Kades Cipendeuy Jelaskan Pembangunan Gedung Kopdes di Lokasi Makam Umum

Kades Cipendeuy Jelaskan Pembangunan Gedung Kopdes di Lokasi Makam Umum

Kades Cipendeuy Buka Suara Terkait Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih

Kepala Desa (Kades) Cipendeuy, Feni Permatasari, akhirnya memberikan pernyataan terkait pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berada di lahan yang diduga merupakan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Pembangunan ini menimbulkan keluhan dari warga setempat, karena mereka menganggap lahan tersebut digunakan sebagai tempat pemakaman sejak lama.

Cipendeuy adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Lokasi desa ini berjarak sekitar 249 km dari kantor Bupati Pandeglang, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 4 jam.

Menurut Kades Feni, lahan yang digunakan untuk pembangunan KDMP adalah milik Perhutani dan tidak pernah diberikan atau diwakafkan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihak Perhutani belum pernah memberikan hibah atau wakaf secara tertulis maupun lisan.

"Tanah tersebut dimiliki oleh Perhutani, dan pihak asper. Belum pernah memberikan wakaf atau hibah secara tertulis maupun lisan kepada masyarakat," tegas Feni dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan pihak penggarap KDMP, gedung tersebut tidak berada di area makam dan jauh dari lokasi pemakaman. Menurutnya, hanya ada empat kuburan di dekat pohon kaung.

"Menurut keterangan ketua LMDH maupun masyarakat yang lainnya, lahan yang sekarang mau digarap oleh KopDes itu tidak ada makam, dan jauh dari pemakaman. Terkecuali yang didekat pohon kaung itu ada 4 kuburan," ujarnya.

Namun, saat ditanya apakah sudah ada musyawarah dengan masyarakat, Kades Feni tidak menjawab dan langsung menutup percakapan melalui pesan WhatsApp.

Kronologi Pembangunan Gedung KDMP

Dalam sebuah video yang diterima gubukinspirasi.id, terlihat bahwa lahan yang rencana akan dibangun gedung KDMP telah rata dan tepat bersebelahan dengan kuburan. Dalam video tersebut, seseorang mengeluhkan bagaimana pemakaman yang selama ini dijaga dan dirawat menjadi rusak akibat pembangunan tersebut.

"Begini lah pemakaman yang sudah lama kita jaga ancur, karena ada program KDMP," katanya dalam suara video tersebut.

Ia juga mempertanyakan alasan pembangunan KDMP menggunakan lahan kuburan. "Bukannya di lestarikan, dirapikan dan dilindungi, malah di acak-acakan gini coba perhitungannya. Padahal lah kosong banyak, kenapa kuburan yang dirusak," katanya.

Menurutnya, bukan sedikit kuburan yang tergusur akibat keberadaan gedung KDMP tersebut. "Padahal program pemerintah, ko bisa ngacak-ngacak makam umum, ini makam bukan satu hari, tapi sudah ratusan tahun diwakafkan ke warga Cilajim, sama warga Cikadu. Pohon-pohon ditebangin, kuburan udah kena gusur, gimana coba solusinya ini," ujarnya.

[BEGIN_IMAGE-0]

Ia juga menyebutkan bahwa akses menuju kuburan terganggu akibat pembangunan tersebut. "Bahkan yang mau pada jarah kuburan juga terhalang tidak bisa lewat, coba gimana ini. Gak begitu paham ini," tambahnya.

Suara yang mengambil video tersebut juga menyampaikan bahwa tidak ada musyawarah dengan masyarakat terkait KDMP tersebut. "Kita mah sudah susah payah lindungi makam biar rapih dan bagus, dikasih Menteri kehutanan. Makam udah berapa biji nih yang ke gusur, banyak," ucapnya.

[BEGIN_IMAGE-1]

Ia juga menyoroti rencana penebangan pohon besar di sekitar lokasi. "Rencana pohon-pohon gede mau di tebang ini, kalau udah begini masyarakat bingung. Padahal rencana dulu yang di samping ini bukan makam, ko yang dibangun malah makam. Apa kira-kira merek cari lahan gratis," sambungnya.

Warga Benarkan Gedung KDMP Berada di Lahan Pemakaman

Saat dikonfirmasi, warga Cikadu yang lokasi tidak jauh dari makam tersebut membenarkan bahwa gedung KDMP berada di tengah kuburan. "Iya benar, itu di lahan makam," kata warga yang enggan disebutkan namanya, dalam sambungan telepon.

Selain itu, ia juga mengaku mendapat informasi bahwa sebagian warga ada yang demo di kantor desa terkait gedung KDMP tersebut. "Iya tadi ada yang demo soal itu di desa, mungkin karena tidak ada musyawarah dengan masyarakat," pungkasnya.

0 Komentar