Indonesia Jadi Juara Asia, Ubed dan Dhinda Tak Menyesal Bantu Kemenangan di Semifinal

Kemenangan Muda yang Menjadi Pelajaran Berharga

Moh Zaki Ubaidillah dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi tidak merasa bahwa kemenangan mereka sia-sia, meskipun Indonesia harus puas dengan medali perunggu dalam Kejuaraan Beregu Asia 2026. Dua tim bulu tangkis Indonesia, baik putra maupun putri, harus puas meraih medali perunggu di Badminton Asia Team Championship (BATC) 2026.

Tim bulu tangkis putra terhenti di semifinal setelah dikalahkan Jepang dengan skor 3-1. Sementara itu, tim putri juga kalah 1-3 dari Korea Selatan di Qingdao Conson Gymnasium, China, pada Sabtu (7/2/2026). Meski demikian, dua pebulu tangkis muda, Moh Zaki Ubaidillah dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, berhasil menjadi penyumbang poin penting dalam dua pertandingan tersebut.

Ubed, sapaan akrab Moh Zaki Ubaidillah, yang tampil di partai pertama mengaku tidak menyangka bisa menumbangkan unggulan Jepang, Kenta Nishimoto. Juara Thailand Masters itu menang dua gim langsung, 22-20, 21-16. "Cukup tidak menyangka bisa menang dua gim dari dia (Nishimoto) tetapi dari awal saya sudah siap, sudah belajar juga tempo permainannya dia," kata Ubed.

Meski rekan setimnya tidak bisa melanjutkan kemenangan, Ubed tetap bersyukur memetik pelajaran penting. Hingga akhirnya Kenta Nishimoto diparkir saat partai final Jepang versus China. Ubed merasa dapat pelajaran penting soal ketenangan melawan pemain spesialis rally seperti Nishimoto. "Ya saya harus berani capek sama mau ngadu tahan di lapangan," ucap Ubed. "Nishimoto pelan-pelan tahu cara main saya dan dia sudah spekulasi dan antisipasi perubahan kecepatan saya."

"Sempat panik tetapi saya berusaha untuk lebih tenang, cari nafas dulu dan kembali fokus," tutur Ubed.

Setelah mengalahkan Indonesia, tim putra Jepang pun akhirnya keluar sebagai pemenang Kejuaraan Beregu Asia 2026. Pasukan Negeri Sakura bahkan menang telak 3-0 atas tuan rumah China pada laga final. Nasib yang sama juga menimpa tim putri Indonesia yang digulung Korea dengan skor 1-3.

Kadek Dhinda yang tampil pada laga ketiga sempat memberi asa Indonesia setelah mengalahkan wakil Korea, Park Ga-eun. Dhinda mencatat kemenangan keduanya atas Ga-eun dalam dua gim langsung, 21-14, 21-13. Meski kemenangannya terbilang sia-sia, Dhinda tetap mendapat pengalaman berharga mentas di turnamen beregu level Asia.

"Dari awal mulai pertandingan memang tim sedang tertinggal 0-2 tetapi pelatih mengingatkan bahwa main saja, tidak usah dipikirkan skornya," kata Dhinda. "Karena pasti mereka yang lebih beban apalagi saya unggul rekor pertemuan dari Park Ga Eun."

"Saya sudah sering sekali di beberapa pertandingan sebelumnya sudah unggul beberapa poin tetapi jadi mepet, untuk itu saya berusaha buat lebih fokus, lebih konsisten dan bagaimana lawan tidak dapat berkembang dan dapat poin beruntun." "Saya juga terus meyakinkan diri sendiri bahwa saya bisa, dukungan tim dari belakang juga sangat membantu," tutur Dhinda.

Dua pebulu tangkis muda ini bisa menjadi modal Indonesia untuk meraih prestasi di Thomas Cup dan Uber Cup 2026. Sebagaimana tujuan PBSI di mana Kejuaraan Beregu Asia hanya menjadi pemanasan dua agenda besar bulu tangkis dunia tersebut.

"BATC kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju Thomas dan Uber Cup," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian. "Oleh karena itu, kami tidak menurunkan full team, melainkan memberi kesempatan lebih besar kepada pemain-pemain muda," imbuhnya.

0 Komentar