4 Fakta Kapal Pertamina yang Belum Melintasi Selat Hormuz, Prioritas Saat Ini

Penutupan Kembali Selat Hormuz dan Dampak pada Dua Kapal Pertamina

Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi penghubung utama pasokan minyak dunia, kembali ditutup oleh Iran. Penutupan ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dinilai tidak mematuhi kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Akibatnya, dua kapal PT Pertamina International Shipping (PIS), yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih terjebak di Teluk Arab sejak awal Maret 2026.

Meski sebelumnya Selat Hormuz sempat dibuka untuk sementara waktu, penutupan kembali ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran operasional kapal-kapal tersebut. Pada Jumat lalu, ada harapan bahwa kedua kapal bisa melintasi selat tersebut, namun situasi berubah setelah konflik antara Iran dan AS kembali memanas.

Fakta-Fakta Terkait Dua Kapal Pertamina yang Tertahan

  1. Belum Bisa Melintasi Selat Hormuz
    Hingga saat ini, kedua kapal Pertamina masih tertahan di Teluk Arab dan belum berhasil melintasi Selat Hormuz. PJS Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, menyatakan bahwa perusahaan terus memantau situasi secara intensif. Ia juga menjelaskan bahwa PIS sedang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan rencana pelayaran yang aman.

  2. Prioritas Utama Perusahaan
    Menurut Vega, prioritas utama dari PIS adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya. Perusahaan berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melanjutkan pelayaran dengan aman.

  3. Muatan di Dua Kapal
    Dari informasi yang diperoleh, VLCC Pertamina Pride mengangkut kargo untuk kebutuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro melayani pengangkutan untuk mitra pihak ketiga yang bukan merupakan bagian dari Pertamina. Hal ini menunjukkan bahwa kapal-kapal tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan energi Indonesia dan mitra-mitra perusahaan.

  4. Kondisi Awak dan Kru
    PT PIS memastikan bahwa seluruh kapal dan kru berada dalam kondisi aman. Meskipun situasi di Selat Hormuz masih memprihatinkan, perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan para awak kapal.

Penutupan Kembali Selat Hormuz

Sebelumnya, Iran sempat membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026) sebagai bentuk komitmen terhadap gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa seluruh kapal komersial diperbolehkan melewati selat tersebut selama periode gencatan senjata. Namun, pembukaan ini tidak bertahan lama karena konflik antara Iran dan AS kembali memanas.

Menurut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), penutupan kembali Selat Hormuz disebabkan oleh blokade laut yang dilakukan oleh AS. IRGC menegaskan larangan keras bagi kapal-kapal untuk bergerak di kawasan tersebut. “Tidak ada kapal yang boleh bergerak dari tempat berlabuhnya di Teluk Persia atau Laut Oman,” tegas IRGC. Mereka juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai musuh dan menjadi sasaran.

Kondisi Saat Ini

Saat ini, situasi di Selat Hormuz sangat dinamis dan penuh ketidakpastian. Meskipun beberapa pihak mencoba mencari solusi, ancaman dari Iran tetap menjadi ancaman besar bagi kelancaran pelayaran global. Dengan adanya penutupan kembali, dua kapal Pertamina masih terjebak di Teluk Arab, dan belum ada tanda-tanda bahwa mereka akan segera bisa melintasi selat tersebut.