Amalan Sunah yang Dianjurkan Selama Bulan Ramadan
Bulan Ramadan telah tiba, bulan suci yang penuh berkah dan ampunan. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunah selain menjalankan ibadah wajib seperti salat lima waktu dan puasa. Amalan sunah yang dilakukan dengan sepenuh hati akan mendapatkan ganjaran atau pahala yang lebih besar dari Allah SWT. Terlebih jika dilakukan pada bulan Ramadan, pahala tersebut akan dilipatgandakan.
Amalan sunah di bulan Ramadan tidak hanya memberikan pahala tetapi juga meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Banyak amalan sunah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya. Berikut beberapa amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Ramadan:
1. Melaksanakan Sahur
Sahur menjadi salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan. Ini juga menjadi pembeda antara puasa kaum muslim dengan puasa lainnya. Melaksanakan sahur lebih dianjurkan untuk diakhirkan selama tidak sampai masuk waktu yang diragukan: apakah masih malam atau sudah terbit fajar.
Rasulullah SAW bersabda: "Bersantap sahurlah kalian karena dalam sahur itu ada keberkahan," (HR Al-Bukhari).
Selain sebagai amalan sunah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sahur juga bertujuan untuk memperoleh tenaga yang digunakan untuk beraktivitas seharian saat menjalankan puasa. Selain itu, melaksanakan sahur juga bisa meningkatkan keikhlasan saat menjalankan ibadah puasa.
Rasulullah SAW bersabda: "Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya meneguk seteguk air karena Allah SWT dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur," (HR Ibnu Syaibah dan Ahmad).

2. Mandi Besar Sebelum Fajar
Menyegerakan mandi wajib sebelum fajar bagi yang telah suci dari hadas besar, baik dari junub, haid, nifas ataupun mimpi basah. Mandi besar yang dianjurkan selama bulan Ramadan adalah dilakukan sebelum terbitnya fajar. Hal ini bertujuan agar dapat menunaikan puasa Ramadan kembali. Mandi besar sebelum terbit fajar juga menghindari kekhawatiran air masuk ke anggota tubuh, seperti mulut, telinga, dan anus, yang dapat membatalkan puasa.

3. Menyegerakan Berbuka Puasa
Sebaiknya orang yang berpuasa segera berbuka saat Maghrib tiba. Saat berbuka puasa lebih dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang manis, air hangat, dan susu. Iman Ja'far ash-Shadiq berkata, bahwa Rasulullah SAW apabila berbuka puasa, Beliau biasanya memulai dengan makan makanan yang manis. Jika tidak ada, maka Beliau berbuka puasa dengan makan gula atau kurma, bahkan bila semua itu tidak ada, maka Beliau berbuka puasa dengan minum air hangat.
Rasulullah SAW bersabda: "Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan," (HR Abu Dawud).

4. Memperbanyak Berdoa yang Baik
Bulan Ramadan menjadi bulan yang mustajab untuk memanjatkan doa. Allah SWT akan mengabulkan semua doa baik yang dipanjatkan oleh hamba-Nya. Berdoa juga menjadikan manusia mengakui kelemahannya di hadapan Allah dan menjadikan-Nya sebagai satu-satunya penolong.
Memperbanyak berdoa terutama pada waktu-waktu yang diijabah. Misalnya, saat berbuka puasa. Sebab, seseorang yang berpuasa lalu saat ia berbuka memiliki doa yang tak ditolak. Doa di sepertiga malam terakhir juga termasuk amalan Ramadan.

5. Memperbanyak Membaca Alquran
Jika seseorang berpuasa tetapi tidak menfokuskan diri membaca ayat Alquran, maka tidak akan mendapatkan keutamaan ibadah. Allah SWT berfirman: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)," (QS Al Baqarah: 185).
Membaca Alquran di bulan Ramadan berbeda dengan di hari-hari lainnya karena keutamaan membaca Alquran di bulan Ramadan adalah satu huruf yang dibaca bernilai 10 kebaikan. Paling tidak bisa mengkhatamkan Alquran sebanyak satu kali dalam satu bulan Ramadhan. Semakin banyak khatam, semakin baik sebagaimana dianjurkan oleh banyak ulama.

6. Salat Tarawih
Salat tarawih adalah ibadah sunah yang dikerjakan hanya pada malam bulan Ramadan. Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah SAW pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah telah menfardukan puasa Ramadan dan Aku telah mensunahkan salat di malam harinya. Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan dan salat di malam harinya karena iman dan mengharap pahala dan rida dari Allah, maka keluarlah dosanya sebagaimana pada hari dia dilahirkan oleh ibunya." (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).

7. Memperbanyak Sedekah
Seseorang yang berpuasa hendaknya memperbanyak sedekah kepada sesama, terutama sedekah makanan atau minuman untuk berbuka puasa. Sebab, orang yang memberi makanan atau minuman untuk orang berpuasa akan mendapat pahala yang setimpal dengan pahala puasa orang yang disedekahi.
Walaupun bisa dilakukan pada bulan-bulan lainnya tetapi tidak ada salahnya memperbanyak amalan sedekan pada bulan Ramadan karena akan memiliki keistimewaan tersendiri. Jika dilakukan secara rutin selama satu bulan penuh, maka amalan sunah ini akan menjadi kebiasaan baik. Utamakan bersedekah pada keluarga terdekat, kerabat dan orang-orang yang membutuhkan di sekitar kita.

8. I'tikaf
Iktikaf atau berdiam diri di masjid dapat dilakukan oleh umat Islam ketika memasuki bulan Ramadan. Sebaiknya i'tikaf dilakukan selama satu bulan penuh tetapi jika tidak bisa, maka diutamakan dikerjakan pada 10 hari terakhir bulan Ramadan karena pada hari-hari itu terdapat malam Lailatul Qadar.

9. Menjaga Ucapan dan Perilaku
Selain menahan rasa haus dan lapar dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, puasa Ramadan juga bermakna agar umat Islam dapat menjaga ucapan dan perilakunya. Dari Abi Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang tidak meninggalkan perkataan kotor dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia untuk meninggalkan makan minumnya (puasanya)." (HR. Bukhari, Abu Daud, At Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah).
Menjaga perilaku dan ucapan dari perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat, terlebih jika bisa menimbulkan dosa karena hal itu bisa mengurangi pahala puasa.

10. Melaksanakan Umrah
Ibadah umrah dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat Muslim yang mampu secara fisik dan harta. Selain mendatangkan pahala yang berlimpah, ibadah umrah khususnya pada bulan Ramadan akan juga mendatangkan keberkahan yang berbeda dari hari biasa. Bahkan Rasulullah menyebut bahwa ibadah umrah saat Ramadan mendatangkan pahala yang sama dengan orang yang telah mengerjakan ibadah haji.
"Umrah pada bulan Ramadan menyerupai haji," (HR Al-Bukhari dan Muslim).

0 Komentar