Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas kondisi jalan menuju TPU yang selama ini dinilai kurang memadai, terutama saat musim hujan. Genangan air yang kerap terjadi membuat akses jalan menjadi licin dan sulit dilalui, bahkan menyulitkan warga saat prosesi pemakaman berlangsung.
Melihat kondisi tersebut, Babinsa bersama masyarakat berinisiatif melakukan perbaikan dengan memasang gorong-gorong untuk memperlancar aliran air sekaligus meningkatkan kualitas jalan. Dengan semangat kebersamaan, warga dan aparat TNI bahu-membahu mengerjakan pemasangan secara manual.
Serda Adi Wahyu mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang diemban Babinsa, yakni membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaannya. Ia menegaskan bahwa perbaikan akses menuju fasilitas umum seperti TPU menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus mendapat perhatian.
“Melalui kerja bakti ini, kami berharap akses menuju TPU menjadi lebih baik dan tidak lagi menyulitkan warga, terutama saat kondisi darurat seperti prosesi pemakaman,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai tidak hanya mendukung aktivitas sehari-hari, tetapi juga memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak sangat diperlukan dalam menjaga dan memperbaiki fasilitas umum.
Kegiatan gotong royong ini juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan tugas keamanan, tetapi juga aktif berperan dalam pembangunan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup warga.
Warga Dusun Krestal menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku sangat terbantu dengan adanya perbaikan akses jalan menuju TPU. Mereka menilai keterlibatan Babinsa memberikan motivasi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Salah satu warga setempat mengungkapkan bahwa sebelumnya akses menuju pemakaman sering menjadi kendala, terutama saat musim hujan. Dengan adanya pemasangan gorong-gorong, diharapkan genangan air dapat berkurang sehingga jalan lebih mudah dilalui.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Akses ke TPU jadi lebih baik dan tidak lagi menyulitkan saat dibutuhkan,” ujarnya.
Selain memperbaiki akses jalan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Interaksi yang terjalin selama kerja bakti menciptakan suasana kekeluargaan yang kuat, sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik.
Serda Adi Wahyu menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam kegiatan gotong royong menjadi kunci keberhasilan pembangunan di tingkat desa. Ia berharap budaya gotong royong dapat terus dipertahankan sebagai nilai luhur yang menjadi kekuatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat,” katanya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya TNI dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan teritorial. Babinsa sebagai ujung tombak di tingkat desa diharapkan mampu menjadi penggerak sekaligus penghubung antara masyarakat dan berbagai program pembangunan.
Dengan adanya perbaikan akses menuju TPU ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung, terutama dalam hal kemudahan akses dan kenyamanan. Infrastruktur yang lebih baik juga diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas sosial masyarakat.
Ke depan, sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan terus terjalin dalam berbagai kegiatan positif lainnya. Melalui kolaborasi tersebut, pembangunan di tingkat desa dapat berjalan lebih optimal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam membangun lingkungan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat pun kembali menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir, membantu, dan menjadi bagian dari solusi bagi warga di wilayah binaannya.(*)
0 Komentar