PLN Jamin Keamanan Perjalanan Kendaraan Listrik Saat Lebaran


gubukinspirasi.id.CO.ID, BANYUWANGI — Langit Jawa Timur belum sepenuhnya terang ketika perjalanan itu dimulai. Jalanan yang menghubungkan kota-kota pesisir utara hingga ujung timur Pulau Jawa perlahan hidup oleh lalu lintas kendaraan. Di tengah arus itu, satu rombongan bergerak dari Surabaya menuju Banyuwangi, bukan sekadar menempuh jarak, melainkan memastikan sebuah kesiapan: perjalanan yang lebih ramah lingkungan bagi para pemudik.

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di jalur utama Jawa Timur. Direktur Ritel dan Niaga PLN Adi Priyanto bersama jajaran Direktorat Retail dan Niaga menempuh perjalanan darat menyusuri koridor Surabaya hingga Banyuwangi, meninjau langsung Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang menjadi penopang mobilitas kendaraan listrik di wilayah tersebut.

Namun perjalanan ini bukan sekadar inspeksi teknis. Di setiap titik SPKLU yang disinggahi, Adi menyempatkan diri menyapa pelanggan yang tengah mengisi baterai kendaraan listrik mereka. Percakapan ringan terjadi di sela deru kendaraan yang datang dan pergi. Sesekali ia juga berbincang dengan petugas PLN yang berjaga, memberi semangat kepada mereka yang akan memastikan layanan tetap berjalan sepanjang musim mudik.

Koridor Jawa Timur: Jantung Perjalanan Kendaraan Listrik

Koridor Jawa Timur memiliki arti penting dalam peta perjalanan kendaraan listrik di Pulau Jawa. Jalur ini menjadi penghubung utama bagi para pengendara yang melanjutkan perjalanan menuju Bali. Karena itu, pengecekan dilakukan di sejumlah titik strategis yang kerap menjadi lokasi singgah pengguna kendaraan listrik.

Perjalanan dimulai dari SPKLU Center UP3 Surabaya Selatan. Di tempat ini, Adi meninjau langsung fasilitas pengisian daya sekaligus kesiapan petugas yang akan melayani pelanggan selama periode Ramadan dan Idul Fitri. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menjelaskan bahwa wilayah Jawa Timur memainkan peran penting dalam ekosistem kendaraan listrik di Pulau Jawa. Hingga kini, PLN UID Jawa Timur telah menyiapkan ratusan fasilitas pengisian daya yang tersebar di berbagai titik strategis.

“Di Jawa Timur saat ini sudah tersedia sekitar 297 unit SPKLU di 158 lokasi, termasuk di sepanjang jalur Trans Jawa yang menjadi rute utama perjalanan masyarakat,” ujarnya.

Konsep SPKLU Center: Lebih Ramah dan Nyaman

Tidak hanya menyediakan fasilitas pengisian, PLN juga mengembangkan konsep SPKLU Center, sebuah titik pengisian yang dirancang lebih ramah bagi pengguna kendaraan listrik. Di tempat ini, pengendara tidak sekadar mengisi baterai, tetapi juga dapat beristirahat sejenak.

“Pengguna kendaraan listrik yang sedang melakukan pengisian bisa beristirahat sambil menikmati fasilitas yang tersedia, sehingga pengalaman pengisian menjadi lebih nyaman,” kata Mustaqir.

Dari Surabaya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju SPKLU Rest Area Travoy 792A Gempol–Pasuruan. Rest area ini menjadi simpul penting bagi kendaraan listrik yang menempuh perjalanan jarak jauh di Pulau Jawa. Di lokasi tersebut, Adi kembali meninjau fasilitas pengisian daya sekaligus memastikan kesiapan petugas yang berjaga selama periode mudik Lebaran. Ia memberi apresiasi kepada para petugas yang akan bekerja selama 24 jam dalam beberapa shift demi menjaga layanan tetap berjalan tanpa henti.

PLN memang menyiapkan sistem siaga selama Ramadan dan Idul Fitri. Di berbagai titik SPKLU, petugas disiagakan sepanjang waktu untuk membantu pelanggan yang membutuhkan informasi maupun mengalami kendala saat pengisian daya.

Pengalaman Pengguna Kendaraan Listrik

Perjalanan kemudian membawa rombongan ke Situbondo. Di halaman kantor PLN setempat, Adi bertemu dengan seorang pengguna kendaraan listrik bernama Yoga yang tengah mengisi daya sebelum melanjutkan perjalanan. Yoga mengaku telah menggunakan kendaraan listrik lebih dari satu tahun. Baginya, perubahan paling terasa ada pada efisiensi biaya.

“Kalau dibandingkan dengan mobil konvensional, kendaraan listrik ini jauh lebih irit,” ujarnya. Ia juga melihat perkembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik semakin baik dibanding beberapa tahun lalu.

“Dulu kendalanya memang jumlah charger masih terbatas, tapi sekarang sudah jauh lebih baik. Di banyak tempat istirahat sudah ada,” katanya.

Bagi Adi, percakapan-percakapan semacam itu bukan sekadar basa-basi. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendengar langsung pengalaman para pengguna kendaraan listrik, termasuk kemudahan yang mereka rasakan melalui aplikasi PLN Mobile. Masukan dari pelanggan, menurutnya, menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik ke depan.

SPKLU Grand Watu Dodol Banyuwangi: Titik Akhir Perjalanan

Menjelang senja, rombongan tiba di tujuan terakhir: SPKLU Grand Watu Dodol Banyuwangi. Angin laut dari Selat Bali berembus pelan, membawa aroma asin yang khas dari perairan di ujung timur Jawa. Tempat ini menjadi titik penting bagi para pengguna kendaraan listrik sebelum menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang.

Di lokasi itu, Adi kembali menyapa beberapa pelanggan yang tengah mengisi daya kendaraan mereka. Ia mengaku bangga melihat semakin banyak generasi muda yang mulai beralih menggunakan kendaraan listrik.

“Saya bangga melihat anak-anak muda yang sudah menggunakan kendaraan listrik karena peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Selain ramah lingkungan, kendaraan listrik juga menawarkan efisiensi biaya operasional yang signifikan. Penghematan biaya bahkan bisa mencapai sekitar 60 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak, sebuah pertimbangan yang semakin menarik bagi masyarakat.

Di kawasan yang sama, PLN juga mendirikan Posko Siaga Layanan SPKLU Ramadan dan Idul Fitri 2026. Posko tersebut dibangun tepat di samping fasilitas pengisian yang dilengkapi fast charging berkapasitas 30 kW.

Berbeda dengan posko pada umumnya, tempat ini dirancang sebagai ruang singgah yang nyaman bagi para pengguna kendaraan listrik. Di dalamnya terdapat ruang berpendingin udara yang lebih privat, ruang tengah dengan sofa untuk beristirahat, serta dapur sederhana tempat pengguna dapat menyiapkan minuman hangat atau makanan ringan sambil menunggu proses pengisian daya.

Petugas PLN berjaga selama 24 jam dalam tiga shift, memastikan setiap pengguna kendaraan listrik yang melintas dapat melakukan perjalanan dengan tenang.

Bagi PLN, kesiapan infrastruktur ini bukan sekadar urusan teknis. Lebih dari itu, ini adalah upaya memastikan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Di sepanjang jalan dari Surabaya hingga Banyuwangi, jaringan SPKLU kini menjadi semacam penanda zaman baru, bahwa perjalanan pulang tidak lagi hanya tentang jarak, tetapi juga tentang masa depan energi yang lebih bersih.

0 Komentar