Timnas U-17 Indonesia Tampil Hebat di EPA U-18 Tapi Tumbang Lawan China, Bukti Grasstrack Masih Bermasalah


Timnas U-17 Indonesia menunjukkan performa yang kurang memuaskan saat menghadapi China U-17 dalam laga uji coba internasional di Indomilk Arena, Tangerang, Banten, pada Minggu (8/2/2026). Hasilnya, timnas U-17 Indonesia kalah telak dengan skor 0-7. Kekalahan ini cukup mengejutkan karena sebelumnya, timnas U-17 Indonesia tampil baik dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 2025/2026.

PSSI memutuskan untuk mengirimkan timnas U-17 Indonesia berlaga di EPA U-18 2025/2026. Pemain-pemain terpilih akan bergabung ke dalam sebuah tim bernama Garuda United. Tujuan dari pengiriman ini adalah untuk meningkatkan jam terbang dan memperkuat chemistry pemain sebelum menghadapi event tahunan.

Untuk tahun 2026, timnas U-17 Indonesia akan berpartisipasi dalam dua ajang penting, yaitu Piala AFF U-16 2026 dan Piala Asia U-17 2026. Di Piala AFF U-16 2026, Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dan akan digelar pada 11-23 April 2026. Sementara itu, Piala Asia U-17 2026 akan diselenggarakan di Arab Saudi pada 7-24 Mei 2026.

PSSI memiliki target tinggi, yaitu agar timnas U-17 Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia U-17 2026. Selama tampil di EPA U-18 2026, Garuda United alias timnas U-17 Indonesia menunjukkan performa yang sangat baik. Mereka kini berada di posisi pertama klasemen sementara Grup A EPA U-18 2025/2026 dengan mengemas 55 poin, unggul tiga angka dari Persija Jakarta di posisi kedua.

Garuda United mencatatkan 18 kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan selama kompetisi. Total, mereka telah mencetak 62 gol dan hanya kemasukan 15 gol. Namun, prestasi yang luar biasa ini tidak terlihat saat melawan China. Hal ini memunculkan pertanyaan apakah grassroots Indonesia tidak dalam kondisi yang baik.

Menurut Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, ada masalah penurunan mental bertanding bagi timnas U-17 Indonesia di pertandingan internasional. Ia mengetahui bahwa timnas U-17 Indonesia tampil luar biasa di EPA U-18 2025/2026. Meskipun hadir dengan tim baru, Garuda United mampu bersaing di kompetisi yang secara usia berada dua tingkat di atas merek.

"Sebenarnya mereka bermain di EPA U-18 yang usianya dua tahun di atas mereka," kata Arya Sinulingga kepada awak media. "Mereka selalu menang juga tapi mungkin perlu juga tambahan pengalaman pertandingan internasional."

Arya Sinulingga menambahkan bahwa skuad timnas U-17 Indonesia masih dalam tahap awal pembentukan. Mayoritas pemain-pemain baru pertama kali merasakan atmosfer pertandingan internasional. Kekuatan timnas U-17 Indonesia juga masih belum lengkap.

Ada tiga pemain lama yang bisa kembali membela timnas U-17 Indonesia, yakni Mathew Baker, Mierza Firjatullah, dan Mike Rajasa Hoppenbrouwers. "Sebenarnya kami masih punya tiga pemain kelahiran 2009 yang bisa bermain." "Mungkin mereka perlu tambahan pengalaman pertandingan internasional." "Mental bertanding itu beda dengan kompetisi domestik," kata Arya Sinulingga.

Arya Sinulingga berharap pelatih sementara timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, dapat melakukan penyesuaian dan perubahan strategi agar para pemain lebih siap menghadapi tantangan internasional. Terdekat, timnas U-17 Indonesia akan kembali melawan China di Indomilk Arena, Rabu (11/2/2026).

"Nanti kita lihat bagaimana perubahanya." "Kita tunggu coach Nova Arianto bikin perubahan strategis untuk timnas U-17 Indonesia," tutup Arya Sinulingga.

0 Komentar