Mengapa Surah At Taubah Tidak Dimulai dengan Bismillah?
Dalam agama Islam, bismillah atau bismillahir-rahmanir-rahim adalah kalimat yang selalu diucapkan saat seseorang akan memulai sesuatu. Kalimat ini berarti "Dengan menyebut nama Allah SWT" dan mengandung makna bahwa segala hal yang dilakukan dalam kehidupan ini harus disertai dengan pengakuan terhadap keberadaan Allah SWT. Hal ini juga berlaku saat seseorang berdoa atau membaca surah dalam Al-Qur’an.
Namun, ada satu pengecualian. Dalam Al-Qur’an, kamu tidak akan menemukan kalimat bismillah di awal surah At Taubah. Pertanyaannya adalah, mengapa surah ini tidak dimulai dengan bismillah? Berikut beberapa alasan yang diberikan oleh para ulama.
1. Surah At Taubah Ditujukan untuk Orang Kafir

Salah satu alasan mengapa surah At Taubah tidak diawali dengan bismillah adalah karena surah ini ditujukan kepada orang-orang kafir. Surah ini menceritakan tentang orang-orang munafik yang jauh dari rahmat Allah SWT, sehingga mereka dianggap tidak pantas untuk mendapatkan perlindungan atau kebaikan dari Allah.
Menurut tafsir dalam buku Tafsir Al Azhar Jilid 4 karya Hamka, Sufyan bin Umayah menyatakan bahwa:
“Sungguh pada awal surah ini (At Taubah) tidak ditulis basmalah karena lafaz ini adalah rahmat dan rahmat itu adalah keamanan. Sedangkan surah ini diturunkan kepada orang-orang munafik dan rasa aman itu tidak untuk orang seperti mereka.”
Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT menutup pintu rahmat-Nya bagi orang-orang kafir dan munafik. Oleh karena itu, bismillah tidak ditemukan di awal surah ini.
2. Surah At Taubah Berisi Pernyataan Perang

Alasan kedua adalah karena surah At Taubah berisi pernyataan-pernyataan tentang perang. Dalam surah ini, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk memerangi kaum musyrik yang melampaui batas. Salah satu ayat yang relevan adalah:
“Bila sudah habis bulan-bulan mulia itu, bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana saja kamu jumpai mereka dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat, mendirikan salat, dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ayat ini mengandung makna perang dan hukuman, yang berbeda dengan makna bismillah yang mengandung perdamaian dan kasih sayang. Oleh karena itu, bismillah tidak ditemukan di awal surah ini.
3. Pemutusan Perjanjian

Alasan ketiga adalah karena surah At Taubah berisi pernyataan tentang pemutusan perjanjian damai terhadap orang-orang kafir. Pemutusan ini dilakukan karena mereka telah melanggar perjanjian yang sudah ditetapkan dan menyakiti umat Islam.
Pada ayat pertama surah At Taubah, Allah SWT berfirman:
“(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah SWT dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang telah kamu mengadakan perjanjian (dengan mereka).”
Ini menunjukkan bahwa surah ini merupakan bagian dari pemberitahuan resmi bahwa perjanjian damai antara umat Islam dan orang-orang kafir telah diakhiri.
FAQ Seputar Kenapa Surah At Taubah Tidak Ada Bismillah
Question: Kenapa Surah At-Taubah tidak diawali dengan bismillah?
Answer: Karena isi surah ini banyak berisi peringatan tegas, hukum jihad, dan pengumuman perang, yang menurut sebagian ulama tidak sesuai dengan karakter awalan bismillah yang bermakna rahmat.
Question: Apakah hanya surah At-Taubah yang tidak ada bismillah?
Answer: Ya, dari keseluruhan 114 surah dalam Al-Qur’an, At-Taubah adalah satu-satunya surah yang secara eksplisit tidak diawali dengan lafadz bismillah.
Question: Apakah surah At-Taubah terpisah dari surah sebelumnya?
Answer: Beberapa ulama menyebut bahwa At-Taubah merupakan kelanjutan dari surah Al-Anfāl, sehingga tidak memerlukan pembukaan baru dengan bismillah.
Question: Apa makna bismillah dalam awal surah lain?
Answer: Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm secara umum berarti “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” — ungkapan ini mengingatkan pembaca pada sifat rahmat Allah sebelum memulai bacaan.
Question: Apakah tidak adanya bismillah di At-Taubah mengubah makna surah?
Answer: Tidak. Tidak adanya bismillah bukan berarti surah kurang lengkap, tetapi menunjukkan konteks hukum dan tegas yang disampaikan dalam surah tersebut.
0 Komentar