5 Jalur Berbahaya di Bojonegoro yang Wajib Dihindari Pemudik

5 Jalur Berbahaya di Bojonegoro yang Wajib Dihindari Pemudik

Kondisi Jalan Nasional Bojonegoro-Cepu yang Mengkhawatirkan

Jalur nasional Bojonegoro-Cepu, yang menjadi penghubung utama antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, kini menghadapi berbagai masalah serius. Di wilayah Kalitidu, jalan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah dengan retakan lebar, lubang-lubang besar, serta permukaan jalan yang bergelombang. Hal ini terjadi karena beban kendaraan berat yang melintas setiap hari dan tambalan sulam yang tidak merata.

Kondisi jalan ini memicu kekhawatiran terutama menjelang arus mudik Lebaran 2026. Untuk mengantisipasi hal ini, BBPJN Jatim-Bali akan melakukan pembongkaran cor di titik-titik tertentu sebagai bagian dari perbaikan darurat. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran lalu lintas saat pemudik melintasi jalur tersebut.

Rencana Perbaikan Jalan Sebelum Lebaran

BBPJN Jatim-Bali telah menyiapkan skema perbaikan jalan yang fokus pada titik-titik paling membahayakan. Berikut adalah poin utama dari rencana perbaikan:

  • Pembongkaran lantai beton (cor) yang rusak secara selektif.
  • Penambalan lubang dan perataan permukaan jalan yang bergelombang.
  • Perbaikan menyeluruh secara permanen akan dilakukan setelah masa angkutan Lebaran berakhir.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.6 BBPJN Jatim–Bali, Rizali Rachmanto, perbaikan sementara ini bertujuan agar jalan layak dilalui oleh para pemudik. "Untuk perbaikan menyeluruh kemungkinan dilakukan setelah Lebaran. Saat ini kami fokus agar jalan layak dilalui saat arus mudik nanti," ujar Rizali Rachmanto.

Lima Titik Rawan Kecelakaan di Bojonegoro

Selain kondisi jalan yang rusak, Satlantas Polres Bojonegoro juga memberi peringatan dini tentang lima lokasi yang dianggap rawan kecelakaan. Berikut adalah daftar lokasi tersebut:

  • Desa Sukoharjo (Kecamatan Kalitidu): Jalur lurus dan lebar yang sering membuat pengemudi memacu kecepatan tinggi.
  • Desa Gunungsari (Kecamatan Baureno): Jalur utama Bojonegoro-Babat dengan intensitas kendaraan tinggi.
  • Depan RSI Sumberrejo (Kecamatan Sumberrejo): Titik pertemuan arus di jalur Bojonegoro-Babat.
  • Desa Sukowati (Kecamatan Kapas): Ruas jalan nasional yang rawan insiden saat arus padat.
  • Desa Mojodeso (Kecamatan Kapas): Area dengan karakteristik jalan yang menuntut kewaspadaan ekstra.

Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Satria Dwi Aryanto, mengimbau pemudik untuk tetap waspada meskipun kondisi jalan terlihat lurus dan lancar. "Harapannya dengan pemetaan ini masyarakat bisa lebih waspada. Tujuannya adalah Mudik Aman, Keluarga Bahagia," tegasnya.

Informasi Tambahan Tentang Jalur Nasional Bojonegoro

Wilayah Kalitidu di Bojonegoro memiliki karakteristik tanah gerak yang menyebabkan konstruksi jalan beton seringkali mengalami patahan atau retakan dalam waktu singkat, terutama saat transisi musim hujan ke kemarau. Oleh karena itu, pemerintah secara rutin mengalokasikan anggaran pemeliharaan khusus untuk jalur ini karena posisinya yang strategis bagi logistik nasional di jalur tengah Jawa.

Tips Mudik Aman Melintasi Bojonegoro

Untuk memastikan perjalanan aman, berikut beberapa tips yang disarankan:

  • Cek kondisi suspensi dan ban kendaraan sebelum berangkat karena rute Bojonegoro banyak terdapat jalan bergelombang.
  • Hindari memacu kendaraan melebihi 60 km/jam saat melintasi wilayah Desa Sukoharjo, Kalitidu.
  • Gunakan aplikasi navigasi untuk memantau titik kemacetan di depan pasar tumpah seperti Pasar Baureno dan Pasar Sumberrejo.
  • Beristirahatlah di posko mudik yang tersedia jika merasa lelah, karena jalur lurus di Bojonegoro rawan menyebabkan microsleep.


0 Komentar