Sejarah Pemberian Angpau dalam Perayaan Imlek
Angpau atau hongbao menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun sejak dahulu kala, dan memiliki makna yang dalam. Tidak hanya sekadar memberikan uang, angpau juga membawa keberuntungan dan harapan baik bagi penerima.
Legenda di Balik Pemberian Angpau
Menurut beberapa legenda, tradisi pemberian angpau bermula dari dua cerita. Pertama, ada delapan peri yang mengubah diri mereka menjadi koin untuk melindungi anak-anak dari iblis bernama Sui. Iblis ini dikenal menyentuh kepala anak-anak saat mereka tidur, yang bisa menyebabkan sakit atau bahkan kematian. Untuk mencegah hal itu, orang tua memasukkan koin-koin tersebut ke dalam amplop merah dan meletakkannya di bawah bantal anak.
Legenda kedua berkaitan dengan kelahiran putra Kaisar Xuanzong dari Dinasti Tang. Kaisar memberikan koin emas dan perak kepada selirnya sebagai jimat pelindung bagi sang bayi. Dari sini, tradisi pemberian uang kepada anak-anak mulai menyebar.
Awal Mula Tradisi Angpau
Tradisi pemberian angpau dimulai pada masa Dinasti Song, sekitar abad ke-12. Saat itu, orang tua biasa memberikan uang atau li shi kepada anak-anak mereka. Selain itu, uang juga diberikan kepada para penyemarak dan penabuh genderang yang hadir dalam perayaan tahun baru.
Pada masa Dinasti Qing, orang tua sering memberikan 100 koin kepada anak-anak mereka, yang melambangkan 100 tahun kehidupan. Puisi oleh Wun Man Yun juga mencerminkan tradisi ini. Uang yang diberikan digunakan untuk membeli pakaian atau ditabung.
Perkembangan Bentuk Angpau
Dulunya, angpau dibungkus dengan kain sutera atau jenis kain lainnya. Namun, menjelang akhir abad ke-19, orang-orang mulai menggunakan amplop berwarna merah yang disebut hóngbāo. Tradisi ini tetap bertahan hingga saat ini.
Aturan dalam Pemberian Angpau
Tidak semua orang boleh memberikan angpau. Hanya orang dewasa atau yang dianggap telah matang yang boleh melakukannya. Selain itu, ada aturan-aturan yang harus diikuti:
Aturan Warna Merah
Amplop angpau harus berwarna merah karena kata "hong" dalam hóngbāo berarti merah. Warna ini melambangkan energi, kebahagiaan, dan keberuntungan. Amplop merah juga sering dihiasi dengan kaligrafi dan simbol-simbol China yang indah.
Pemberi dan Penerima Angpau
Hanya orang dewasa yang boleh memberikan angpau. Saat memberikan, mereka biasanya mengucapkan "Gōngxǐ fācái", yang artinya "semoga tahun barumu sejahtera". Bagi penerima, tidak boleh menatap atau terlalu antusias menerima angpau, karena dianggap tidak sopan.
Jumlah Uang
Uang yang dikemas dalam angpau harus berjumlah genap. Genap dianggap sebagai angka keberuntungan. Jika memberikan lebih dari satu angpau, jumlahnya juga harus genap.
Hari Pemberian Angpau
Awalnya, angpau hanya diberikan selama perayaan Imlek. Namun, kini angpau juga diberikan oleh tamu undangan pernikahan atau teman kepada pengantin baru. Di era modern, angpau tidak hanya berisi uang, tetapi juga bisa berupa kenangan seperti puisi atau hadiah spesial.
Makna dan Nilai Tradisi Angpau
Sejarah panjang pemberian angpau mencerminkan cinta leluhur terhadap keluarga dan kerabat. Tradisi ini bukan hanya memeriahkan Imlek, tetapi juga meneladani nilai-nilai baik yang masih dipertahankan hingga kini.


0 Komentar