Aceh Utara Membutuhkan 65 Ribu Unit Mobiler untuk 669 Sekolah

Aceh Utara Membutuhkan 65 Ribu Unit Mobiler untuk 669 Sekolah

Kebutuhan Sekolah di Aceh Utara Pasca Banjir

Sekolah di Aceh Utara kini membutuhkan sebanyak 65.000 unit mobiler sekolah, berupa kursi dan meja, untuk menggantikan barang yang rusak akibat banjir besar pada akhir tahun lalu. Data menunjukkan bahwa terdapat 670 satuan pendidikan yang terdampak banjir, terdiri dari 274 PAUD/TK, 271 SD, 102 SMP, serta 23 sekolah kesetaraan.

Kursi dan meja tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan 669 sekolah yang terdampak banjir. Saat ini, sebagian besar pelajar di Aceh Utara masih belajar di lantai karena ketiadaan sarana pendukung. Kabid Dikdasmen Disdikbud Aceh Utara, Dr Irhamni, menjelaskan bahwa kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan memerlukan segera tindakan perbaikan.

“65.000 kursi dan meja dibutuhkan untuk 669 sekolah yang terdampak banjir, (karena) saat ini siswa masih belajar di lantai,” ujar Dr Irhamni kepada Serambi, Rabu (15/4/2026).

Selain kerusakan pada bangunan, berbagai sarana penunjang pendidikan juga mengalami kerusakan. Tercatat 1.081 set alat peraga pendidikan, 1.812 set mobiler, serta 1.861 unit alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ikut terdampak banjir. Fasilitas praktikum juga mengalami kerusakan, meliputi 579 set alat laboratorium dan 1.678 set KIT Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sementara itu, sebanyak 27.602 eksemplar buku turut terdampak akibat genangan air.

Kerusakan ini berdampak langsung pada aktivitas belajar mengajar, terutama bagi ribuan siswa yang tersebar di wilayah terdampak banjir. Data juga mencatat sebanyak 74.383 siswa dan 9.071 guru ikut terdampak dalam bencana tersebut.

Usulan Melalui APBN

Dr Irhamni menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan kembali sarana pendidikan tersebut. Oleh karena itu, Pemkab Aceh Utara mengajukan bantuan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kita sudah mengusulkan ke APBN, karena dana yang tersedia tidak mencukupi untuk membangun sekolah yang rusak,” tambahnya.

Menurut Irhamni, saat ini proses pengusulan tengah berjalan di tingkat kementerian. Ia optimistis perbaikan ruang belajar dapat segera dimulai setelah penandatanganan kontrak dalam waktu dekat. “Sekarang sedang berproses, kemudian setelah teken kontrak bulan depan akan dilakukan perbaikan sekolah yang rusak,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengadaan mobilier baru akan dilakukan setelah proses rehabilitasi ruang kelas selesai. Oleh karena itu, pihak sekolah diminta bersabar menunggu tahapan tersebut.

Kebutuhan Mobiler Sekolah

Aceh Utara membutuhkan 65.000 unit kursi dan meja untuk memenuhi kebutuhan 669 sekolah terdampak banjir. Banyak siswa masih belajar di lantai karena ketiadaan sarana pendukung. Alat peraga, perangkat TIK, alat lab, dan KIT IPA juga rusak. Dampak bencana dirasa oleh 74.383 siswa dan 9.071 guru. Pemkab Aceh Utara mengusulkan bantuan melalui APBN untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut.



0 Komentar