Timnas Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Bagaimana Bisa?


Timnas Italia disebut-sebut memiliki peluang besar untuk menjadi pengganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026.
Partisipasi Iran di ajang sepak bola paling bergengsi dunia ini dipastikan tidak akan terjadi.
Presiden Federasi Sepak Bola mereka, Mehdi Taj, menyatakan bahwa negeri mereka tidak mungkin berpartisipasi setelah mengalami serangan dari Amerika Serikat dan Israel.
Serangan udara yang dilakukan oleh kedua negara tersebut sudah berlangsung sejak 28 Februari dan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.


Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, kemudian mengambil sikap tegas dengan menyatakan bahwa Timnas Iran tidak akan terlibat di Piala Dunia 2026.
“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami (Ayatollah Ali Khamenei), dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” kata Donyamali.

Di satu sisi, presiden FIFA, Gianni Infantino, tetap membuka pintu bagi Iran untuk terlibat di Piala Dunia tahun ini.
Hal itu juga sejalan dengan pertemuan dan pembicaraannya dengan presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Namun, pecahnya perang di kawasan Timur Tengah juga membuat efek berantai dengan pemberhentian maskapai penerbangan di jalur tersebut.

Dengan penarikan diri dari Timnas Iran, maka satu slot peserta Piala Dunia 2026 dipastikan bakal kosong.
Hal itu membuka peluang bagi satu tim anyar untuk menggenapi jumlah 48 kontestan.
Pengganti Iran mulai bersliweran sejak mereka memutuskan untuk mundur dari gelaran Piala Dunia tahun ini.

Iran diketahui tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir setelah memastikan lolos kualifikasi.
Solusi paling mudah untuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) adalah dengan mengirimkan perwakilan AFC lainnya.
Pilihan yang masuk akal dan logis adalah Irak, yang menjadi satu-satunya perwakilan dari Asia tersisa.
Timnas Irak sendiri dijadwalkan untuk melakoni play-off antarkonfederasi menunggu pemenang antara Bolivia dan Suriname.
Andaikata menang, maka mereka dipastikan melaju ke Amerika Serikat-Kanada-Meksiko.

Kemudian Uni Emirat Arab menjadi wakil dari AFC dengan peringkat tertinggi berikutnya yang bakal menjadi alternatif pengganti Iran.
Namun, ada rumor kuat yang beredar bahwa FIFA lebih tertarik menggantikan Timnas Iran dengan tim dari Eropa alih-alih memakai peringkat konfederasi.
Pilihan tak terduga dari Eropa tersebut condong kepada Timnas Italia yang saat ini menempati peringkat ke-13 dunia.

Hal itu disampaikan oleh asisten pelatih Irak, Rene Meulensteen.
Meulensteen menjelaskan skenario Italia bakal mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Iran di Piala Dunia 2026.
“Di AFC, kami adalah tim dengan peringkat tertinggi,” kata Meulensteen seperti dikutip dari TalkSPORT.
“Jadi, kami akan menggantikan posisi Iran. Kemudian UEA mungkin akan menggantikan kami untuk bermain melawan pemenang pertandingan antara Suriname dan Bolivia.”
“Namun, ada juga rumor bahwa jika FIFA membuat keputusan akhir, mereka mungkin akan mendorong tim FIFA peringkat tertinggi untuk menggantikan Iran, yaitu Italia.”
“Anda bisa berpikir, siapa lagi yang lebih mereka inginkan di Piala Dunia?” tuturnya menambahkan.

Timnas Italia sendiri belum pernah berkompetisi di Piala Dunia sejak 2014 setelah gagal lolos pada edisi 2018 dan 2022.
Jika menilik ke belakang, tim Gli Azzurri tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia 2010 dan 2014.
Tim asuhan Gennaro Gattuso itu masih bisa lolos ke Piala Dunia 2026 melalui babak play-off UEFA.
Akan tetapi, mereka harus mengalahkan Irlandia Utara terlebih dahulu, kemudian berjumpa Wales atau Bosnia dan Herzegovina.

Jika Italia berhasil lolos dari babak play-off jalur UEFA, mereka akan masuk ke Grup B di Piala Dunia tahun ini.
Nantinya mereka bergabung dengan tuan rumah bersama Kanada, Qatar, dan Swiss.
Sesuai aturan FIFA, setiap grup yang berisikan kontestan dari UEFA maksimal berisikan 2 tim.

0 Komentar