
Gerakan Pangan Murah di Sumatera Selatan
Gerakan Pangan Murah digelar di 47 titik di Sumatera Selatan oleh Polda Sumsel bersama Bulog dan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Dalam kegiatan tersebut, disalurkan 135,5 ton beras kepada sekitar 20.325 warga guna menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idulfitri 1447 H.
Bulog juga menyiapkan 10 ton beras SPHP dan 2.000 liter minyak goreng Minyakita di Gudang Bulog Sukamaju Palembang, dengan harga beras Rp55.000 per sak 5 kg. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Peran Polda Sumsel dalam Menjaga Stabilitas Harga Pangan
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak di 47 titik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam program tersebut, Polda Sumsel bersama Bulog dan pemerintah daerah menyalurkan sebanyak 135,5 ton beras kepada sekitar 20.325 warga guna menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menyatakan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang berkaitan langsung dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. “Ketahanan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan pokok, tetapi juga stabilitas sosial masyarakat. Karena itu Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” katanya.
Distribusi beras dilakukan melalui 47 titik di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Sumsel. Khusus di Gudang Bulog Sukamaju Palembang, Bulog menyediakan sekitar 10 ton beras yang dikemas dalam ribuan paket untuk masyarakat.
Penyaluran Bantuan Pangan dan Inisiatif Pemerintah
Pemimpin Wilayah Bulog Sumsel Babel Mersi Windrayani menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), salah satunya melalui penyaluran beras SPHP. “Gerakan Pangan Murah merupakan program strategis dari Badan Pangan Nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia untuk menyediakan bahan pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau serta mengendalikan inflasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini stok cadangan beras pemerintah di Bulog Sumsel Babel mencapai 90.097 ton yang berasal dari pengadaan dalam negeri. Sepanjang 2026, Bulog juga telah menyerap 95.147 ton gabah kering panen dari petani di wilayah Sumsel dan Babel. Sebagian stok tersebut digunakan untuk penyaluran beras SPHP yang hingga kini telah mencapai 7.667 ton sepanjang tahun 2026.
Bonus Tambahan untuk Masyarakat
Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, Bulog menyiapkan 10 ton beras SPHP atau sekitar 2.000 sak serta 2.000 liter minyak goreng Minyakita untuk masyarakat. Beras dijual dengan harga Rp55.000 per sak kemasan 5 kilogram. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan tambahan bonus seperti gula atau minyak goreng saat membeli beras.
Bulog juga menjalankan penugasan dari Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026. Di Sumatera Selatan, bantuan tersebut akan diberikan kepada 968.499 penerima bantuan pangan dengan total 19.369 ton beras dan 3,873 juta liter minyak goreng.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan peluncuran simbolis penyaluran bantuan pangan kepada lima penerima manfaat yang masing-masing menerima 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng Minyakita.
Harapan dan Tujuan Program
Bulog berharap program Gerakan Pangan Murah dan bantuan pangan ini dapat membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan serta mengendalikan inflasi di Sumatera Selatan. Dengan kerja sama antara pihak kepolisian, Bulog, dan pemerintah daerah, diharapkan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
[GAMBAR-0]
[GAMBAR-1]
0 Komentar