
Penetapan Tiga Desain Maskot Pesonas 2026
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) 2026. Persiapan penyelenggaraan acara olahraga nasional ini telah dilakukan oleh Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi NTT. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah sayembara maskot Pesonas 2026, yang telah selesai dilaksanakan oleh panitia.
Panitia Sayembara Maskot Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) NTT II Tahun 2026 telah menetapkan tiga desain terbaik sebagai finalis maskot setelah melalui proses penilaian oleh tim juri. Proses penilaian dilaksanakan dalam rapat yang digelar di Umera Kofiem Kupang, Kamis (13/3/2026). Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua SOIna Pusat sekaligus Ketua Harian SOIna NTT, Hamdan Saleh Batjo. Hadir juga tim juri, yaitu Karel Muskanan, Nelson Riberu, Abdul Muis, dan Katon Setyo.
Sayembara maskot yang berlangsung pada 8–12 Maret 2026 berhasil menarik partisipasi masyarakat dengan total 14 peserta yang mengirimkan 19 desain maskot. Seluruh karya yang masuk kemudian melewati proses seleksi dan penilaian oleh tim juri. Dalam proses penilaian, para juri mempertimbangkan sejumlah kriteria, antara lain kreativitas dan orisinalitas desain, kesesuaian dengan tema PESONAS 2026, filosofi maskot yang merepresentasikan nilai Special Olympics Indonesia (SOIna), unsur identitas Nusa Tenggara Timur, serta potensi maskot sebagai media branding dan promosi event.
Setelah melalui proses seleksi bertahap dan diskusi intensif, tim juri menetapkan tiga desain terbaik sebagai finalis, yaitu:
- Maskot Kuda Sandelwood “LORINAS” – karya Untung Chahyadi / Kaka Bayou
- Maskot Komodo “Si-Pesonas” – karya Leader Ismail
- Maskot Komodo “KOLAKI” – karya Singgih Fajarriyanto
Ketiga desain tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Gubernur NTT untuk menentukan satu desain yang akan ditetapkan sebagai Maskot Resmi PESONAS NTT II Tahun 2026.
Hamdan Saleh Batjo menyampaikan bahwa ketiga finalis ini merupakan hasil kesepakatan bersama tim juri dan dinilai memiliki potensi kuat sebagai simbol PESONAS. Ia menjelaskan bahwa ketiga desain ini telah melalui proses seleksi yang ketat dan dinilai mampu merepresentasikan semangat inklusivitas, sportivitas, serta kekayaan identitas Nusa Tenggara Timur.
Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Karel Muskanan, mengungkapkan bahwa PESONAS menjadi ajang brainstorming dalam rangka persiapan penyelenggaraan PON XXII 2028 di NTT. Hal ini terlihat dari meningkatnya animo masyarakat dalam mengikuti lomba sayembara. Awalnya hanya tiga orang yang mendaftar, namun menjelang penutupan pendaftaran dan pengiriman desain jumlah peserta meningkat menjadi 14 orang.
Ia menambahkan, keberlanjutan dari lomba sayembara ini perlu dirancang melalui kegiatan launching dengan agenda acara yang menarik sehingga mampu menyita perhatian masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan penyelenggaraan PESONAS melalui berbagai aplikasi media dari maskot yang ditetapkan sebagai Juara I.
Menurutnya, maskot tersebut memiliki pengaruh positif bagi masyarakat ketika panitia mewujudkannya dalam berbagai aplikasi media, seperti merchandise berupa kaos, topi, pin, dan tote bag; media promosi seperti banner, backdrop, serta media sosial; hingga media digital seperti website, video, dan animasi.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada sukses ekonomi, sukses penyelenggaraan, dan sukses prestasi. “Selanjutnya, Brand Guidelines maskot juga perlu diperkuat dengan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).” Tegasnya.
Panitia juga memberikan beberapa rekomendasi pengembangan desain bagi desain yang akan mendapat juara 1, termasuk penyempurnaan elemen visual serta pembuatan pictogram untuk setiap cabang olahraga yang akan digunakan dalam materi promosi PESONAS.
PESONAS sendiri merupakan ajang olahraga nasional bagi atlet Special Olympics Indonesia, yang tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat pesan inklusi sosial, persahabatan, dan penghargaan terhadap keberagaman kemampuan. Dengan penetapan tiga finalis maskot ini, diharapkan identitas visual PESONAS NTT II 2026 dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan dan kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur dalam menyambut perhelatan olahraga nasional tersebut dengan NTT sebagai tuan rumah.
0 Komentar