
Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Bulan Puasa di Denpasar
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di Kota Denpasar, Bali, meskipun berada dalam masa bulan puasa. Pelaksanaan puasa akan dimulai pada pertengahan Februari hingga Maret 2026 mendatang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap siswa yang menjalani ibadah puasa.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gde Wiratama, menyatakan bahwa pihaknya mengikuti petunjuk teknis dari pusat terkait pelaksanaan MBG saat puasa. Menurutnya, makanan yang diberikan adalah makanan kering agar sesuai dengan kondisi siswa yang sedang berpuasa.
"Kami mengikuti petunjuk dari pusat. Nanti makanan kering yang diberikan," ujar Wiratama pada Selasa, 10 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa pemberian makanan kering kepada siswa akan dimulai sejak hari pertama puasa hingga berakhir. Setelah itu, MBG akan kembali normal seperti sebelum puasa.
Pemberian makanan kering ini juga bertujuan untuk memudahkan siswa dalam mengonsumsi makanan saat berbuka puasa. Selain itu, makanan kering memiliki daya tahan yang lebih lama, sehingga bisa disimpan dan dikonsumsi kapan saja.
Terkait informasi ke sekolah, Wiratama menyebutkan bahwa informasi tersebut akan langsung disampaikan oleh SPPG (Sekolah Pengelola Pangan Gizi) yang wilayahnya mencakup sekolah tersebut.
Jumlah Penerima MBG di Denpasar
Berdasarkan data dari Disdikpora Denpasar, total jumlah penerima MBG di Kota Denpasar mencapai 82.267 orang. Dari jumlah tersebut, siswa menjadi penerima manfaat terbesar dengan jumlah sebanyak 72.495 orang dari jenjang TK hingga SMA/K.
Berikut rinciannya: * TK/PAUD: 2.413 siswa * SD: 30.014 siswa * SMP: 21.199 siswa * SMK: 9.776 siswa * SMA: 8.833 siswa * SLB: 260 siswa
Selain siswa, program MBG juga menyasar guru atau tenaga pendidik sebanyak 3.207 orang. Selain itu, ada 5.631 balita, 584 ibu menyusui, serta 350 ibu hamil yang juga menjadi penerima manfaat.
Sebaran Penerima MBG di Wilayah Kecamatan Denpasar
Di Kecamatan Denpasar Selatan, terdapat 10 titik layanan SPPG dengan total penerima manfaat mencapai 24.701 orang. Beberapa SPPG yang telah beroperasi antara lain: * SPPG Sidakarya: 4.131 penerima * SPPG Panjer: 3.379 penerima * SPPG Pemogan: 3.978 penerima * SPPG Sanur: 2.856 penerima * SPPG Renon: 2.882 penerima * SPPG Sesetan: 1.571 penerima * SPPG Panjer 2: 1.413 penerima * SPPG Renon 2: 1.365 penerima
Dua unit lainnya, yakni SPPG Renon 3 dan SPPG Panjer 3, masih berstatus belum operasional, masing-masing ditargetkan melayani 1.023 dan 2.103 penerima.
Di Kecamatan Denpasar Timur, tercatat ada 7 unit SPPG dengan total penerima manfaat sebanyak 20.557 orang. Beberapa SPPG yang melayani antara lain: * SPPG Sumerta Kelod: 4.000 penerima * SPPG Kesiman: 4.221 penerima * SPPG Polda Bali: 3.579 penerima * SPPG Kesiman Petilan: 2.939 penerima * SPPG Kesiman Petilan 2: 1.635 penerima * SPPG Penatih: 1.430 penerima * SPPG Penatih Dangin Puri: 2.753 penerima
Di Kecamatan Denpasar Utara, layanan MBG tersebar di 8 titik dengan akumulasi penerima manfaat mencapai 20.026 orang. Beberapa SPPG yang telah beroperasi antara lain: * SPPG Peguyangan Kaja: 2.831 penerima * SPPG Peguyangan: 2.984 penerima * SPPG Pemecutan Kaja: 2.994 penerima * SPPG Dangin Puri Kangin: 2.722 penerima
Beberapa unit lain yang dijadwalkan segera beroperasi penuh pada awal 2026 meliputi: * SPPG Peguyangan Kangin 2: 3.032 penerima * SPPG Dangin Puri Kaja 2: 1.161 penerima * SPPG Peguyangan 2: 1.365 penerima * SPPG Pemecutan Kaja 2: 2.937 penerima
Terakhir, di Kecamatan Denpasar Barat memiliki 6 unit layanan dengan total penerima manfaat sebanyak 16.887 orang. Beberapa SPPG yang menjadi titik layanan antara lain: * SPPG Pemecutan: 3.822 penerima * SPPG Pemecutan 2: 3.948 penerima * SPPG Tegal Harum: 2.532 penerima * SPPG Padangsambian: 2.621 penerima * SPPG Pemecutan Kelod: 2.143 penerima * SPPG Padangsambian Kelod: 1.821 penerima
0 Komentar