Antrean panjang mengular hingga hutan cekik, ribuan kendaraan kosongkan Bali

Antrean panjang mengular hingga hutan cekik, ribuan kendaraan kosongkan Bali

Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat di Pelabuhan Gilimanuk

Arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana sudah mulai meningkat pada Jumat (13/3). Puluhan ribu orang dan ribuan kendaraan meninggalkan Bali via Pelabuhan Gilimanuk dalam sehari menjelang puncak arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriyah. Bahkan, ekor antrean kendaraan terutama roda empat juga dilaporkan mencapai Hutan Cekik, Gilimanuk atau sekitar 5 kilometer (km) dari Pelabuhan Gilimanuk, Jumat (13/3) dini hari.

Hal ini menandakan bahwa periode musim arus mudik sudah mulai mengalami peningkatan. Kondisi ini disebutkan lebih awal dari prediksi sebelumnya mengingat pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 dan Idulfitri 1447 H berdekatan.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun Bali, peningkatan aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk sudah mulai terjadi sejak Selasa (10/3) kemarin. Sesuai data yang diterima, sebanyak 27.890 orang dengan 8.934 unit kendaraan campuran meninggalkan Bali via Pelabuhan Gilimanuk. Sementara pada Rabu (11/3), tercatat ada 27.178 orang dengan 8.873 unit kendaraan campuran meninggalkan Bali dalam waktu sehari. Tercatat ada 10 ribu unit kendaraan roda dua dan roda empat (kendaraan kecil) yang menggunakan jasa pelabuhan pada dua hari tersebut.

Kondisi Terkini di Pelabuhan Gilimanuk

Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, menyampaikan bahwa situasi saat ini sudah mulai ramai namun tetap bergerak dan lancar. Ia mengatakan, "Kemungkinan puncak arus mudik bisa jadi lebih awal karena dua hari raya yang berdekatan. Saat ini sudah mulai ramai namun masih lancar. Kami harap cuaca mendukung sehingga aktivitas pelayaran tetap berjalan lancer."

Komandan Pos TNI AL Gilimanuk, Lettu Laut (P) Juli Prasetyo, mengungkapkan bahwa situasi Pelabuhan Gilimanuk mulai mengalami peningkatan sejak dua hari belakangan ini. Terutama pada Jumat 13 Maret dinihari tadi sekitar pukul 01.30 WITA, ekor antrian kendaraan sudah mencapai kawasan Cekik Gilimanuk. "Sudah mulai ramai tapi masih bergerak. Semoga cuaca mendukung aktivitas pelayaran," jelasnya.

Lettu Juli mengakui, selain sudah mulai ramai, salah satu penyebab ekor antrian semakin panjang diduga karena penyesuaian penerapan e-Money pada Tollgate menuju Terminal Manuver Gilimanuk. Ia berharap ada kebijakan tertentu agar ketika situasi sangat padat, sistem e-money ini tidak menjadi pemicunya.

Rekayasa Lalu Lintas untuk Menghadapi Arus Mudik

Pihak kepolisian mulai menerapkan rekayasa lalu lintas skema sangat padat. Kendaraan sudah mulai dialihkan menuju Terminal Kargo Gilimanuk atau area Buffer Zone dan menuju jalan gang yang ada. Menurut informasi yang dihimpun Tribun Bali, kepadatan kendaraan sudah terjadi sejak pukul 09.00 WITA.

Kendaraan yang didominasi truk logistik atau truk barang itu sudah mengantre di jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk menuju Pelabuhan Gilimanuk. Dengan kondisi tersebut, pihak ASDP juga telah memberlakukan operasional kapal pola padat yakni mengoperasikan 30-32 unit kapal di Selat Bali.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menyampaikan bahwa sesuai rencana kemarin, ASDP bakal menerapkan Tiba Bongkar Berangkat (TBB). Tapi saat ini di Pelabuhan Ketapang masih padat aktivitas juga.

Strategi Pengaturan Arus Lalu Lintas

Polres Jembrana juga menyiapkan rekayasa arus lalulintas untuk tiga skala situasi berbeda pada arus mudik 2026. Adalah situasi normal, padat dan sangat padat. Ketika situasi sangat padat, seluruh kendaraan roda empat dan roda dua akan diarahkan ke Terminal Kargo Gilimanuk agar tak bercampur dengan kendaraan besar seperti bus dan truk.

Hingga saat ini, situasi arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk masih terbilang normal. Namun, prediksinya aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk bakal mulai meningkat hari ini Jumat 13 Maret 2026 sekitar waktu malam hari.

Program Mudik Gratis Melalui Jalur Laut

Sebanyak 280 pemudik diberangkatkan secara gratis dari Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng menuju Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Jumat (13/3). Keberangkatan ini merupakan bagian dari program Mudik Gratis jalur laut dalam rangka Angkutan Laut Lebaran 2026 (1447 H).

Para pemudik diberangkatkan menggunakan dua kapal. Kapal KN Chundamani P-116 mengangkut 100 penumpang, sementara KN Nusa Penida membawa 180 penumpang menuju Pulau Raas. Program mudik gratis ini berlangsung melalui Dermaga 1 Pelabuhan Celukan Bawang sebagai bagian dari layanan kapal bantuan Angkutan Laut Lebaran yang dijadwalkan beroperasi pada 13 hingga 15 Maret 2026.

General Manager Pelindo Cabang Pelabuhan Celukan Bawang, Mochammad Imron, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh kelancaran program mudik gratis melalui jalur laut dengan menyiapkan fasilitas pelabuhan serta berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Penanganan Titik Rawan di Jalur Denpasar-Gilimanuk

Jalur arteri Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk menjadi perhatian khusus Polda Bali pada arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 H. Aparat kepolisian memetakan titik-titik rawan jalur tengkorak yang menyimpan risiko fatalitas tinggi bagi para pemudik.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bali, Kombes Pol Turmudi, menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan atau black spot yang tersebar di sepanjang lintasan utama tersebut guna menjamin keselamatan warga.

Berdasarkan data pemetaan terbaru, Kombes Pol Turmudi mengungkapkan bahwa konsentrasi titik rawan paling krusial berada di antara wilayah Tabanan hingga Jembrana. Di Jembrana sendiri, perhatian khusus tertuju pada Jalan Raya Sudirman jurusan Denpasar-Gilimanuk KM 93-94, Desa Bata Agung, yang menjadi titik lelah bagi pengendara dari arah timur.

Strategi Pengamanan dan Pelayanan

Kombes Pol Turmudi menjelaskan bahwa arus kendaraan di Jembrana akan dibagi menjadi tiga jalur khusus, yakni jalur kendaraan kecil, sepeda motor, dan truk. Strategi benteng terakhir untuk mengurai kepadatan dilakukan melalui kanalisasi di Terminal Kargo Gilimanuk. Lokasi ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 800 unit sepeda motor dan 900 unit kendaraan roda empat.

Selain kargo, lima kantong parkir utama juga telah disiapkan mulai dari jarak terjauh di Pengragoan 71 km dari pelabuhan, Kaliakah, hingga yang terdekat di UPPKB Cekik guna menyaring volume kendaraan secara bertahap.


0 Komentar