan demikian, para siswa dapat belajar menyusun perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, Galuh menambahkan bahwa pihaknya juga mengajarkan prinsip-prinsip ekonomi kepada para siswa.

Galuh berharap ke depan, Djarum Foundation dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap ekspor jasa melalui SDM dari para lulusan SMK binaan.

0 Komentar