Jamaah Padati Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa Saat Iktikaf Malam ke-23 Ramadan

Jamaah Padati Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa Saat Iktikaf Malam ke-23 Ramadan

Jamaah Memadati Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa Saat I’tikaf Malam Ke-23 Ramadan

Di tengah suasana malam yang khusyuk, sejumlah jamaah memadati Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa di Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka hadir untuk menjalankan i’tikaf pada malam ke-23 Ramadan, Jumat (13/3/2026) dini hari. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa para jamaah mulai berdatangan setelah salat tarawih selesai.

Mereka membawa sajadah dan Alquran sebagai perlengkapan untuk beribadah sepanjang malam di masjid tersebut. Meski suasana terlihat ramai, tetapi kesan khusyuk tetap terjaga. Para jamaah terlihat duduk berzikir, membaca Alquran, serta menunaikan berbagai salat sunnah. Jamaah yang hadir berasal dari berbagai kalangan, termasuk orang tua, pemuda, hingga anak-anak. Mereka memenuhi area dalam masjid hingga pelataran.

Salah satu jamaah, Muh Sandy Azril Hidayat (23), mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali melaksanakan i’tikaf di Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa pada malam ganjil Ramadan. Ia mengatakan, di malam ke-23 ini jumlah jamaah sangat banyak dibandingkan malam ke-21 yang masih sedikit. Ini adalah kali ketiga ia melakukan i’tikaf di masjid tersebut.

Menurut Sandy, i’tikaf memiliki makna mendalam bagi umat Muslim, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Setiap tahunnya, umat Muslim berbondong-bondong untuk mencari pahala dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Muslim semakin memperkuat ibadah karena tidak mengetahui kapan datangnya malam Lailatul Qadar.

Selama i’tikaf, Sandy menjalankan berbagai rangkaian ibadah seperti salat tasbih dua rakaat, salat tahajud delapan rakaat, serta salat taubat dan hajat. Ia juga menikmati suasana i’tikaf yang ramai di masjid tersebut. Menurutnya, meskipun i’tikaf itu berdiam diri di masjid, tetapi suasana keramaian membuatnya merasa bahagia.

Pada awal Ramadan, Sandy datang beriktikaf bersama keluarganya. Namun, pada malam ke-23 ini ia memilih datang bersama sahabatnya. Sandy merupakan alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dari jurusan Ilmu Hukum.

Fasilitasi I’tikaf oleh Panitia Amaliah Ramadan

Bendahara Panitia Amaliah Ramadan Pengurus Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa, Dr Ismail Rasulong, menjelaskan bahwa pihaknya memfasilitasi kegiatan i’tikaf selama sepuluh malam terakhir Ramadan. Ia mengatakan, khusus pada malam-malam ganjil seperti malam ke-23, 25, dan 27 Ramadan, panitia menyiapkan makan sahur bagi para jamaah.

“Khusus malam ganjil kami fasilitasi makan sahur, sedangkan selebihnya sahur dilakukan secara mandiri oleh jamaah,” katanya. Selain itu, panitia juga menyiapkan program ibadah seperti salat tahajud delapan rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah sebelum sahur bersama.

Selama i’tikaf berlangsung, jamaah memanfaatkan waktu dengan berzikir dan membaca Al-Quran. Untuk salat tasbih dan salat taubat, tidak difasilitasi secara berjamaah dan diserahkan kepada masing-masing jamaah. “Kalau ada jamaah yang ingin melaksanakan salat tasbih atau taubat secara pribadi, tentu dipersilakan,” ujarnya.

Ismail mengungkapkan antusiasme jamaah mulai terlihat sejak malam ke-21 Ramadan. “Mulai malam ke-21 kami melihat sudah ada sekitar 500 sampai 600 orang yang i’tikaf,” bebernya. Pada malam ke-23 ini jumlah jamaah meningkat signifikan hingga lebih dari seribu orang.

Ia juga mengamati mayoritas jamaah yang mendaftar i’tikaf berasal dari kalangan generasi muda. “Rata-rata yang datang untuk registrasi i’tikaf adalah generasi Z,” katanya. Menurut Ismail, i’tikaf menjadi momentum bagi jamaah untuk lebih fokus beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan dengan harapan memperoleh malam Lailatul Qadar.

Persiapan dan Fasilitas untuk Jamaah

Ismail menambahkan, jamaah yang hadir juga berasal dari berbagai kelompok usia. Bahkan anak-anak tampak hadir bersama keluarga mereka. Panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan dan keamanan jamaah selama i’tikaf.

“Kami berupaya memberikan kenyamanan agar jamaah bisa beribadah dengan khusyuk, meskipun tentu masih ada kekurangan,” katanya. Untuk sahur pada malam ke-23, panitia menyiapkan sekitar 700 porsi makanan. Sementara jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari seribu orang.

“Kami berharap pada malam-malam berikutnya ada jamaah yang ingin berpartisipasi membantu. Panitia tentu sangat terbuka,” pungkasnya.

0 Komentar