Peninjauan Operasional Angkutan Lebaran 1447 Hijriyah oleh PELNI
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI melakukan peninjauan langsung operasional kapal di KM Dobonsolo, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kegiatan ini dilakukan oleh Direktur Utama PELNI Tri Andayani bersama jajaran direksi PELNI, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Keberlanjutan BP BUMN Wahyu Setyawan, serta Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Anto Julianto.
Tujuan dari monitoring ini adalah untuk memastikan seluruh aspek operasional kapal berjalan optimal, khususnya keselamatan pelayaran, kenyamanan penumpang, serta kualitas pelayanan yang telah disiapkan PELNI. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi erat antara PELNI, BP BUMN, dan Kementerian Perhubungan dalam menjamin mudik yang aman dan nyaman.

Sejumlah pemudik menggunakan kapal tiba di Pelabuhan Bandar Deli Belawan, Medan, Sumatera Utara. Berdasarkan data dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Medan sebanyak 3.390 pemudik dari Batam tiba di Medan dengan menggunakan KM Kelud.
Anda memastikan seluruh fasilitas keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan di seluruh armada PELNI berjalan sesuai standar tertinggi. Keselamatan adalah prioritas utama dan PELNI berkomitmen memberikan pelayanan sepenuh hati bagi seluruh pemudik.
Selama periode arus mudik ini, PELNI telah menjual sebanyak 249.601 tiket per 13 Maret 2026 untuk keberangkatan tanggal 6–22 Maret 2026. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi terhadap layanan kapal penumpang PELNI, salah satunya rute Jakarta menuju Surabaya menggunakan KM Dobonsolo.
Pada pelayaran ini, KM Dobonsolo mengangkut sebanyak 1.495 penumpang dari Tanjung Priok menuju Tanjung Perak. Kapal ini merupakan salah satu kapal penumpang 3 in 1 yang dapat mengangkut penumpang, kontainer, sekaligus muatan kendaraan.
Anda turut mengingatkan penumpang untuk selalu mematuhi protokol keselamatan di atas kapal, menjaga kebersihan, serta mengikuti arahan awak kapal selama perjalanan. Anda juga mengimbau seluruh calon penumpang agar memesan tiket jauh-jauh hari melalui kanal resmi supaya terhindar dari antrean panjang di pelabuhan.
“Kami juga memastikan setiap kapal dan ABK PELNI siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” lanjut Anda.
Melalui monitoring ketat yang dilakukan secara langsung oleh BP BUMN, Kementerian Perhubungan, dan PELNI di KM Dobonsolo, hal ini menunjukkan komitmen penuh untuk menjaga standar keselamatan dan pelayanan tertinggi selama Angkutan Lebaran 1447 Hijriyah. PELNI terus meningkatkan koordinasi dengan otoritas pelabuhan dalam memastikan kapasitas penumpang tetap sesuai aturan serta mengutamakan keselamatan pelayaran.
KM Dobonsolo adalah salah satu kapal 3 in 1 milik PELNI yang dapat mengangkut hingga 2.000 penumpang dan mampu memuat maksimal 60 kendaraan kecil serta kontainer hingga 55 TEUs dengan trayek Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Ambon – Banda – Tual – Dobo – Kaimana – Fakfak – Ambon – Namlea – Bau-Bau – Makassar – Surabaya – Tanjung Priok.
Pemerintah Cek Kesiapan Pelabuhan Merak

Sejumlah pengendara kendaraan roda dua keluar dari kapal setibanya di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau Pelabuhan Merak, Banten. Melalui kunjungan ini, pemerintah memastikan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan dari Jawa ke Sumatera siap menyambut perjalanan mudik Lebaran 2026.
Dudy mengatakan kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan di kawasan Banten sudah lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Pada masa Angkutan Lebaran 2026 akan disediakan empat pelabuhan penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera dengan jumlah kapal yang bertambah dari tahun sebelumnya. Kami berharap arus kendaraan menuju Sumatera lebih lancar lagi,” ujar Dudy.
Dudy menyampaikan Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan pihak terkait telah menyiapkan empat jalur penyeberangan, yaitu Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, serta BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu. Sementara itu, pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera–Pelabuhan Panjang disiapkan sebagai contingency plan.
Kemenhub, lanjut Dudy, juga telah menyiapkan titik-titik buffer zone di sekitar Pelabuhan Merak, meliputi buffer zone jalan arteri di area parkir Munic Line dan Cikuasa Atas, buffer zone jalan tol di rest area KM 13A, rest area KM 43A, dan rest area KM 68A, serta buffer zone pelabuhan di Pelabuhan Merak, Pelabuhan Indah Kiat, Pelabuhan BBJ Bojonegara, dan Pelabuhan Ciwandan.
“Prediksi puncak arus mudik penyeberangan dari kawasan Merak pada 18 Maret, tetapi kami juga mengantisipasi kemungkinan lonjakan mulai terjadi sejak nanti malam hingga 15 Maret 2026,” lanjut Dudy.
Untuk mengatur pergerakan angkutan orang dan barang, khususnya di Pelabuhan Merak, Menhub Dudy menyampaikan adanya Surat Keputusan Bersama (SKB). “Kami telah mengatur pembagian pelabuhan berdasarkan sumbu dan golongan kendaraan. Pelaksanaannya harus dilakukan dengan penuh komitmen dan disiplin sehingga arus mudik dapat berjalan lancar serta tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” sambung Dudy.
Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui Pelabuhan Merak dan sekitarnya, Dudy mengimbau agar selalu memantau informasi yang tepat melalui kanal resmi dan tidak terpengaruh kabar hoaks dari sumber yang tidak jelas.
“Kami menyediakan layanan live yang akan menyajikan informasi kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan baik,” ungkap Dudy.
Dalam kesempatan ini, Menko Pratikno berharap arus mudik dapat tersebar merata dalam beberapa hari sebelum Lebaran. Hal ini mengingat rentang waktu mudik yang cukup panjang. “Tanggal 13 Maret ini sudah mulai weekend, disambut dengan work from anywhere (WFA), disambung cuti bersama lalu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Setelah itu ada WFA lagi dan baru masuk kerja bagi ASN pada 30 Maret. Dengan rentang panjang ini kami berharap ada distribusi mudik dan balik yang merata,” kata Pratikno.
Pratikno berharap semua pihak dapat bersinergi, responsif, serta melayani perjalanan masyarakat dengan ramah sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung nyaman, aman, dan selamat.
0 Komentar