Libur Lebaran di Candi Prambanan dan Borobudur, Piknik dengan Robot

Libur Lebaran di Candi Prambanan dan Borobudur, Piknik dengan Robot

Program Khusus Libur Lebaran 2026 di Candi Borobudur dan Candi Prambanan

InJourney Destination Management (IDM) atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) menyiapkan rangkaian program khusus untuk menyambut masa libur Hari Raya Idulfitri 1447 H. Dengan tema “Bersama Ciptakan Lebaran Penuh Makna”, IDM berkomitmen menjadikan destinasi wisata sebagai ruang untuk mempererat tali silaturahmi melalui pengalaman yang berkesan.

Untuk memberikan nuansa baru bagi wisatawan keluarga, tahun ini InJourney menghadirkan display robot hasil kolaborasi dengan film Pelangi di Mars. Fasilitas ini dapat dijumpai di area Candi Prambanan dan Borobudur. "Temanya bukan hanya foto-foto tetapi juga piknik ditemani robot," kata Direktur Komersial InJourney Destination Management Gistang Panutur, di pelataran Candi Prambanan, Kamis (12/3/2026).

Selain itu, bagi generasi muda yang gemar berfoto dengan pakaian tradisional, IDM menyediakan program “Berwastra di Prambanan”. Pengunjung dapat menikmati paket swafoto mengenakan kain wastra nusantara di area candi, lengkap dengan layanan fotografer profesional.

Proyeksi Kunjungan Wisatawan

Tahun ini, IDM memproyeksikan total kunjungan mencapai 356.300 wisatawan selama periode libur Lebaran (20–29 Maret 2026). Target ini mencakup destinasi Candi Borobudur, Prambanan, Keraton Ratu Boko, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dengan estimasi pertumbuhan sebesar 3–5 persen dibandingkan tahun lalu.

Secara rinci, Candi Borobudur diperkirakan akan menarik 83–85 ribu wisatawan, Candi Prambanan 127–130 ribu pengunjung, Keraton Ratu Boko 7,3 ribu orang, dan TMII mencapai 137 ribu pengunjung. Optimisme ini didukung oleh kesiapan infrastruktur dan layanan. IDM memastikan standar pelayanan prima dengan memprioritaskan keamanan dan kenyamanan, terutama bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.

Fasilitas pendukung seperti kursi roda gratis, jalur landai (ramp), kendaraan listrik (EV) jalur cepat, tim kesehatan yang siaga, hingga layanan call center prioritas telah disiapkan. "Jadi kami sudah menyiapkan tim kesehatan, jika ada kejadian bisa langsung ditangani. Ada ambulans dan kliniknya juga," kata dia.

Harga Tiket Tetap Stabil

General Manager PT TWC Prambanan dan Ratu Boko, Ratno Timur meyakini target kunjungan akan tercapai seiring dibukanya Gerbang Tol Prambanan dan difungsikannya Tol Purwomartani. Akses ini diprediksi akan mengonsentrasikan arus wisatawan luar daerah langsung menuju wilayah Prambanan. Puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada H+3 Lebaran dengan okupansi mencapai 23 ribu orang per hari.

Terkait biaya masuk, Ratno memastikan tidak ada kenaikan harga tiket. "Untuk tiket masih sama. Weekend Rp 65 ribu. Kalau hari biasa, bukan tanggal merah Rp 50 ribu. Jadi tidak ada kenaikan, masih sama seperti kemarin," kata Ratno.

Selain kemegahan arsitektur, daya tarik utama Prambanan terletak pada ruang terbuka hijaunya yang mencapai 90 persen dari total luas lahan 33 hektar. Area ini menjadi lokasi favorit pengunjung untuk bersantai menikmati suasana sore hari.

Persiapan Menyambut Lonjakan Wisatawan

Corporate Secretary SVP InJourney Yudhistira Setiawan memastikan kesiapan dalam menyambut lonjakan pemudik dan wisawatan pada periode libur lebaran. Menurutnya InJourney berfokus pada integrasi layanan yang prima di seluruh titik sentral, mulai dari pintu masuk bandara hingga ke berbagai destinasi wisata unggulan di seluruh Indonesia.

Pihaknya ingin memastikan setiap perjalanan di libur Lebaran ini bukan hanya sekadar rutinitas perpindahan tempat, melainkan sebuah perjalanan yang penuh makna bagi setiap individu. "Selain memastikan aspek operasional, InJourney secara khusus merancang berbagai aktivitas dan atraksi yang sarat akan nilai-nilai bermakna di setiap destinasi. Penguatan kearifan lokal menjadi daya tarik utama yang ditawarkan untuk memberikan pengalaman wisata yang memorable dan mengesankan," kata dia.


0 Komentar