Ekspedisi Gorontalo Banjir Pesanan, Kurir Antar 200 Paket Harian

Lonjakan Pengiriman Paket di J&T Drop Point Dungingi Menjelang Lebaran 2026

Menjelang Lebaran 2026, aktivitas pengiriman paket di J&T Drop Point Dungingi, Gorontalo, mengalami lonjakan signifikan. Jumlah paket yang diterima dan dikirimkan meningkat hampir dua kali lipat dibanding hari biasa. Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam berbelanja kebutuhan Lebaran secara daring.

Peningkatan Volume Pengiriman

Admin J&T Drop Point Dungingi, Brigita Naeo, menjelaskan bahwa peningkatan volume paket mulai terasa sejak beberapa minggu terakhir. Ia menyebutkan bahwa sebelum memasuki periode menjelang Lebaran, jumlah paket yang masuk ke Drop Point Dungingi masih relatif normal. Namun, saat ini jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat dibanding hari biasa.

"Awalnya mungkin hanya sekitar seribu paket setiap hari untuk Drop Point Dungingi, tapi menjelang Lebaran ini jumlahnya hampir dua kali lipat," jelas Brigita.

Brigita menambahkan bahwa lonjakan tersebut baru mencakup wilayah Drop Point Dungingi saja, sementara beberapa titik lain mencatat angka yang lebih tinggi. Ia menyebutkan area seperti Andalas dan Limba B memiliki volume paket yang jauh lebih besar.

Jenis Barang yang Paling Banyak Dipesan

Berdasarkan data rekapan, jenis barang yang paling banyak dipesan masyarakat adalah pakaian untuk kebutuhan Lebaran. "Lebih banyak pakaian, kalau hari biasa jenis barangnya masih standar," tambahnya.

Tidak hanya paket masuk, aktivitas pengiriman barang ke luar daerah juga mengalami peningkatan. Menurut Brigita, salah satu jenis komoditas yang paling banyak dikirim ke luar daerah adalah kue kering khas Lebaran.

Tantangan bagi Kurir

Di Drop Point Dungingi sendiri terdapat sekitar 25 pegawai, termasuk para kurir yang bertugas mendistribusikan paket ke tangan konsumen. Salah satu kurir atau sprinter J&T di lokasi tersebut, Zidan Dalanggo, mengakui adanya peningkatan beban kerja sejak memasuki bulan Ramadan.

"Sebelum puasa masih normal, namun setelah masuk bulan puasa, intensitas pengiriman terus naik," kata Zidan.

Pada hari biasa, jumlah paket yang didistribusikan kurir relatif lebih sedikit. Rata-rata satu kurir hanya mengantarkan puluhan paket setiap harinya. "Di hari biasa ada sekitar 800 paket (total), dengan masing-masing kurir mendapat jatah pengiriman sekitar 70-80 paket," jelasnya.

Namun, selama Ramadan, jumlah tersebut melonjak drastis. "Saat puasa seperti ini, setiap kurir bisa membawa sekitar 200 paket," ujarnya.

Jam Operasional dan Kendala yang Dihadapi

Meski volume pengiriman meningkat, jam operasional di Drop Point tersebut tidak mengalami perubahan. "Jam operasional tetap normal, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WITA," imbuhnya.

Di tengah lonjakan pengiriman, para kurir masih menghadapi tantangan klasik, yakni pembatalan pesanan oleh konsumen. Zidan menyebutkan bahwa kendala tersebut tetap ada, baik sebelum maupun selama Ramadan.

"Mau sebelum atau saat puasa, pasti ada saja paket yang di-cancel. Ada pelanggan yang tidak mau mengambil paket, respon lambat (slow response), dan kendala lainnya," tutup Zidan.

0 Komentar