Pelabuhan Sadai Dikunci Ketat, Polres Basel Siaga Hadapi Pemudik

Pelabuhan Sadai Dikunci Ketat, Polres Basel Siaga Hadapi Pemudik

Peningkatan Pengawasan Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Sadai

Kepolisian Resor Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, akan meningkatkan pengawasan arus mudik Lebaran melalui jalur laut di Pelabuhan Sadai, Kecamatan Tukak Sadai. Langkah tersebut dilakukan dengan mendirikan pos terpadu selama pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026. Pos ini disiapkan untuk memantau aktivitas penumpang sekaligus memastikan kelancaran perjalanan kapal yang menghubungkan Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto, menjelaskan bahwa keberadaan pos terpadu di pelabuhan tersebut menjadi fokus pengamanan. Pasalnya, Pelabuhan Sadai merupakan jalur penting mobilitas masyarakat menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri. Baik dari Pulau Belitung ke Pulau Bangka, maupun konektivitas masyarakat dari dua kecamatan kepulauan terluar di daerah itu.

“Tentu saja kami akan melakukan pemantauan arus mudik di Pelabuhan Sadai. Oleh karena itu, kita mendirikan pos terpadu di sana,” ujar AKBP Agus Arif Wijayanto kepada gubukinspirasi.id, Jumat (13/3/2026).

Pengamanan di kawasan pelabuhan tidak hanya dilakukan oleh kepolisian. Tetapi turut melibatkan sejumlah instansi terkait guna memastikan pengawasan berjalan optimal. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memantau aktivitas pelayaran sekaligus mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik. Dalam pelaksanaannya, Polres Bangka Selatan akan bekerja sama dengan berbagai pihak.

Di antaranya unsur TNI Angkatan Laut, Kodim, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP), serta operator penyeberangan. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses keberangkatan maupun kedatangan kapal berjalan aman dan tertib. Petugas di pos terpadu nantinya akan memantau langsung jalannya aktivitas penumpang dan kendaraan yang menggunakan jalur laut tersebut.

“Kami juga bersama dengan ASDP untuk melakukan pemantauan di pelabuhan,” jelas Agus Arif Wijayanto.

Menurutnya, pengawasan di Pelabuhan Sadai dilakukan terhadap perjalanan kapal yang melayani rute dari Kabupaten Bangka Selatan menuju Pulau Belitung maupun sebaliknya. Jalur tersebut diketahui menjadi pilihan masyarakat yang melakukan perjalanan antar wilayah selama masa mudik Lebaran. Selain mengawasi kelancaran arus penumpang, aparat juga akan memastikan aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas.

Pemeriksaan terhadap kesiapan kapal, pengaturan penumpang, hingga pengawasan aktivitas di pelabuhan akan menjadi bagian dari pengamanan selama operasi berlangsung. Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral yang dilakukan sebelumnya, arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Untuk arus mudik, peningkatan pergerakan masyarakat diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 serta gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026.

Pada periode tersebut, sejumlah jalur utama diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–26 Maret 2026 dan kembali meningkat pada 28–29 Maret 2026.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga menerima informasi mengenai kemungkinan adanya program mudik gratis yang memanfaatkan kapal perang milik TNI Angkatan Laut. Namun, informasi tersebut menyebutkan adanya potensi pemberangkatan masyarakat melalui program mudik gratis menggunakan kapal perang Republik Indonesia atau KRI yang berangkat dari Pelabuhan Sadai.

“Kami mendapatkan informasi bahwa ada kemungkinan di Pelabuhan Sadai akan dilaksanakan pemberangkatan mudik gratis menggunakan KRI,” ucapnya.

Meski demikian, Agus Arif Wijayanto menegaskan bahwa informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pemerintah provinsi sebelum dapat dipastikan pelaksanaannya. Apabila program tersebut terealisasi, kepolisian bersama instansi terkait akan menyiapkan langkah pengamanan tambahan guna mengantisipasi meningkatnya jumlah masyarakat yang datang ke pelabuhan.

“Namun hal tersebut masih perlu kami konfirmasi kembali dengan pihak pemerintah provinsi dan stakeholder terkait,” ucap Agus.


0 Komentar